Piala Dunia 2026: Rekor Gol, Sepatu Emas, Penalti Gagal, hingga Sinar Veteran

Piala Dunia 2026 menghadirkan rekor gol, persaingan Sepatu Emas, banyak penalti gagal, hingga aksi pemain veteran yang mencetak sejarah.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 19:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 resmi berakhir dengan Spanyol keluar sebagai juara setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu. Turnamen terbesar sepanjang sejarah itu menghadirkan 104 pertandingan yang melahirkan banyak catatan baru.

Format 48 peserta membuat Piala Dunia 2026 menyajikan lebih banyak laga dibanding edisi sebelumnya. Dampaknya, rekor demi rekor tercipta, mulai dari produktivitas gol hingga munculnya pencapaian individu yang sulit dilupakan.

Selain persaingan di lapangan, turnamen ini juga menghadirkan cerita menarik dari para bintang dunia. Berikut empat momen yang membuat Piala Dunia 2026 layak dikenang dalam sejarah sepak bola.

Rekor Gol dan Laga-laga Spektakuler

Sepanjang turnamen, tercipta 308 gol dalam 104 pertandingan, atau rata-rata 2,96 gol per laga. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak Piala Dunia 1970 sekaligus melampaui seluruh edisi sebelumnya.

Format baru menghadirkan beberapa kemenangan telak, seperti Jerman mengalahkan Curacao 7-1 dan Kanada membungkam Qatar 6-0. Namun, tingginya jumlah gol tidak hanya lahir dari perbedaan kualitas, melainkan juga permainan menyerang yang lebih berani.

Babak gugur pun tetap menghadirkan banyak gol meski biasanya berlangsung lebih hati-hati. Perebutan peringkat ketiga bahkan mencatat sejarah ketika Inggris mengalahkan Prancis 6-4, skor pertama dengan total 10 gol dalam pertandingan resmi Piala Dunia.

Data performa juga menunjukkan efektivitas penyelesaian akhir berada pada level tertinggi. Sebanyak 294 gol dari permainan terbuka dan bola mati lahir dari nilai expected goals (xG) 271,3, menjadi pencapaian terbaik sejak pencatatan modern dimulai.

Persaingan Sepatu Emas yang Berkelas

Perburuan Sepatu Emas menjadi salah satu daya tarik terbesar Piala Dunia 2026. Lionel Messi, Kylian Mbappe, Harry Kane, Erling Haaland, hingga Jude Bellingham saling bergantian meramaikan daftar pencetak gol terbanyak.

Messi membuka turnamen dengan hattrick ke gawang Aljazair dan sempat memimpin perlombaan. Akan tetapi, ia gagal menambah koleksi delapan gol pada tiga pertandingan terakhir sehingga membuka peluang bagi para pesaingnya.

Mbappe akhirnya keluar sebagai peraih Sepatu Emas setelah membukukan 10 gol. Penyerang Prancis itu menjadi pemain keempat dalam sejarah yang mampu mencetak dua digit gol dalam satu edisi Piala Dunia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Ironisnya, produktivitas gol tinggi tidak diikuti keberhasilan eksekusi penalti. Dari 62 tendangan penalti, baik saat pertandingan maupun adu penalti, hanya 41 yang berbuah gol atau memiliki tingkat keberhasilan 66,1 persen. Sejumlah nama besar gagal menjalankan tugas dari titik putih. Messi gagal dalam dua percobaan, Mbappe satu kali gagal, sementara Kai Havertz, Achraf Hakimi, Justin Kluivert, dan Bruno Guimaraes juga mengalami nasib serupa. Harry Kane dan Granit Xhaka menjadi sedikit pemain yang sukses menuntaskan lebih dari satu penalti. Kane bahkan baru berhasil setelah kesempatan pertamanya diulang akibat pemain lawan masuk ke kotak penalti lebih cepat.

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan