Tanggul Laut Raksasa di Pantura, Untuk Selamatkan Jawa dari Rob dan Krisis Iklim

Menurut Teddy, proyek Giant Sea Wall sebenarnya bukan hal baru. Gagasan ini sudah tercantum dalam perencanaan Badan Perencanaan Nasional sejak tahun 1995.

Diperbarui 13 Juni 2025, 09:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memastikan pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa sebagai proyek strategis nasional yang paling krusial untuk melindungi kawasan pantai utara Pulau Jawa dari ancaman banjir rob dan dampak perubahan iklim yang ekstrem.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan, proyek ini merupakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto demi menyelamatkan jutaan masyarakat pesisir yang selama ini hidup dalam ancaman banjir rob dan abrasi.

"Giant Sea Wall atau Tanggul Laut Pantai Utara Jawa merupakan salah satu infrastruktur paling vital untuk melindungi kawasan pantai utara Pulau Jawa dari ancaman rob dan perubahan iklim ekstrem," kata Seskab Teddy dalam keterangan di Jakarta, Kamis (12/6/2025) malam, seperti dikutip dari Antara.

Menurut Teddy, proyek Giant Sea Wall sebenarnya bukan hal baru. Gagasan ini sudah tercantum dalam perencanaan Badan Perencanaan Nasional sejak tahun 1995. Kini, di tangan pemerintahan baru, proyek ambisius ini kembali digenjot sebagai solusi jangka panjang terhadap krisis iklim yang kian nyata.

Tanggul laut tersebut dirancang membentang sepanjang 500 kilometer, dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur. Proyek ini akan dimulai dari wilayah Teluk Jakarta, yang ditargetkan memakan waktu pembangunan sekitar 8 hingga 10 tahun.

 

Pentingnya Giant Sea Wall

Dalam pidatonya saat menutup Konferensi Internasional Infrastruktur 2025 yang dihadiri lebih dari 7.000 peserta dari 33 negara, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya langkah awal dalam merealisasikan proyek besar ini.

"Kalau sampai ke Jawa Timur mungkin membutuhkan waktu 20 tahun. Lima belas sampai dua puluh tahun. Tidak ada masalah. Ada pepatah kuno 'perjalanan 1.000 kilometer dimulai oleh satu langkah'. Kita akan segera mulai itu," ujar Presiden.

Telan Biaya Rp 1.297 Triliun

Proyek raksasa ini diperkirakan menelan biaya minimal 80 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.297 triliun. Untuk tahap awal di Teluk Jakarta saja, pemerintah memerlukan dukungan pembiayaan dari APBD Pemprov DKI Jakarta senilai 8–10 miliar dolar AS.

Selain menjadi solusi perlindungan pesisir, pembangunan Giant Sea Wall diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah utara Jawa dengan menciptakan lapangan kerja baru serta infrastruktur pendukung lainnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6