Polisi Amankan 256 Pelajar Hendak Ikut Demo, Satu Orang Bawa Busur Panah

Setidaknya ada 256 pelajar yang berhasil diamankan saat Hendak ikut demo. Dari jumlah itu, satu orang pelajar kedapatan membawa sembila busur panah.

Diperbarui 28 Agustus 2025, 13:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Polisi mencegah 256 pelajar yang hendak ikut aksi demo Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Dari jumlah itu, satu orang pelajar kedapatan membawa sembila busur panah.

Dari total pelajar yang dicegah, 116 diamankan oleh Polda Metro Jaya, sedangkan 140 lainnya oleh Polres jajaran. Lokasinya tersebar di Bekasi Kabupaten, Bekasi Kota, Tangerang Kota, Depok, dan Jakarta Pusat. 

"Update pelajar yang berhasil dicegah untuk tidak melaksanakan demo. Total 256 pelajar dan satu orang diantaranya ditemukan membawa sembilan busur panah," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Kamis (28/8/2025).

Ajakan di Media Sosial

Hasil interogasi awal menunjukkan, para pelajar ini datang karena ajakan di media sosial. Polisi sudah berhasil mengidentifikasi tiga kanal medsos yang memicu para pelajar ini ingin ikut demo.

"Tentunya ini dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang ingin memanfaatkan situasi, yang ingin memanfaatkan anak-anak ini, pelajar ini, untuk ikut lakukan kegiatan," katanya.

Sejak pagi, kepolisian melakukan berbagai upaya humanis, termasuk imbauan, pencegahan, dan edukasi langsung di lapangan. Dia mengatakan, tindakan dilakukan agar pelajar tetap aman, mengingat sebagian berasal dari Indramayu, Cirebon, Purwakarta, Bekasi, Depok, hingga Serang.

“Tadinya kalau tidak tercegah itu bisa berangkat ke sini, ikut demo pakaiannya mereka bagaimana, makannya mereka bagaimana, karena berangkatnya dari rumah tentunya pamitnya sekolah dan asal daerahnya cukup jauh, ada yang dari Indramayu, ada yang dari Cirebon, ada yang dari Purwakarta, dari Kabupaten Bekasi, dari Depok dari Serang bayangin ya, ini memprihatinkan ya, ini butuh kepedulian kita bersama upaya-upaya humanis yang sudah dilakukan oleh Poda Metro Jaya," ujar dia.

Polisi Patroli Media Sosial

Ade Ary menambahkan, Polisi juga melakukan patroli di media sosial untuk mengantisipasi ajakan demo secara masif. Langkah ini dilakukan mengingat massifnya ajakan demo di media sosial yang menyasar pelajar.

"Jangan menyalahgunakan medsos untuk kepentingan-kepentingan yang merugikan, menimbulkan kemudaratan, apalagi nanti pihak-pihak yang dirugikan itu akhirnya menempuh jalur-jalur yang jalur hukum misalnya. Ya, ini kan nanti bisa membuat situasi tidak baik," ucap dia.

Dia mengimbau masyarakat dan pelajar untuk menggunakan media sosial secara bijak, serta melaporkan jika menemukan ajakan yang memprovokasi, agar situasi tetap kondusif dan anak-anak tetap aman.

"Mohon juga dilaporkan ke kami, apabila ada ditemukan ajakan-ajakan terhadap kegiatan-kegiatan yang tidak baik, seperti tawuran seperti ajakan pelajar untuk demo ini kasihan anak-anak pelajar ini kan harusnya belajar,” tegasnya.

Polisi Jangan Terprovokasi

Ade Ary Syam mengulang kembali pesan Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Suheri yang menekankan agar seluruh anggota tidak terpancing emosi atau terprovokasi.

"Rekan-rekan atau pihak yang menyampaikan aksi ini, saat ini adalah saudara-saudara kita buruh, adalah saudara-saudara kita juga, keluarga kita, yang wajib kita layani, kita lindungi, kita ayomi, kita amankan, kami amankan," kata Ade Ary kepada wartawan, Kamis (28/8/2025).

"Aspek utama atau prinsip utama dari kegiatan pengamanan ini, Bapak Kapolda Metro Jaya ingin anggota semuanya humanis, ya tidak melakukan hal-hal yang kontraproduktif," sambung dia.

Sejak pagi, polisi berhasil mencegah ratusan pelajar dari Bekasi, Tangerang, Depok, hingga Jakarta Pusat agar tidak ikut dalam demo. Para pelajar ini diberi pengarahan dan edukasi agar memahami risiko mengikuti aksi, sekaligus dilindungi agar tetap aman. 

“Itu dilakukan tindakan secara humanis karena itu adalah anak-anak kita, keluarga kita juga diberikan edukasi, diingatkan," tutupnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6