Doa Setelah Sholat Dhuha 2 Rakaat, Rezeki dari Segala Arah hingga Ketenangan Hati

Sholat Dhuha merupakan salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Diterbitkan 28 September 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sholat Dhuha merupakan salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini dikerjakan pada pagi hari, ketika matahari mulai naik hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Meskipun hukumnya sunnah, sholat Dhuha memiliki keutamaan yang luar biasa, terutama sebagai sarana untuk memohon kelancaran rezeki dan kemudahan dalam segala urusan.

Sholat Dhuha disunahkan berdasarkan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an tentang bertasbih di waktu pagi, dan Ibnu Abbas menafsirkan shalat isyraq sebagai shalat Dhuha. Selain itu, hadis riwayat Muslim dari Abu Dzar RA menyebutkan bahwa dua rakaat sholat Dhuha dapat mencukupi sedekah seluruh persendian tubuh manusia.

Dalam buku Tuntunan Shalat Dhuha karya H. Sayuti, dijelaskan bahwa sholat Dhuha dikerjakan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat, dengan setiap dua rakaat diakhiri salam.

Dalam buku Keutamaan Sholat Dhuha Serta Ibadah Sunnah Lainnya karya Drs. Mujahidin merupakan wasiat langsung Rasulullah SAW. Beliau berwasiat kepada Abu Hurairah RA untuk tidak meninggalkan tiga perkara hingga mati: puasa tiga hari setiap bulan, sholat Dhuha, dan sholat Witir sebelum tidur.

Doa setelah sholat dhuha 2 rakaat merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk diamalkan secara istiqamah. Para ulama Mazhab Syafi'i, sebagaimana termaktub dalam kitab I'anatut Thalibin, Tuhfatul Muhtaj, dan Hasyiyatul Jamal, menganjurkan doa khusus yang dibaca setelah menunaikan sholat Dhuha. Doa ini berisi permohonan agar Allah melancarkan rezeki dari segala penjuru, memudahkan segala urusan, dan menjadikan hamba-Nya termasuk orang-orang yang saleh.

Doa Setelah Sholat Dhuha 2 Rakaat

1. Doa Utama Setelah Sholat Dhuha

Doa yang dianjurkan untuk dibaca setelah menunaikan sholat Dhuha dua rakaat adalah sebagai berikut. Doa ini sebagaimana disebutkan dalam kitab I'anatut Thalibin, Tuhfatul Muhtaj, dan Hasyiyatul Jamal:

Arab: اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ. بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Latin: Allaahumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka walbahaa-a bahaa-uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrata qudratuka wal 'ishmatta 'ishmatuk. Allaahumma in kaana rizqii fissamaa-i fa anzilhu wa in kaanafil ardhi fa-akhrijhu wa in kaana mu'assaran fayas sirhu wa in kaana haraaman fathahhirhu wa in kaana ba'iidan faqarribhu bihaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quuwatika wa qudratika aatinii maa aataita 'ibaadakash shalihiin.

Artinya: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan kekuasaan adalah kekuasaan-Mu serta penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, jika rizqiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah. Jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."

2. Doa Tambahan Setelah Sholat Dhuha

Selain doa di atas, terdapat doa tambahan yang juga dianjurkan untuk dibaca, sebagaimana disebutkan dalam Tuntunan Shalat Dhuha karya H. Sayuti:

Arab: اَللّٰهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ

Latin: Allaahumma bika ushāwilu, wa bika uhāwilu, wa bika uqātilu.

Artinya: "Ya Allah, dengan-Mu aku berjuang, dengan-Mu aku berusaha, dan dengan-Mu aku menghadapi."

Dzikir Setelah Sholat Dhuha

Selain doa, dianjurkan juga untuk membaca dzikir setelah sholat Dhuha. Beberapa dzikir yang dianjurkan antara lain:

Istighfar 100 kali:

أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ

Astaghfirullaahal 'azhiim (100×)

"Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."

Doa Taubat:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُوْرُ

Robbighfirlii watub 'alayya 'innaka antat tawwaabul ghofuur (100×)

"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Pengampun."

Fadhilah Doa Setelah Sholat Dhuha 2 Rakaat

1. Dibukanya Pintu Rezeki dari Segala Arah

Doa setelah sholat Dhuha yang berisi permohonan agar rezeki diturunkan dari langit, dikeluarkan dari bumi, dimudahkan jika sulit, disucikan jika haram, dan didekatkan jika jauh, merupakan ikhtiar spiritual yang membuka pintu rezeki dari berbagai penjuru. Dalam hadis qudsi yang diriwayatkan Imam Ahmad, Allah SWT berfirman: "Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan kebutuhanmu sepanjang hari itu."

2. Mendapatkan Kecukupan Hidup Sepanjang Hari

Dua rakaat sholat Dhuha yang diiringi doa setelahnya menjadi sarana untuk memohon kecukupan hidup. Rasulullah SAW bersabda bahwa dua rakaat sholat Dhuha dapat mencukupi sedekah seluruh persendian tubuh manusia. Dengan melaksanakan sholat Dhuha dan berdoa setelahnya, seorang Muslim memohon agar Allah mencukupkan segala kebutuhannya sepanjang hari.

3. Diampuni Dosa-Dosanya

Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda: "Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan." Doa setelah sholat Dhuha yang diiringi dengan istighfar dan taubat menjadi penyempurna ampunan tersebut.

4. Mendapatkan Ketenangan Hati

Dzikir dan doa setelah sholat Dhuha membawa ketenangan bagi hati dan jiwa. Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, terdapat dzikir yang diajarkan Rasulullah SAW untuk menghilangkan kegundahan dan kesedihan. Dengan berdzikir, hati menjadi tenang dan pikiran menjadi jernih dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

5. Ditinggikan Derajat dan Dicintai Allah

Melaksanakan sholat Dhuha secara istiqamah dan diiringi dengan doa yang khusyuk merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang mengerjakan shalat dhuha tidak termasuk orang lalai" (HR. Al-Baihaqi dan An-Nasa'i). Dzikir yang mengiringinya menjadikan seorang Muslim senantiasa mengingat Allah dalam setiap langkah kehidupannya.

Niat, Tata Cara, dan Waktu Sholat Dhuha

Bacaan Niat Sholat Dhuha

Niat sholat Dhuha dihadirkan di dalam hati sebelum takbiratul ihram. Lafal niatnya adalah sebagai berikut:

Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushallii sunnatadh dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat mengerjakan sholat sunah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Sholat Dhuha

Sholat Dhuha dikerjakan sebagaimana shalat sunnah pada umumnya. Berikut tata caranya:

Membaca niat di dalam hati, dilanjutkan dengan takbiratul ihram. Kemudian membaca doa iftitah, Surat Al-Fatihah, dan surat pendek. Pada rakaat pertama dianjurkan membaca Surah Asy-Syams, dan pada rakaat kedua dianjurkan membaca Surah Adh-Dhuha. Setelah itu, rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga tasyahud akhir dan salam.

Waktu Sholat Dhuha

Waktu sholat Dhuha dimulai ketika matahari telah terbit dan naik setinggi tombak, sekitar pukul 07.00 pagi, hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Waktu paling utama (afdhal) untuk mengerjakan sholat Dhuha adalah ketika matahari telah meninggi dan panas mulai terasa, sekitar pukul 09.00 hingga 11.00. Menurut kajian Tarjih Muhammadiyah, awal waktu Dhuha berada sekitar setengah jam setelah syuruq, dan waktu utamanya adalah ketika matahari telah meninggi dan panas mulai terasa.