Banjir Rob Desa Tunggulsari Pati Makin Parah, Kades Ungkap Pemicunya

Rumah-rumah warga di Desa Tunggulsari Pati tenggelam akibat banjir rob. Kades setempat membongkar pemicu yang membuat imbas banjir makin parah.

Diterbitkan 22 Juni 2026, 21:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pati - Banjir rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, bukanlah cerita baru. Selain karena fenomena alam, ada tata kelola penggunaan lahan yang salah oleh warga desa setempat.

Penggunaan lahan yang salah pemicu banjir rob, akibat warga lebih banyak melakukan budi daya ikan nila salin daripada ikan bandeng. Alasannya karena pertimbangan masa panen yang cepat.

Kepala Desa Tunggulsari Setyo Wahyudi menjelaskan, budi daya ikan nila memicu warga membuat sumur bor secara serampangan. Langkah itu untuk mendapatkan suplai air tawar untuk tambak ikan nila.

"Sejak tahun 2016 hingga saat ini, ada sedikitnya 106 titik sumur bor di Desa Tunggulsaru. Seratusan sumur bor rata-rata memiliki kedalaman 90 meter lebih," ujar Setyo, Senin (22/6/2026).

Menurut Setyo, keberadaan sumur ini beroperasi selama 24 jam penuh. Dengan kondisi itu, tentunya sangat berimbas pada penurunan muka tanah di wilayah Desa Tunggulsari.

“Benar, banjir rob karena alam, tapi ada pemicunya di sini. Banyaknya sumur bor yang dibuat warga untuk suplai air tawar ke tambak ikan nila. Ada sekitar 106 titik sumur bor, kedalamanya 90 meter lebih. Tentunya ini membuat penurunan muka tanah. Pernah diteliti turun 2 centimemeter per tahun," papar Setyo.

Yang lebih ironis lagi, warga Desa Tunggulsari terdampak banjir rob, menolak untuk direlokasi ke lokasi yang akan. Alasan warga karena mereka tidak bisa jauh dari ladang mata pencahariaannya.

“Minta diselamatkan, tapi tidak mau direlokasi. Sekarang ini mengungsi pun belum pada mau, lebih memilih tetap di rumah dengan genangan banjir rob. Memang harus sabar menangani warga," tambah Setyo.

Dari hasil data BPBD Jawa Tengah, saat ini ada 73 rumah warga yang terdampak dengan 127 Kepala Keluarga. Sedangkan area tambak yang terdampak mencapai 85 hektare.

 

 

 

Respons Pemda

Bencana banjir rob yang terus merendam Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu Kabupaten Pati, direspon cepat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bergerak cepat mengirimkan tim untuk melakukan penanganan bencana banjir rob di Desa Tunggulsari. Mereka mengecek langsung kondisi banjir rob yang menggenangi pemukiman warga.

Bencana banjir rob yang terjadi di Desa Tunggulsari itu, ternyata diperparah dengan jebolnya tanggul di 4 titik lokasi yang ada di wilayah desa setempat. pada Senin (22/6/2026).

Tim gabungan Pemprov Jateng yang dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Urip Sihabudin, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Bergas Caturisas datang mengecek kondisi banjir rob di Desa Tunggulsari.

Kedatangan tim gabungan Pemprov Jateng juga didampingi Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra pada Senin (22/6/2026). Dari temuan tim, perbaikan tanggul jebol menjadi langkah pertama penanganan yang akan dilakukan Pemrov Jateng.

“Sesuai arahan pak Gubernur Ahmad Luthfi, kita ke lokasi yang terdampak dengan menyeluruh. Ternyata banjir rob nya tinggi sudah hampir dua bulan, ini karena fenomena alam," ujar Asisten Setda Jateng bidang Ekonomi dan Pembangunan, Urip Sihabudin di lokasi.

Kondisinya kian diperparah ada tanggul yang jebol di 4 lokasi, ada yang tanggul sungai, ada juga tanggul bibir pantai. Total panjang 450 meter, perbaikan ini yang akan kita kebut”, ungkap Asisten Setda Jateng bidang Ekonomi dan Pembangunan Urip Sihabudin di lokasi banjir pada Senin (22/6/2026).

Urip menyebut bahwa saat ini penanganan banjir rob yang sudah dilakukan dan menjadi prioritas utama, adalah bantuan pangan dan kesehatan untuk warga terdampak.

 

 

Warga Tunggulsari Direlokasi

Sedangkan untuk perbaikan infrastruktur fisik, kata Urip, BPBD Jateng telah mengirimkan sejumlah material untuk membuat tanggul sementara.

Menurut Urip, naterial itu berupa karung tanah dan pemasangan waring di batas tambak. Selain itu, menyiapkan perahu mitigasi dan pos pengungsian serta posko kesehatan di desa setempat.

“Saat ini kita langsung fokus ke warganya dulu, bantuan pangan dan kesehatan warga terdampak jadi prioritas yang harus kita penuhi," tutur Urip.

Sedangkan untuk penanganan fisik, pihak BPBD Jateng sudah jalan dengan perbaikan tanggul sementara. Yakni dari karung diisi tanah dan pemasangan waring di perbatasan tambak.

Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra telah meminta jajarannya mempersiapkan langkah mitigasi. Yakni mempersiapkan pos pengungsian di beberapa titik, meski saat ini belum ada satupun warga yang ingin mengungsi.

“Tadi kita cek bersama, mitigasi sudah berjalan. Pos Pengungsian sudah siap, berikut kebutuhan pangan warga. Namun sampai saat ini belum ada warga yang mengungsi," kata Chandra.