Liputan6.com, Jakarta: Hasil ujian akhir nasional sekolah lanjutan tingkat pertama, sekolah menengah umum, dan kejuruan serentak diumumkan pada Kamis (30/6). Berdasarkan data Departemen Pendidikan Nasional, jumlah kelulusan siswa tingkat SLTP mencapai lebih dari 86 persen, SMU sebesar 79 persen, dan SMK adalah 77 persen. Persentase kelulusan ini menurun dibandingkan tahun ajaran 2003-2004 [baca: Hari Ini, Hasil UAN Diumumkan].
Penurunan angka kelulusan itu terjadi karena adanya konversi nilai yang diberlakukan pada tahun ajaran 2004-2005 ini. Kelulusan siswa tergantung pada nilai murni tiga pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Angka minimal kelulusan di tiga pelajaran ini adalah 4,26 atau meningkat dibanding tahun silam yaitu 4,01.
Penerapan patokan inilah yang berimplikasi pada kenaikan jumlah ketidaklulusan. Sebab, siswa yang memperoleh nilai jauh di atas rata-rata pada dua pelajaran tak akan lulus jika gagal mencapai angka minimal di satu pelajaran. Dengan kata lain, seorang siswa pandai atau juara kelas bisa saja tidak lulus jika salah satu dari tiga mata palajaran itu memperoleh nilai di bawah 4,26.
Di SMU Negeri 26 Tebet, Jakarta Selatan, misalnya, tujuh dari 224 siswa yang mengikuti ujian nasional tidak lulus. Siswa bernama Sahat mengatakan, cukup optimistis bisa lulus. Namun, kenyataannya dia gagal karena tersandung di satu pelajaran.
Di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, seluruh siswa SMU Trisula dan SMU YPK tidak lulus ujian akhir nasional. Data Dinas Pendidikan setempat mencatat 22,5 dari 7.281 siswa SLTP tak lulus dan 889 siswa tingkat SMU juga gagal.
Sedangkan Dinas Pendidikan Kota Kediri, Jatim, menyebutkan bahwa 575 orang atau 10,5 persen dari 5.478 siswa SLTP tak lulus. Sedang untuk tingkat SMU dan sederajat, angka ketidaklulusan mencapai 22,47 persen dari 9.040 siswa. Di Kabupaten Kediri 2.050 siswa SLTP dan 492 siswa SMU tak lulus.
Sementara di Makassar, Sulawesi Selatan, tingkat ketidaklulusan siswa mencapai sepuluh persen. Salah satu sekolah yang mengumumkan hasil UAN adalah SMU Negeri 6 Makassar. Di sekolah ini, hampir 30 persen siswanya dinyatakan tidak lulus atau 116 dari 421 siswa gagal.
Jumlah siswa yang tak lulus di Provinsi Yogyakarta mencapai 18.657 dari 86.818 yang terdaftar mengikuti UAN. Secara keseluruhan jumlah siswa yang gagal lolos ujian nasional mencapai sekitar 20 persen. Bagi mereka yang tidak lulus, pihak sekolah akan mengadakan ujian perbaikan pada Agustus mendatang.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)
Penurunan angka kelulusan itu terjadi karena adanya konversi nilai yang diberlakukan pada tahun ajaran 2004-2005 ini. Kelulusan siswa tergantung pada nilai murni tiga pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Angka minimal kelulusan di tiga pelajaran ini adalah 4,26 atau meningkat dibanding tahun silam yaitu 4,01.
Penerapan patokan inilah yang berimplikasi pada kenaikan jumlah ketidaklulusan. Sebab, siswa yang memperoleh nilai jauh di atas rata-rata pada dua pelajaran tak akan lulus jika gagal mencapai angka minimal di satu pelajaran. Dengan kata lain, seorang siswa pandai atau juara kelas bisa saja tidak lulus jika salah satu dari tiga mata palajaran itu memperoleh nilai di bawah 4,26.
Di SMU Negeri 26 Tebet, Jakarta Selatan, misalnya, tujuh dari 224 siswa yang mengikuti ujian nasional tidak lulus. Siswa bernama Sahat mengatakan, cukup optimistis bisa lulus. Namun, kenyataannya dia gagal karena tersandung di satu pelajaran.
Di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, seluruh siswa SMU Trisula dan SMU YPK tidak lulus ujian akhir nasional. Data Dinas Pendidikan setempat mencatat 22,5 dari 7.281 siswa SLTP tak lulus dan 889 siswa tingkat SMU juga gagal.
Sedangkan Dinas Pendidikan Kota Kediri, Jatim, menyebutkan bahwa 575 orang atau 10,5 persen dari 5.478 siswa SLTP tak lulus. Sedang untuk tingkat SMU dan sederajat, angka ketidaklulusan mencapai 22,47 persen dari 9.040 siswa. Di Kabupaten Kediri 2.050 siswa SLTP dan 492 siswa SMU tak lulus.
Sementara di Makassar, Sulawesi Selatan, tingkat ketidaklulusan siswa mencapai sepuluh persen. Salah satu sekolah yang mengumumkan hasil UAN adalah SMU Negeri 6 Makassar. Di sekolah ini, hampir 30 persen siswanya dinyatakan tidak lulus atau 116 dari 421 siswa gagal.
Jumlah siswa yang tak lulus di Provinsi Yogyakarta mencapai 18.657 dari 86.818 yang terdaftar mengikuti UAN. Secara keseluruhan jumlah siswa yang gagal lolos ujian nasional mencapai sekitar 20 persen. Bagi mereka yang tidak lulus, pihak sekolah akan mengadakan ujian perbaikan pada Agustus mendatang.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377480/original/078319600_1792466079-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/440976/original/300605bUjian.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)