Liputan6.com, Jakarta - Seorang guru bernama Soleman Malo alias Eman (27) mengalami luka tusuk akibat ditikam oleh siswanya berinisial A (16) saat sedang tidur nyenyak. Penikaman itu terjadi di asrama SMK Pelayaran, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibat tusukan itu, korban mengalami sejumlah luka di bagian kepalanya.
Kapolsek Kota Lama, AKP Zainal Arifin menuturkan kasus itu bermula saat Eman sedang tertidur di kamar asrama sekolah tersebut pada Rabu (12/8) malam. A kemudian datang dengan menutup wajahnya menggunakan sebuah kaus olahraga. A kemudian menggedor-gedor pintu kamar tersebut dan memanggil Eman berulang kali. Setelah itu, A mendobrak pintu dan langsung menikam guru mata pelajaran bahasa Inggris tersebut.
Akibatnya, Eman mengalami luka robek pada kepala bagian atas hingga harus mendapat 11 jahitan, serta luka robek pada kepala kiri yang mendapat sebanyak 13 jahitan.
Advertisement
"Dugaan ini diperkuat karena ada teriakan Pak, Pak sebelum pelaku menggedor pintu dan masuk menikam korban," tutur Arifin.
Setelah penikaman itu, A bergegas kabur dari lokasi. Kasus itu diketahui oleh sejumlah siswa yang berada di asrama dan sempat mendengar teriakan pria asal Desa Limbu Watu, Kecamatan Wewewa Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, itu.
Sejumlah siswa kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SK Lerik Kota Kupang menggunakan mobil warga.
"Korban saat ini masih dirawat di RSUD SK Lerik Kota Kupang sehingga belum dimintai keterangan oleh penyidik," jelas Arifin.
Â
Pelaku Ditangkap
Setelah menerima laporan tersebut, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan serangkaian penyelidikan. Polisi kemudian mengantongi identitas pelaku dan melacak persembunyian A di sebuah kos di Jalan Anggrek, Bimoku, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, pada Kamis siang.
Saat ini, A sudah diamankan di Mapolsek Kota Lama dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. A merupakan siswa kelas II jurusan Nautika Kapal Niaga SMK Pelayaran Kupang.
"Kami masih berupaya menemukan barang bukti pisau yang dipakai terduga pelaku untuk menikam korban. Selain itu, kami masih meminta keterangan dari sejumlah saksi termasuk beberapa guru dan rekan terduga pelaku," jelasnya.
Â
Advertisement
Sakit Hati Sering Dibully
A, siswa tingkat II jurusan Nautika Kapal Niaga SMK Pelayaran Lasiana, Kota Kupang di Mapolsek Kota Lama mengaku nekat menikam guru Bahasa Inggris itu karena sering dibully.
"Saya sering disebut kampungan, singgung orang tua saya dan kampung halaman saya di Alor sehingga saya sakit hati."
Abraham baru dua tahun menetap di Kota Kupang. Setelah lulus SMP di Kabupaten Alor, ia melanjutkan pendidikan ke SMK Pelayaran Lasiana.
Warga Padang Tekukur, Desa Mutiara, Kecamatan Teluk Mutiara, Alor ini memilih tinggal di kost Jalan Anggrek Nomor 2, Bimoku, Kelurahan Lasiana, sementara teman-temannya sebagian besar menempati asrama sekolah.
Ia mengaku sudah lama memendam rasa sakit hati akibat perkataan korban yang kerap merendahkan dirinya dan teman-teman sesama siswa dari daerah.
"Saya sakit hati dan dendam karena korban sering merendahkan kami apalagi kami dari daerah. Bukan saya saja yang tidak suka dengan korban, tapi banyak teman yang tidak suka dengan dia," tandasnya.
Rasa sakit hati memuncak pada Rabu malam (12/8/2026) saat korban kembali melontarkan ucapan yang dinilai menghina dirinya dan keluarganya. Ia pun mengambil pisau dapur dari tempat kost, lalu pergi ke asrama sekolah mencari korban.
"Saya ketuk pintu kamar tapi tidak dibuka, jadi saya dobrak pintu kamar hingga terbuka dan langsung menikam korban beberapa kali," akunya.
Kejadian itu diketahui penghuni asrama dan warga sekitar setelah mendengar teriakan minta tolong. Warga pun berusaha mengejar pelaku.
"Setelah kejadian, masyarakat kejar saya sehingga saya kabur sambil bawa pisau dan saya buang. Saya tidak tahu persis pisau saya buang di mana," tuturnya.
Ia menegaskan tidak ada niat lain selain meluapkan rasa sakit hati yang sudah lama dipendam.
"Tidak ada niat lain, saya hanya sakit hati jadi saya ambil pisau dapur di kost dan cari korban di asrama lalu saya tikam dengan pisau," pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/856256/original/042112000_1429499998-batik-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542214/original/027883300_1774936645-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8048512/original/040765400_1780894974-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-08T120236.131.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4842263/original/039942900_1716616217-Gorengan1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324104/original/008334800_1786689947-282764.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319890/original/008241300_1786315525-email-attachment_2026_08_10_hermawan_dibakar-api-cemburu-seorang-suami-tega-bunuh-istri-siri-di-banyuwangi_IMG-20260809-WA0066.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316098/original/087305400_1785912641-Lokasi_penganiyaan_di_Bali.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311612/original/013217600_1785410535-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__06_20_06_PM.jpg)