40 Pelajar di Tangsel Diamankan Polisi Saat Berangkat Demo ke DPR

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tangerang Selatan AKBP Victor Henry Inkiriwang menuturkan, ada 40 pelajar diamankan saat hendak berangkat ikut demonstrasi di gedung DPR. Para pelajar dikembalikan ke orang tua masing-masing.

Diperbarui 29 Agustus 2025, 15:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polres Tangsel amankan 40 pelajar yang hendak demo di DPR.
  • Pelajar diamankan secara humanis dan dikembalikan ke orang tua.
  • Pengamanan terus dilakukan untuk mencegah pelajar ikut unjuk rasa.

Liputan6.com, Jakarta Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tangerang Selatan AKBP Victor Henry Inkiriwang menuturkan, ada 40 pelajar diamankan saat hendak berangkat ikut demonstrasi di gedung DPR. Para pelajar dikembalikan ke orang tua masing-masing.

"Dari kemarin sampai saat ini, kami mengamankan sekitar 40-an. Diamankan secara humanis, hanya untuk pendataan, kemudian kita sudah kembalikan ke orang tua dan keluarganya," kata Victor Henry, Jumat (29/8/2025).

Sekitar 40 pelajar tersebut diamankan pada saat akan berangkat ke gedung DPR melalui sejumlah transportasi. Seperti KRL ataupun menumpang bus jurusan ke Senayan, Jakarta Pusat.

"Setelah didata, langsung dikembalikan ke orang tua atau keluarga, dengan jaminan yang bersangkutan tidak akan mengulanginya lagi. Mereka pun dikembalikan ke keluarga dalam keadaan yang baik dan sehat," tutur Kapolres.

Hingga kini, Polres Tangsel pun masih melakukan pengamanan dan penyekatan, agar tak ada lagi pelajar yang nekat ikut-ikutan berunjuk rasa di Gedung DPR RI.

"Juga kami melakukan upaya-upaya untuk imbauan Kamtibmas, kemudian cooling system, supaya kemudian memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan itu berjalan dengan baik," katanya.

Sebelumnya diberitakan, demo di depan DPR awalnya berjalan lancar. Buruh menggeruduk gedung DPR dengan membawa sejumlah tuntutan, mulai dari mendesak pemerintah menaikkan upah hingga reformasi pajak.

Pada siang hari, massa dari buruh mulai membubarkan diri. Sementara massa lain mulai ricuh. Sejumlah pendemo tampak melakukan tindakan anarkis dengan melakukan pelemparan botol dan membakar petasan ke arah gedung DPR.

Kericuhan menyebar. Massa memblokir tol dalam kota. Ketika malam semakin larut, peristiwa maut terjadi. Driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan meninggal dilintas mobil rantis Brimob, ketika melaju berusaha membubarkan massa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Demo
  • pelajar
  • Demo Di DPR