Prabowo Minta Kajian Beri Bantuan Bahan Bangunan untuk Masyarakat

Selain memaparkan bantuan untuk perumahan, Presiden Prabowo Subianto juga memaparkan subsidi energi dan bantuan pangan untuk masyarakat.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 08:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Sosial dan Kementerian Perumahan Rakyat untuk mengkaji memberi bantuan berbentuk bahan bangunan di program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS). Hal ini agar penerima bantuan lebih banyak.

"Bantuan penerimaan perumahan stimulan swadaya Rp 20 juta, 400 ribu penerima manfaat. Menteri perumahan dan sosial, dikaji kembali apakah  ditambah penerima manfaat, sehingga indeksnya bisa dikurangi, kita tidak kasih uang tetapi kasih bahan. Kasih semen, kasih genteng, kayu, kasih baja ringan dan sebagainya supaya lebih banyak penerima,” ujar Prabowo, saat Sidang Kabinet Paripurna, dikutip Selasa (21/7/2026).

Ia menambahkan,  fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) mencapai Rp 720 ribu per bulan, untuk 1,7 juta rumah tangga.

Selain itu, Prabowo juga mengungkapkan sejumlah subsidi dan bantuan lainnya kepada masyarakat. Salah satunya subsidi LPG kepada 66,4 juta rumah tangga.

“Subsidi LPG 66,4 juta rumah tangga. Dua kali Malaysia. 12 kali Singapura. Boleh juga yah pemerintah RI. saudara bangga jadi menteri, bangga jadi pemerintah Indonesia, saudara tanpa kita sadari what we have achieve, dan saya selalu katakan mari kita sadar ini prestasi kita bersama dari zaman Bung Karno sampai sekarang,” kata Prabowo.

Selain itu, Prabowo mengatakan subsidi dan kompensasi solar 488 ribu rumah tangga. Lalu kompensasi pertalite Rp 980 ribu untuk 33.787364 juta rumah tangga.

"Subsidi dan kompensasi listrik Rp 130 ribu-Rp 150 ribu per bulan. 87 juta rumah tangga hampir seluruh rakyat Indonesia,” tutur dia.

Prabowo menambahkan, diskon tarif kereta api 1,3 juta penuumpang.Lalu  Diskon angkutan laut hampir Rp 500 rb, kemudian bantuan pangan 10 kg beras, 2 liter minyak untuk 3 bulan bagi 33,24 juta keluarga di desil 1,2,3,4. Menurut Prabowo, bantuan yang kepada masyarakat yang membutuhkan tersebut menunjukkan pemerintah Indonesia mampu.

“Tunjukkan negara mana seperti kita. Ada yang lebih hebat pasti. Tapi untuk bangsa Indonesia not bad. We are rich, we are richer, kita akan lebih kaya lagi,” kata dia.

Prabowo Kumpulkan Menteri-Wamen di Istana, Bahas Apa?

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan seluruh jajaran menteri, wakil menteri, hingga kepala badan dalam Kabinet Merah Putih (KMP). Presiden bakal melakukan evaluasi berbagai program pemerintah.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengatakan Prabowo ingin melalukan evaluasi terhadap program pemerintah yang sudah berjalan.

"Ya, seperti biasa, sidang kabinet sebagaimana yang selama ini dipimpin bapak Presiden tentu yang pertama dalam rangka melakukan evaluasi mengenai seluruh program-program kerja pemerintah," kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Dia mengatakan, dalam proses evaluasi pepgram kerja ini akan didiskusikan mengenai kendala yang dihadapi. Kemudian sederet kendala itu akan dicarikan solusinya bersama.

"Dalam prose evaluasi tentu seringkali dibicarakan atau didiskusikan mengenai hambatan-hambatan yang barangkali masih ada untuk kemudian dicarikan jalan keluar," tuturnya.

Prasetyo juga mengingatkan, Kepala Negara selalu menekankan pentingnya kerja sama dan bekerja keras untuk mempercepat capaian seluruh program kerja pemerintah.

Dia menjelaskan, sidang kabinet paripurna sebelumnya dilakukan pada 13 Maret 2026. Bertaut sekiar empat bulan hingga kali ini.

"Jadi, hari ini bapak Presiden mengadakan sidang kabinet paripurna, setelah yang terakhir kabinet paripurna kalau tidak salah di tanggal 13 Maret, kurang lebih 4 bulan yang lalu," jelas dia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6