Ramai di Medsos, BGN Klarifikasi Pembagian Makanan Mentah dalam Program MBG di Tangsel

Kepala MBG Dadan Hindayana menjelaskan, penyusunan juknis program MBG saat libur sekolah masih berlangsung. BGN mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari pola kehadiran siswa di sekolah hingga efektivitas penyaluran gizi selama masa liburan.

Diperbarui 19 Juni 2025, 12:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan belum ada kebijakan resmi terkait pembagian Program Makan Bergizi (MBG) dalam bentuk bahan mentah, terutama saat libur sekolah, dan sedang menyusun petunjuk teknis pelaksanaan MBG selama libur sekolah.
  • Yayasan Mualaf Indonesia Timur (Yasmit) di Ciputat Timur mengakui telah mendistribusikan bahan mentah kepada 4.075 siswa dari 18 sekolah sebagai bagian dari program MBG selama masa libur sekolah.
  • BGN menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan efektivitas manfaat dalam setiap kebijakan dan penyesuaian teknis program MBG, serta akan terus menyosialisasikan perkembangan kebijakan secara transparan kepada publik.

Liputan6.com, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi sorotan publik, usai viral di media sosial pemberian bahan makanan mentah kepada siswa di wilayah Tangerang Selatan, Banten. Terkait hal ini, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan resmi dari pihaknya yang mengatur pembagian MBG dalam bentuk bahan mentah, apalagi selama masa libur sekolah.

“Belum ada kebijakan BGN seperti itu. Saat ini, BGN masih menyusun petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program MBG selama libur sekolah,” kata Dadan saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (18/6/2025).

Dadan menjelaskan, penyusunan juknis program MBG saat libur sekolah masih berlangsung. BGN mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari pola kehadiran siswa di sekolah hingga efektivitas penyaluran gizi selama masa liburan.

“Jika siswa masih bisa datang ke sekolah, MBG akan diberikan dalam bentuk makanan segar. Mereka juga bisa dibekali makanan tahan lama seperti telur, buah, dan susu untuk satu atau dua hari ke depan,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Namun, bila mayoritas siswa tidak hadir ke sekolah selama libur, distribusi MBG akan dialihkan kepada kelompok rentan lainnya, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, agar manfaat gizi tetap tersalurkan secara merata dan optimal.

“Kami pastikan setiap kebijakan yang diambil berlandaskan prinsip pemerataan gizi, efektivitas penyaluran, dan keberlanjutan manfaat. Tidak ada keputusan sepihak soal pembagian MBG tanpa dasar kebijakan resmi,” tegas Dadan.

Pembagian MBG Bahan Mentah di Tangerang

Di sisi lain, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Yayasan Mualaf Indonesia Timur (Yasmit) di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, mengakui bahwa pembagian MBG dalam bentuk bahan mentah memang dilakukan di wilayah tersebut.

Kepala SPPG Yasmit Ciputat Timur, A Basiro, menyatakan bahwa sebanyak 4.075 siswa dari 18 sekolah dari tingkat PAUD hingga SMA menerima bahan mentah agar makanan dapat disimpan lebih lama di rumah.

“Ya, kami distribusikan dalam bentuk mentah karena sekolah sedang libur atau memasuki masa class meeting. Ini supaya siswa tetap bisa menerima manfaat MBG meski tidak berada di sekolah,” ujar Basiro.

Menurut dia, inisiatif ini diambil agar program MBG tetap tersalurkan meskipun tidak dalam bentuk makanan siap saji.

 

BGN Tegaskan Prinsip Akuntabilitas dan Transparansi

Menanggapi situasi tersebut, BGN menekankan bahwa seluruh proses kebijakan, termasuk penyesuaian teknis di lapangan, harus tetap mengacu pada prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan efektivitas manfaat.

Dadan juga memastikan BGN akan terus menyosialisasikan perkembangan kebijakan MBG secara transparan kepada publik.

“Kami ingin memastikan bahwa manfaat gizi dari program ini tidak hanya menjangkau luas, tapi juga tepat sasaran,” pungkas Dadan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6