Liputan6.com, Jakarta - Pijat limfatik wajah menawarkan jeda bagi kulit yang terasa berat di pagi hari. Mata yang sembap, garis wajah yang tampak kurang tegas, hingga sensasi wajah yang belum sepenuhnya "bangun" bisa menjadi tanda adanya penumpukan cairan.
Di sinilah sentuhan lembut pijat limfatik bekerja, membantu mengarahkan aliran cairan, sekaligus menghadirkan ritual perawatan yang menenangkan. Sistem limfatik sendiri memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh.
Pola hidup, stres, dan kondisi tertentu dapat memengaruhi kerja sistem tersebut. Pada wajah, salah satu tanda yang mudah terlihat adalah tampilan puffiness, terutama setelah bangun tidur.
Advertisement
Pada Kamis pagi, 3 September 2026, konsep tersebut terasa lebih nyata lewat ritual facial yang dijajal langsung Lifestyle Liputan6.com di House of ULTIMA II, Jakarta. Perawatan tidak langsung dimulai dengan produk skincare atau pijatan di wajah.
Tubuh terlebih dahulu diajak berhenti sejenak, mengambil napas dalam, lalu mengembuskannya perlahan. Ritme napas menjadi semacam pintu masuk sebelum tangan terapis mulai bekerja.
Leher menjadi area pertama yang disentuh. Gerakannya lembut, mengikuti arah aliran limfatik untuk membantu mempersiapkan jalur sebelum perhatian berpindah ke wajah.
Sentuhan yang ringan justru menjadi kunci dalam teknik ini. Pijat limfatik bukan tentang tekanan kuat, melainkan gerakan terarah yang dilakukan secara perlahan.
Perjalanan kemudian berlanjut ke wajah selama sekitar 30 menit. Dari satu area ke area lain, jemari bergerak dengan ritme yang tenang. Pijatan membantu mengarahkan cairan limfa sekaligus menjadi bagian dari rangkaian facial yang membuat proses penggunaan skincare terasa lebih menyeluruh.
Â
Jangan sampai Tertidur
Ada satu hal menarik yang justru perlu dilakukan selama ritual berlangsung: jangan sampai tertidur. Rasa nyaman yang muncul dari pijatan lembut membuat mata mudah terpejam.
Tubuh terasa rileks, napas menjadi lebih teratur, dan suasana perawatan perlahan menjauhkan pikiran dari kesibukan. Namun, mempertahankan kesadaran menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri, karena efek pijatan dinilai lebih optimal saat tubuh terjaga.
Perawatan ini disarankan dilakukan seminggu sekali. Tanpa downtime, kesegaran pada wajah dapat langsung terasa setelah ritual selesai, dengan tampilan kulit yang terlihat lebih terangkat dan glowing.
Layanan pijat limfatik kemudian jadi salah satu bagian dari pengenalan rangkaian skincare CollaSence Facial Treatment dari ULTIMA II. Rangkaiannya hadir dalam dua pilihan.
Â
Advertisement
Rangkaian Skincare
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,285,0)/kly-media-production/medias/9340604/original/078731800_1788512192-IMG_8297.jpeg)
CollaSence Age Defense Facial berfokus pada firmness, elastisitas, tekstur kulit, dan tampilan garis halus. Perawatannya mencakup deep cleansing hingga Caviar Finishing Ritual menggunakan rangkaian ULTIMA II Procollagen Supreme Caviar.
Pilihan lainnya, CollaSence Pro-Youth Facial, ditujukan bagi kulit yang membutuhkan hidrasi dan tampilan lebih plump, terutama ketika volume, bounce, serta elastisitas mulai berkurang. Rangkaian ULTIMA II Procollagen Extrema digunakan dalam tahap Volumizing Finishing Ritual.
Pijat limfatik menjadi penghubung di antara seluruh tahapan rutinitas memakai skincare tersebut. Teknik ini diarahkan untuk membantu menjaga homeostasis aiias keseimbangan lingkungan internal tubuh, mendukung sirkulasi, mengurangi tampilan sembap, serta membantu proses penyerapan produk skincare secara lebih optimal.
Â
Perawatan Menyeluruh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340608/original/037435800_1788512294-TST.jpg)
"Melalui CollaSence Facial Treatment, kami ingin menghadirkan pengalaman perawatan yang tidak hanya berorientasi pada kulit yang sehat, tapi juga mengedepankan pentingnya ritual perawatan yang dilakukan secara menyeluruh," kata General Manager Sales & Marketing ULTIMA II Indonesia, Sully Suharjo.
Gagasan tentang penyerapan skincare pun terasa berbeda ketika wajah tidak sekadar menjadi permukaan tempat produk dibubuhkan. Ada proses yang menyertainya: kulit dibersihkan, dipersiapkan, disentuh, dipijat, lalu diberi rangkaian produk sesuai kebutuhannya.
Teknik ini dapat dilakukan oleh perempuan maupun laki-laki dengan titik perawatan yang sama, meski tekanan pijat dapat disesuaikan. Kondisi kulit tetap menjadi pertimbangan penting. Pijat wajah sebaiknya dihindari ketika kulit sedang mengalami peradangan berat atau sunburn parah.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340333/original/035396900_1788502118-cek_fakta_purbaya_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339437/original/030817400_1788415480-TREATMENT_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5174179/original/084217300_1742903632-Depositphotos_8017837_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499712/original/056059400_1770792705-gambar__46_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5587427/original/080211100_1778141483-2149305133.jpg)