Polisi Sekat Sembilan Titik di Depok, Cegah Pelajar Ikut Demo ke DPR

Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras mengatakan, Polres Metro Depok telah mengantisipasi kegiatan penyampaian pendapat, dilakukan buruh dan elemen mahasiswa.

Diperbarui 28 Agustus 2025, 13:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polres Metro Depok telah menempatkan sejumlah petugas untuk melakukan penyekatan pelajar. Hal itu untuk mencegah pelajar yang akan ikut aksi demonstrasi di Jakarta bersama buruh di gedung DPR RI.

Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras mengatakan, Polres Metro Depok telah mengantisipasi kegiatan penyampaian pendapat, dilakukan buruh dan elemen mahasiswa. Penyampaian pendapat telah dijamin undang-undang namun tetap berpedoman kepada peraturan hukum, menghormati hak orang lain.

“Kami mengantisipasi anak-anak atau adik-adik siswa, ini kita lakukan himbauan dari jajaran Polres Metro Depok, para Kapolsek akan mendatangi sekolah,” ujar Abdul, Kamis (28/8/2025).

Abdul mengatakan pihaknya ingin siswa tetap belajar dan tidak melakukan aksi demonstrasi. Berdasarkan imbauan dari KPAI, pelajar SMA atau SMK belum layak untuk melaksanakan kegiatan unjuk rasa.

“Kita melakukan pencegahan dari beberapa tim yang ada di stasiun, kemudian di Terminal, dan beberapa titik yang sudah kita tempatkan personil,” jelas Abdul.

Terdapat sembilan titik penyekatan yang dilakukan Polres Metro Depok, seperti di Jalan Raya Juanda, fly over UI, Jalan Raya Bogor, Stasiun Bojonggede sampai Stasiun UI. Selain itu, Polres Metro Depok sebelumnya sudah melakukan pelatihan pengamanan aksi unjuk rasa.

“Kita lakukan pelatihan apabila nanti eskalasi meningkat, kemudian dari Polda meminta kita dari jajaran Polres untuk merapat, memberikan perbantuan kekuatan atau memperkuat di sana, ya kita sudah siap,” ungkap Abdul.

 

Terjunkan 180 Anggota

Polres Metro Depok telah menurunkan 180 anggota kepolisian yang ditempatkan di setiap penyekatan. Abdul mengapresiasi kepada sekolah, guru, maupun siswa yang tidak ikut terprovokasi melakukan unjuk rasa.

“Kami apresiasi siswa yang tidak terprovokasi melakukan aksi, sementara dari PMJ, tadi sudah menyampaikan ada beberapa siswa yang diamankan terkait dengan mengikuti kegiatan unjuk rasa,” terang Abdul.

Polres Metro Depok terus melakukan monitoring terkait perkembangan aksi unjuk rasa. Hal itu untuk melakukan berbagai langkah antisipasi terkait kondisi dan situasi dari perkembangan aksi unjuk rasa.

“Kita monitor juga, kita senantiasa berkomunikasi dengan Polda menyampaikan perkembangan masing-masing wilayah,” ucap Abdul.

Sebelumnya, Massa yang hendak mengikuti demo 28 Agustus 2025 sudah memadati kawasan Gedung DPR. Memastikan situasi konsudif selama demo berlangsung, Polda Metro Jaya melakukan penyekatan di sejumlah titik perbatasan Jakarta hari ini, Kamis (28/8/2025).

“Nanti kehadiran polisi di berbagai titik, kemudian sudah bekerja sama juga dengan beberapa polres di sekitar Polda Metro Jaya memberikan informasi dan melakukan imbauan-imbauan edukasi, patroli hingga pencegahan ya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Kamis (28/8/2025).

 

Potensi Adanya Penyusup

Ade Ary menjelaskan, penyekatan dilakukan untuk mengantisipasi potensi penyusup yang berusaha memanfaatkan momentum aksi. Sekaligus memastikan situasi tetap kondusif serta menjaga kenyamanan masyarakat yang beraktivitas.

“Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan juga apabila ada para pihak yang ingin nanti memanfaatkan situasi, ini juga dapat kami cegah, tujuannya untuk mencegah ya,” ucap dia.

Sebanyak 120 pelajar dari berbagai daerah dicegah saat hendak menuju Gedung DPR/MPR RI. Kabid Humas menilai, keikutsertaan pelajar dalam aksi unjuk rasa buruh ini dipicu ajakan dan provokasi melalui media sosial.

“Kami sayangkan ini masih terjadi. Setidaknya di jam 8.30 Wib tadi ada laporan 120 pelajar yang dicegah, dilindungi, diamankan, diayomi oleh anggota,” ujar dia.

Pelajar tersebut sebagian besar masih berseragam sekolah. Mereka berasal dari berbagai daerah, antara lain Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Tangerang, Depok, Cianjur, Purwakarta, hingga Indramayu dan Cirebon.

 

Pelajar yang Diamankan

Adapun rinciannya, 48 pelajar diamankan Polres Metro Bekasi Kabupaten, 29 pelajar dari Polres Metro Bekasi Kota, 11 pelajar dari Polres Metro Tangerang Kota, 7 pelajar dari Polres Metro Depok, dan 25 pelajar dari Polres Metro Jakarta Pusat.

“Hasil interogasi, maksud dan tujuan berangkat adalah benar akan ke sini ikut melaksanakan unjuk rasa. Mereka dapat informasi dari medsos, ada ajakan dan provokasi medsos," ujar dia.

Menurut dia, fenomena ini memprihatinkan karena para pelajar tidak meminta izin orangtua dan justru bolos saat jam pelajaran. Ade Ary khawatir kelompok rentan seperti anak-anak dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh situasi unjuk rasa.

Ade Ary memastikan, penanganan terhadap para pelajar mengedepankan pendekatan persuasif. Dia mengatakan, pihaknya menggandeng sekolah, dinas pendidikan, dan orangtua untuk memberikan edukasi.

Saat ini, para pelajar tersebut masih diamankan di beberapa polres dan rencananya akan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk pendalaman lebih lanjut. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6