Ada Apa dengan Tanah Runtuh?

Bentrok antara aparat kepolisian dengan warga di Tanah Runtuh, Poso, Sulteng, masih menyimpan misteri. Belum jelas kenapa kawasan itu menjadi target kepolisian mencari pelaku rusuh Poso.

Diterbitkan 26 Oktober 2006, 05:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Poso: Sepekan sesudah penembakan Pendeta Irianto Kongkoli, kekerasan terus berlanjut di Poso, Sulawesi Tengah. Padahal polisi sudah menambah jumlah pasukan dan memperketat penjagaan. Selain rutin berjaga di berbagai sudut kota, awal pekan lalu polisi juga melakukan razia sepeda motor bodong di kawasan Tanah Runtuh. Razia digelar karena pelaku kekerasan selama ini selalu menggunakan sepeda motor.

Sumber SCTV menyebutkan, ketika pasukan Brigade Mobil (Brimob) berada di kawasan Tanah Runtuh terjadilah baku tembak. Muncul dua versi dalam kasus ini. Polisi mengaku langkah itu sebenarnya tak lebih dari razia biasa, sedangkan warga mengatakan itu adalah aksi pengepungan [baca: Warga Poso Bentrok Lagi dengan Polisi]. 

Kendati demikian polisi agaknya harus menjelaskan kenapa razia mesti dilakukan di Tanah Runtuh. Selain itu, jika benar polisi sudah mengetahui siapa pelaku tindak kekerasan selama ini, kenapa polisi kesulitan menangkapnya. Polisi juga dituntut untuk menjelaskan apakah Tanah Runtuh memang dicurigai sebagai tempat persembunyian kelompok yang selama ini melakukan aksi kekerasan di Poso.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6