Sukses

Polisi Tunggu Hasil DNA Kerangka Sopir Taksi Online di Parit

Liputan6.com, Banyuasin - Guna pastikan kerangka dalam parit merupakan sopir taksi online yang dirampok, polisi akan tes DNA pembanding. Sementara itu, polisi masih memburu satu pelaku.

Seperti ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, Selasa (3/4/2018), polisi membutuhkan sampel darah istri Tri Widyantoro, Rohana (43), dan dan anak lelaki korban, Muhammad Sabit (2) untuk sampel pembanding kelengkapan tes DNA. Selain itu polisi akan pemeriksaan gigi dan tulang-tulang korban.

Empat perampok dan pembunuhan telah ditangkap bersama dengan barang bukti berupa mobil dan telepon genggam. Namun polisi masih mengejar satu pelaku bernama Hengki.

Kasus pembunuhan dan perampokan terjadi pada 15 Februari 2018. Para tersangka telah merencanakan perampokan terhadap mobil korban, membunuh korban, dan membuang jasad korban jauh dari pemukiman warga di kawasan Parit Enam, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Korban ditemukan dalam kondisi telah menjadi kerangka. Polisi pun mengevakuasi 16 kerangka yang ditemukan di lokasi kejadian.