Saham IBM Tersungkur 25% Usai Rilis Hasil Sementara Kinerja Keuangan

Harga saham IBM alami penurunan terburuk setelah memberikan laporan keuangan sementara kuartal II 2026.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 16:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Saham International Business Machines (IBM) anjlok 25% pada Selasa, 14 Juli 2026. Koreksi harga saham IBM terjadi setelah penyedia hardware, software, dan konsultan merilis hasil sementara kinerja keuangan kuartal II 2026 yang di bawah harapan.

Mengutip CNBC, Rabu (15/7/2026), saham IBM mencatat penurunan terburuk dalam sejarah. Bahkan, harga saham IBM lebih rendah dari penurunan terburuk sebelumnya pada 19 Oktober 1987, saat harga saham IBM melemah 23,7%. Berdasarkan catatan aktivitas perdagangan saham IBM dimulai sejak 1968.

Perusahaan teknologi itu melaporkan laba yang disesuaikan sebesar US$ 2,93 per saham dengan laba US$ 17,2 miliar. Laporan itu di bawah harapan analis untuk laba per saham sebesar US$ 3,01 per saham dan pendapatan US$ 17,86 miliar, menurut FactSet.

CEO IBM Arvind Krishna menilai, kinerja keuangan melemah seiring kelemahan bisnis software dan infrastruktur. Hal ini karena klien mengalihkan pengeluaran ke pembelian hardware seperti chip memori.

“Dalam beberapa minggu terakhir Juni, kami melihat klien mengalihkan pengeluaran belanja modal triwulanan ke arah pembelian server, penyimpanan, dan memori untuk mengamankan infrastruktur yang pasokannya terbatas menjelang kenaikan harga yang diperkirakan,” tulis Krisha dalam surat kepada investor IBM.

“Meskipun kami mengantisipasi beberapa dampak terkait rantai pasokan dalam perkiraan kami. Kami tidak mengantisipasi besarnya pengalihan prioritas belanja modal itu,” ia menambahkan.

“Kondisi ini mengharuskan tim kami untuk bekerja dengan sempurna, dan pada kuartal ini kami gagal. Kami tidak beradaptasi dan bergerak cukup cepat, dan banyak kesepakatan besar gagal ditutup sesuai jadwal yang kami harapkan, yang menyebabkan sebagian besar penurunan pendapatan kami,” Krishna menambahkan.

 

Kinerja Keuangan Kuartal Pertama

Pada kuartal sebelumnya, pendapatan software IBM tumbuh 11% menjadi US$ 7,05 miliar pada kuartal pertama, membantu perusahaan melaporkan hasil lebih kuat dari perkiraan laba per saham yang disesuaikan sebesar US$ 1,91 dibandingkan US$ 1,81 yang diperkirakan analis.

Pendapatan kuartal pertama mencapai US$ 15,92 miliar, juga melampaui perkiraan sebesar US$ 15,62 miliar.

Penurunan pada Selasa pekan ini terjadi di tengah kekhawatiran pertumbuhan alat kecerdasan buatan akan menganggu bisnis perusahaan.

“Mthos membuat orang berpikir sejenak, berapa banyak yang perlu saya keluarkan untuk keamanan siber? Mereka menunda kesepakatan baru sampai mereka tahu,” ujar Krishna kepada CNBC.

“Kami sama sekali tidak melihat perangkat lunak kami terganggu oleh AI,” ia menambahkan.