Daya Tahan Telur Rebus, Berapa Lama Bisa Disimpan di Kulkas dan Kapan Harus Dibuang?

Telur rebus aman disimpan 7 hari di kulkas jika ditangani benar, namun hanya 2 jam di suhu ruang. Proses perebusan menghilangkan pelindung alami cangkang.

Diterbitkan 03 September 2026, 20:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Telur rebus sering menjadi stok praktis untuk sarapan, bekal, salad, hingga pelengkap makanan. Namun, daya tahan telur rebus tidak sama dengan telur mentah, sehingga cara menyimpan dan lama waktu penyimpanannya perlu diperhatikan agar tetap aman dikonsumsi.

Setelah direbus, telur memang lebih praktis karena bisa langsung dimakan kapan saja. Masalahnya, telur yang sudah matang tetap termasuk makanan mudah rusak. Membiarkannya terlalu lama di suhu ruang atau menyimpannya di dalam kulkas tanpa memperhatikan kebersihan dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.

Kabar baiknya, telur rebus sebenarnya dapat disimpan beberapa hari tanpa harus langsung dihabiskan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dan U.S. Department of Agriculture (USDA) menyebutkan bahwa telur yang sudah direbus dapat disimpan di dalam kulkas hingga satu minggu, selama penanganannya dilakukan dengan benar. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (3/9/2026).

Berapa Lama Daya Tahan Telur Rebus?

Menurut FDA, telur yang sudah dimasak hingga matang atau hard-cooked eggs, baik masih berada di dalam cangkang maupun sudah dikupas, sebaiknya dikonsumsi dalam waktu maksimal satu minggu setelah dimasak apabila disimpan dengan benar di dalam kulkas.

Artinya, telur rebus yang dibuat pada hari Senin masih dapat dikonsumsi sampai sekitar hari Minggu, dengan catatan telur tersebut segera didinginkan dan disimpan pada suhu yang sesuai. Patokan satu minggu ini bukan berarti telur pasti rusak tepat setelah tujuh hari, melainkan batas penyimpanan yang direkomendasikan untuk menjaga keamanan pangan.

USDA melalui Food Safety and Inspection Service (FSIS) juga memberikan rekomendasi yang sama. Telur rebus dapat disimpan di kulkas hingga tujuh hari, baik dalam keadaan masih bercangkang maupun sudah dikupas. Telur perlu dimasukkan ke dalam kulkas dalam waktu dua jam setelah dimasak.

Karena itu, menghitung masa simpan sebaiknya dimulai dari hari telur direbus, bukan dari hari ketika telur mulai dikupas atau ketika telur akan dimakan.

Mengapa Telur Rebus Tidak Bisa Disimpan Selama Telur Mentah?

Ada anggapan bahwa telur yang sudah direbus seharusnya lebih awet karena telah melalui proses pemanasan. Kenyataannya, setelah dimasak, telur menjadi makanan siap santap yang perlu mendapat perlakuan penyimpanan secara lebih hati-hati.

Good Housekeeping menjelaskan bahwa telur rebus memiliki masa simpan lebih pendek dibandingkan telur mentah. Setelah proses memasak, telur juga perlu segera didinginkan agar tidak terlalu lama berada dalam kondisi yang mendukung pertumbuhan bakteri.

Proses perebusan memang bertujuan memasak telur secara menyeluruh. FDA merekomendasikan telur dimasak sampai bagian putih dan kuningnya matang. Namun, keamanan makanan tidak hanya ditentukan oleh proses memasak. Setelah matang, telur masih dapat terkontaminasi apabila ditangani dengan tangan atau peralatan yang kurang bersih, atau dibiarkan terlalu lama dalam suhu ruang.

Karena itu, telur rebus sebaiknya diperlakukan seperti makanan matang lainnya: segera didinginkan, disimpan dalam wadah bersih, dan tidak dibiarkan berlama-lama di luar kulkas.

Suhu Kulkas Menentukan Daya Tahan Telur Rebus

Salah satu faktor terpenting dalam menjaga daya tahan telur rebus adalah suhu penyimpanan. FDA merekomendasikan kulkas berada pada suhu 40°F atau sekitar 4°C atau lebih rendah. Suhu rendah membantu memperlambat pertumbuhan sebagian besar bakteri yang dapat menyebabkan makanan rusak atau menimbulkan penyakit.

Kulkas yang terlalu hangat dapat membuat makanan lebih cepat mengalami penurunan kualitas. Karena itu, apabila tersedia, gunakan termometer khusus kulkas untuk memastikan suhunya tetap berada pada kisaran yang dianjurkan.

Telur rebus juga sebaiknya tidak terlalu sering dikeluarkan lalu dimasukkan kembali ke kulkas. Perubahan suhu dan waktu yang dihabiskan di luar kulkas dapat memengaruhi keamanan makanan.

Telur Rebus Boleh Disimpan dengan atau Tanpa Cangkang

Menariknya, rekomendasi FDA dan USDA tidak membedakan batas tujuh hari berdasarkan apakah telur masih bercangkang atau sudah dikupas. Keduanya dapat disimpan sampai satu minggu di dalam kulkas apabila ditangani dan disimpan dengan benar.

Meski demikian, menyimpan telur dengan cangkang memiliki keuntungan praktis. Cangkang membantu melindungi bagian dalam telur dari kontak langsung dengan lingkungan. Good Housekeeping juga menyarankan telur tetap berada dalam cangkangnya sampai akan dikonsumsi atau digunakan untuk mendapatkan kesegaran yang lebih baik.

Jika telur sudah dikupas, masukkan ke dalam wadah makanan yang tertutup rapat. Cara ini membantu mengurangi paparan terhadap udara, aroma makanan lain di dalam kulkas, serta potensi kontaminasi dari lingkungan penyimpanan.

Telur rebus yang masih bercangkang juga dapat ditempatkan dalam wadah tertutup. Yang paling penting adalah wadah dan tangan yang digunakan untuk menangani telur berada dalam kondisi bersih.

Jangan Membiarkan Telur Rebus Terlalu Lama di Suhu Ruang

Batas dua jam merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan ketika membicarakan daya tahan telur rebus. USDA menyebutkan bahwa telur rebus harus dimasukkan ke dalam kulkas dalam waktu maksimal dua jam setelah dimasak.

FDA memberikan panduan serupa untuk makanan yang mudah rusak. Makanan yang membutuhkan pendinginan, termasuk telur, tidak sebaiknya dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam. Jika suhu lingkungan mencapai lebih dari 90°F atau sekitar 32°C, batas tersebut menjadi satu jam.

Hal ini penting terutama di Indonesia yang memiliki suhu lingkungan relatif hangat. Telur rebus yang dibiarkan di meja makan, dalam tas, atau di dapur selama berjam-jam tidak dapat dianggap aman hanya karena sebelumnya sudah direbus.

Jika telur hendak dibawa sebagai bekal, gunakan tas pendingin atau cooler dengan ice pack agar suhunya tetap rendah. FDA juga menyarankan penggunaan wadah atau pendingin berinsulasi ketika membawa telur matang untuk piknik maupun bepergian.

Bagaimana Cara Menyimpan Telur Rebus agar Lebih Aman?

Penyimpanan yang tepat sebenarnya cukup sederhana. Setelah telur selesai direbus, dinginkan dan masukkan ke dalam kulkas sesegera mungkin, tanpa melewati batas waktu dua jam.

Untuk telur yang masih bercangkang, simpan dalam wadah makanan bersih atau tempat yang tidak mudah terkena tumpahan bahan makanan lain. Telur yang telah dikupas sebaiknya ditempatkan dalam wadah kedap atau tertutup.

Hindari menyimpan telur rebus di tempat yang sering mengalami perubahan suhu. USDA juga menyarankan agar makanan yang membutuhkan pendinginan tetap berada pada suhu 40°F atau lebih rendah.

Kebersihan tangan juga berperan. Cuci tangan sebelum dan sesudah menangani makanan. Peralatan, talenan, wadah, serta permukaan dapur yang digunakan untuk mengolah makanan sebaiknya dijaga kebersihannya. FDA memasukkan kebersihan tangan dan peralatan sebagai bagian penting dari praktik keamanan telur.

Apakah Telur Rebus yang Sudah Dikupas Lebih Cepat Rusak?

Telur rebus yang sudah dikupas tidak otomatis menjadi tidak aman dalam waktu singkat. FDA dan USDA tetap memberikan batas penyimpanan hingga tujuh hari untuk telur rebus, baik dikupas maupun tidak, selama penyimpanannya dilakukan dengan benar.

Perbedaannya lebih banyak berkaitan dengan kualitas dan perlindungan selama penyimpanan. Telur yang sudah dikupas memiliki bagian putih yang langsung terpapar lingkungan. Karena itu, telur kupas sebaiknya tidak dibiarkan terbuka begitu saja di dalam kulkas.

Gunakan wadah tertutup dan bersih. Pisahkan telur dari bahan makanan mentah yang berpotensi mencemari makanan siap santap. Kebiasaan sederhana tersebut membantu menjaga kualitas telur selama masa penyimpanan.

Ciri Telur Rebus yang Sebaiknya Tidak Dimakan

Bau merupakan salah satu tanda yang dapat membantu mengenali telur yang sudah mengalami kerusakan. Telur rebus yang mengeluarkan bau tidak sedap atau sangat menyengat sebaiknya dibuang. Perubahan tekstur, seperti menjadi berlendir, juga merupakan tanda yang patut diwaspadai.

Southern Living menyebutkan bau yang tidak normal serta perubahan tekstur seperti berlendir atau terlalu aneh sebagai alasan untuk membuang telur.

Namun, ada satu hal yang lebih penting: jangan mengandalkan bau atau tampilan semata untuk menentukan keamanan makanan. Good Housekeeping, dengan merujuk pada panduan FDA, mengingatkan bahwa makanan yang mengandung bakteri penyebab penyakit terkadang masih tampak dan berbau normal.

Karena itu, waktu dan suhu penyimpanan harus menjadi pertimbangan utama. Jika telur sudah disimpan lebih dari tujuh hari atau sebelumnya dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, lebih baik tidak mengambil risiko meskipun penampilannya masih terlihat baik.

Bolehkah Telur Rebus Dibekukan?

Menyimpan telur rebus di dalam freezer bukan pilihan yang dianjurkan. USDA tidak merekomendasikan pembekuan telur rebus karena kualitasnya dapat berubah setelah dicairkan.

Bagian putih telur khususnya dapat menjadi lebih keras dan berair setelah proses pembekuan dan pencairan. Southern Living dan Good Housekeeping sama-sama mencatat bahwa telur rebus tidak ideal untuk dibekukan karena perubahan tekstur tersebut.

Jika ingin menyiapkan telur untuk stok, pilihan yang lebih praktis adalah merebus secukupnya untuk kebutuhan sekitar satu minggu. Dengan begitu, kualitas telur tetap lebih baik dan penyimpanannya lebih mudah dikontrol.

Cara Sederhana Menghitung Batas Penyimpanan

Agar tidak lupa, tuliskan tanggal perebusan pada wadah penyimpanan. Misalnya, telur direbus pada Senin pagi. Selama telur segera didinginkan dan disimpan pada suhu kulkas yang sesuai, telur tersebut sebaiknya sudah dikonsumsi paling lambat sekitar Senin berikutnya.

Kebiasaan mencatat tanggal sangat berguna ketika membuat banyak telur sekaligus untuk persiapan makanan. Jangan menggunakan patokan “masih kelihatan bagus” untuk memperpanjang masa simpan setelah melewati batas yang direkomendasikan.

Pada akhirnya, daya tahan telur rebus adalah sekitar tujuh hari di dalam kulkas, tetapi angka tersebut berlaku dengan syarat telur ditangani secara aman sejak selesai dimasak. Jika telur sudah melewati batas waktu di suhu ruang, aturan tujuh hari tidak dapat digunakan untuk membenarkan konsumsinya.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menyimpan Telur

1. Berapa lama telur rebus bisa bertahan di kulkas?

Telur rebus dapat disimpan di dalam kulkas hingga tujuh hari setelah dimasak, baik masih dalam cangkang maupun sudah dikupas, selama penyimpanannya dilakukan dengan benar pada suhu sekitar 4°C atau lebih rendah.

2. Apakah telur rebus boleh dibiarkan di luar kulkas?

Sebaiknya tidak. Telur rebus dan makanan mudah rusak lainnya tidak boleh dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam. Jika suhu lingkungan mencapai lebih dari 32°C, batasnya menjadi sekitar satu jam.

3. Lebih baik menyimpan telur rebus dengan atau tanpa cangkang?

Keduanya dapat disimpan sampai tujuh hari apabila ditangani dengan benar. Namun, untuk mempertahankan kualitas, telur sebaiknya tetap dalam cangkang sampai akan dimakan. Telur yang sudah dikupas perlu ditempatkan dalam wadah tertutup dan bersih.

4. Apakah telur rebus bisa dibekukan?

Telur rebus tidak dianjurkan untuk dibekukan karena bagian putih telur dapat mengalami perubahan tekstur menjadi keras dan berair setelah dicairkan.

5. Bagaimana mengetahui telur rebus sudah tidak layak dimakan?

Telur dengan bau yang tidak normal, tekstur berlendir, atau perubahan kondisi yang mencurigakan sebaiknya dibuang. Namun, jangan hanya mengandalkan bau dan tampilan karena bakteri penyebab penyakit tidak selalu membuat makanan terlihat atau berbau buruk. Jika telur sudah melewati batas penyimpanan yang dianjurkan, pilihan paling aman adalah membuangnya.