Sejarah, Spanyol Kawinkan Gelar Putra-Putri Juara Piala Dunia

Spanyol menang 1-0 atas Argentina di final Piala Dunia 2026. RFEF menjadi federasi pertama yang meraih gelar Piala Dunia edisi putra dan putri.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 22:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Spanyol menundukkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2026. Kemenangan ini, dilansir dari NPR, menempatkan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) sebagai federasi pertama yang merebut gelar Piala Dunia putra dan putri secara beruntun.

Laga puncak berlangsung di New Jersey pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Gol tunggal menjadi penentu gelar dunia untuk La Roja.

Timnas putri Spanyol sebelumnya menjadi juara Piala Dunia Wanita 2023 dan akan tampil di edisi berikutnya di Brasil tahun depan sebagai juara bertahan.

RFEF Jadi Federasi Pertama Kawinkan Piala Dunia

Rekor ini terjadi di tengah sejarah Piala Dunia Wanita yang lebih singkat dibandingkan turnamen putra. Kompetisi putri pertama kali digelar pada 1991, sementara edisi putra sudah berlangsung sejak 1930.

Sejak 1991, baru lima negara yang menjuarai Piala Dunia Wanita: Amerika Serikat, Jerman, Norwegia, Jepang, dan Spanyol.

Dari daftar tersebut, hanya Jerman dan Spanyol yang juga pernah menjadi juara dunia di kategori putra. Adapun timnas putra Spanyol kembali mengangkat trofi setelah terakhir kali menjadi kampiun pada 2010.

Fondasi Kompetisi dan Klub Raksasa

Sepak bola putra Spanyol ditopang sistem liga yang kuat, dengan La Liga sebagai kasta tertinggi. Klub-klub peserta La Liga konsisten bersaing di jajaran elite Eropa.

Real Madrid dikenal sebagai satu di antara klub tersukses di dunia, dengan tradisi juara yang panjang di kompetisi domestik maupun antarklub Eropa.

Barcelona tercatat sebagai klub sepak bola dengan nilai tertinggi ketiga di dunia. Basis finansial dan dukungan global memperkuat daya saing klub asal Katalonia tersebut.

Bersama Barcelona, Lionel Messi memecahkan rekor legenda Brasil, Pele, sebagai pencetak gol terbanyak untuk satu klub.

Stadion Camp Nou pun menjadi destinasi yang banyak dikunjungi penggemar sepak bola dari berbagai negara.

Krisis 2015 dan Gugatan terhadap Ignacio Quereda

Pada 2015, seluruh anggota skuad Spanyol di Piala Dunia Wanita meminta pelatih Ignacio Quereda dicopot dari jabatannya.

Quereda menangani tim sejak 1988. Sejumlah pemain menilai RFEF tidak memberikan perhatian yang memadai terhadap tim putri. Bahkan sebelum Piala Dunia Wanita 2015 dimulai, beberapa pemain senior menyatakan tidak akan kembali membela timnas selama Quereda masih menjabat.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Dalam film dokumenter "Romper el silencio" yang dirilis pada 2021, sejumlah pemain menuduh Quereda melakukan pelecehan seksual dan kekerasan verbal. Menjelang keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia Wanita 2023, para pemain kembali menuntut peningkatan fasilitas latihan dan sumber daya bagi tim nasional putri. Sebanyak 15 pemain memilih tidak menerima panggilan timnas hingga federasi melakukan perubahan.

Halaman
Show All
Aning Jati, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan