Sukses

Pamer Capaian, Ma'ruf Amin: Indonesia Membanggakan Sebelum Pandemi

Liputan6.com, Jakarta Wakil Presiden Ma’ruf Amin pamerkan capaian pembangunan nasional Indonesia sebelum terjadinya wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Menurutnya, hasil diraih Indonesia, cukup membanggakan.

"Capaian pembangunan nasional sebagaimana dicanangkan dalam RPJMN 2020-202, sebelum terjadinya wabah Covid-19, cukup membanggakan di berbagai bidang,” pamer Ma'ruf dalam siaran pers diterima, Rabu (19/8/2020).

Ma'ruf kemudian merinci, sejumlah capaian diraih Indonesia, seperti peningkatan dalam Indeks Demokrasi dari 72.39 pada tahun 2018 menjadi 74.92 pada 2019. Kemudian, peningkatan kapasitas Pelayanan dan Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia di Luar Negeri dari 22.240 kasus pada semester II tahun 2019 menjadi 28.596 kasus pada semester I tahun 2020.

"Indeks Pembangunan Hukum dari 0.61 tahun 2018 menjadi 0.62 pada 2019, dan Tingkat Kejahatan atau Crime Rate yang menurun dari 93 orang/100.000 penduduk pada tahun 2019 menjadi 50 orang/100.000 penduduk pada semester I tahun 2020,” bangga dia.

Ma'ruf Amin melanjutkan, capaian juga ada pada bidang kesejahteraan masyarakat. Pertama, terkait prevalensi stunting (anak kerdil) pada balita yang mencapai 37.21 pada tahun 2013 telah turun menjadi 27.67 pada tahun 2019.

Kemudian, ada tingkat Kemiskinan yang 11.22% pada tahun 2015 turun menjadi 9.78% pada bulan Maret 2020, dan meningkatnya cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN dari 61.5% tahun 2015 telah mencapai 81.86% dari seluruh populasi pada bulan Juni 2020.

Selain itu, Ma'ruf juga membuktikan, bahwa pemerintah telah berhasil melaksanakan perbaikan akses serta pemerataan pendidikan antarkelompok ekonomi seperti tercatat dengan APK (Angka Partisipasi Kasar) yang meningkat di semua jenjang pendidikan dan semua kelompok ekonomi.

"Ini dicapai sebagai hasil dari berbagai intervensi yang telah dilakukan seperti BOS (Bantuan Operasional Sekolah), BOP (Bantuan Operasional Penyelenggaraan) untuk PAUD dan Pendidikan Kesetaraan, dan melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) Non Fisik," beber dia.

 

2 dari 3 halaman

Tak Hanya Dalam Negeri

Wapres Ma'ruf menyatakan, capaian membanggakan Indonesia tidak sebatas di dalam negeri, namun juga secara internasional.

Seperti, diwujudkannya konsistensi RI dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina, terjaganya stabilitas kawasan dan peran aktif dalam menjaga perdamaian global, serta keberhasilan Indonesia yang terpilih menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 1999-2020.

"Perlu Upaya Luar Biasa untuk Pertahankan Pembangunan Nasional ditengah Pandemi," jelas Ma'ruf.

Ma'ruf meyakini, demi menanggulangi pandemi, Indonesia telah mengambil langkah extraordinary, antara lain dengan memperlebar defisit APBN hingga 6.34% dari PDB untuk tahun ini.

Pelebaran batas defisit yang diatur dalam UU nomor 2 tahun 2020 dan berlaku hingga Tahun Anggaran 2022.

Diketahui, hal itu dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan belanja negara untuk penanganan kesehatan, bantuan sosial serta stimulus ekonomi, khususnya melalui pengalokasian stimulus fiskal yang besarnya hampir mencapai 4.5% dari PDB.

"Pelebaran defisit ini diperlukan karena pendapatan negara khususnya dari pajak mengalami penurunan drastis dan guna mengantisipasi ketidakpastian pemulihan ekonomi global dalam beberapa tahun ke depan," dia menandasi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: