Pesan-Pesan Terakhir Pengebom Jimbaran-Kuta

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengundang 12 ulama melihat rekaman video pernyataan ketiga pelaku bom bunuh diri di Kuta dan Jimbaran, Bali. Terdapat pernyataan pria bertopeng kupluk hitam yang diduga sebagai Noordin M. Top.

Diterbitkan 17 November 2005, 00:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Video rekaman pernyataan tiga pelaku Bom Bali Kedua sebelum menjalankan misi bom bunuh diri diputar di kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jakarta, Rabu (16/11). Rekaman pernyataan ketiga pelaku bom bunuh diri ini ditemukan di persembunyian Noordin M. Top di Semarang, Jawa Tengah, pekan silam [baca: Rekaman Video Pelaku Bom Bali II Ditemukan].

Wapres Jusuf Kalla menyaksikannya bersama 12 ulama. Antara lain dari sejumlah pesantren di Jawa Timur. Di antara mereka tampak Kiai Haji Mahmud (pengasuh Pondok Pesantren Chusnul Chotimah) dan K.H. Safi`udin Wahid dari Sampang (Madura). Hadir pula K.H. Nurchlis Abdul Malik dari Madura dan Mohammad Haris (pengasuh Ponpes An-Nur).

Adapun dalam rekaman yang berdurasi kurang lebih 15 menit ini, tampak wajah tiga pelaku serupa dengan pelaku bom bunuh diri di Jimbaran dan Kuta, Bali--yang selama ini dipublikasikan di berbagai media massa [baca: Pelaku Bom Bali Berusia Antara 20-25 Tahun]. Satu per satu mereka menyampaikan pesan. Pertama adalah seorang pria yang mengenakan pakaian gamis dan sorban. Dia menyampaikan alasan kelompoknya meneror. Teror itu sebagai peringatan bagi kaum kafir serta ulama dan orang-orang yang memusuhi Islam.

Rekaman selanjutnya menunjukkan seorang pria mengenakan jaket abu-abu dan kaos putih. Namun, pria ini lebih banyak meminta maaf kepada orang tua dan saudara-saudaranya. Terutama atas semua kesalahan dirinya selama ini, baik yang disengaja maupun tidak. Pria ini bahkan berharap keluarganya melunasi utangnya bila ada yang datang menagih.

Setelah itu, muncul seorang pria berkaos hitam dan bercelana jin mengucapkan terima kasih kepada ibunya. Ia juga mengatakan, Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan bahwa kekayaan yang sesungguhnya adalah kekayaan hati.

Kemudian muncul seorang pria mengenakan jaket hitam. Sambil duduk, dia menyampaikan sudah berada di surga saat rekaman ini diputar. Pesan ini disampaikan untuk saudara dan istrinya. Lelaki itu juga mengatakan, jangan pernah berpikir bahwa yang terbunuh di jalan Allah bakal mati, tapi hidup kembali.

Pria muda itu juga menyampaikan pandangannya. "Dalam Alquran dan hadis disebutkan bahwa roh seseorang syahid itu berada di dalam perut burung hijau yang terbang ke jannah (surga)," ucap lelaki tersebut.

Dalam rekaman itu juga terdapat pernyataan dari pria bertopeng hitam yang diduga sebagai Noordin Mohammad Top. Sebab, lelaki itu berbicara dengan logat Malaysia. Dia mengancam beberapa negara Barat, yakni Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Italia. Ia juga menyebutkan musuh-musuh yang diincar kelompoknya. "Adalah penolong-penolong dan pembantu-pembantu Presiden AS (Amerika Serikat) George Walker Bush dan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, penguasa kafir dan penguasa murtad yang menguasai kaum muslimin, yang mengejar ulama dan mujahidin," kata orang itu dengan nada dingin.

Selain itu, pria yang diduga Noordin memperingatkan bahwa Perdana Menteri Australia John Howard telah menuntun Negeri Kanguru menuju kegelapan. Begitu pula Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer. Lelaki bertopeng itu menambahkan, kecelakaan dan teror mujahidin akan terus berlangsung. Terutama selama negara-negara Barat masih menempatkan tentara mereka di Irak dan Afghanistan.

Usai menyaksikan rekaman video, para ulama mengatakan, isi pernyataan para pelaku Bom Bali II itu bukan bagian dari ajaran Islam yang benar. Menurut mereka, pelaku pengeboman itu telah menyelewengkan ajaran Islam. "Jihad itu bukan bunuh diri," kata K.H. Safi`udin Wahid.

Di kesempatan itu juga diputar video proses penyergapan Doktor Azahari bin Husin dan pengikutnya di Kota Batu, Jatim. Dalam penyergapan yang disertai baku tembak dan sebelas kali ledakan bom itu, Azahari dan seorang anggota kelompoknya akhirnya tewas [baca: Akhir Petualangan Doktor Pencabut Nyawa].(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6