Liputan6.com, Jakarta Resep Ayam Crispy Taiwan menjadi salah satu kreasi jajanan yang menarik untuk dibuat sendiri di rumah. Potongan dada ayam yang dipukul hingga tipis dan melebar, dibalut tepung bertekstur kasar, lalu digoreng sampai keemasan menghasilkan perpaduan renyah di luar dan gurih di dalam. Hidangan yang populer sebagai jajanan pasar malam Taiwan ini juga menggunakan bahan yang relatif mudah ditemukan, sehingga dapat disajikan tanpa teknik memasak yang terlalu rumit.
Di negara asalnya, hidangan ini dikenal sebagai ji pai atau da ji pai. Mengutip Omnivore's Cookbook, ayam goreng berukuran besar ini mulai populer sebagai jajanan cepat saji pada era 1990-an. Perkembangannya turut dipengaruhi hidangan seperti tonkatsu Jepang dan ayam goreng gaya Barat, sebelum kemudian memiliki karakter bumbu dan penyajian yang khas Taiwan.
Berbeda dari ayam goreng tepung biasa, ciri khas hidangan ini terletak pada lapisan tepung yang kasar dan renyah, sementara bagian dalamnya tetap gurih karena ayam terlebih dahulu dimarinasi dengan bumbu. Teknik memukul ayam hingga tipis juga membantu menghasilkan bentuk lebar yang menjadi karakter ji pai. Berikut panduan membuatnya di rumah, seperti dirangkum Liputan6.com.
Advertisement
Sekilas tentang Ayam Crispy Taiwan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357283/original/032071200_1790240577-ayam_crispi_taiwan4.jpeg)
Dilansir dari Tara's Multicultural Table, ji pai merupakan ayam goreng pipih berukuran besar yang populer sebagai jajanan kaki lima Taiwan. Potongan ayam dibuat tipis dan melebar, kemudian digoreng hingga lapisan luarnya renyah. Ukurannya yang besar membuat bagian tepung terasa lebih dominan dibanding ayam goreng dengan potongan tebal.
Hidangan ini kerap disamakan dengan popcorn chicken atau ayam goreng salt and pepper (yan su ji), padahal bentuk dan penyajiannya berbeda. Popcorn chicken dipotong kecil-kecil, sedangkan ji pai digoreng dalam bentuk lembaran lalu dipotong sebelum disajikan. Dibandingkan resep ayam tepung crispy rumahan, versi Taiwan memiliki karakter tekstur yang lebih khas berkat penggunaan tepung sagu atau tepung ubi serta tambahan bubuk ngohiong. Setelah mengenal cirinya, berikut resep sederhana yang bisa dicoba di rumah.
Info Resep Ringkas
- Porsi: 3 porsi
- Waktu persiapan: 25 menit (plus marinasi minimal 1 jam)
- Waktu memasak: 15 menit
- Tingkat kesulitan: Sedang
Advertisement
Resep Ayam Crispy Taiwan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5203800/original/085244000_1745984983-paha_ayam_fillet_yang_tidak_dimasak.jpeg)
Bahan utama
- 500 gram fillet dada ayam (2 potong besar)
- 700 ml minyak goreng untuk menggoreng
Bumbu marinasi
- 3 sdm kecap asin
- 1 sdm arak masak Tionghoa (opsional, bisa diganti 1 sdm air jeruk nipis)
- 1 sdt gula pasir
- 1/2 sdt bubuk ngohiong (lima rempah)
- 1/2 sdt merica putih bubuk
- 1/4 sdt baking soda
- 3 siung bawang putih, parut
- 1 sdt minyak wijen
- 1 butir telur, kocok lepas
Pelapis
- 150 gram tepung sagu atau tepung ubi kasar
- 2 sdm tepung maizena
Bumbu tabur
- 1/2 sdt garam
- 1/4 sdt merica putih bubuk
- 1/4 sdt bubuk ngohiong (lima rempah)
- 1/2 sdt bubuk cabai, sesuai selera
Kunci kerenyahan Ayam Crispy Taiwan terletak pada jenis pelapis yang digunakan. Mengutip I Heart Umami, tepung ubi kasar membantu menghasilkan permukaan bergerigi dan renyah tanpa tambahan remah roti. Sementara itu, sedikit baking soda pada marinasi membantu membuat tekstur dada ayam lebih lembut.
Jika tepung ubi kasar sulit ditemukan, tepung maizena dapat digunakan sebagai salah satu campuran pelapis. Mengutip Eat the Love, bahan ini memiliki karakter tekstur yang cukup mendekati untuk menghasilkan lapisan renyah. Anda juga dapat membuat campuran tepung crispy tahan lama sendiri atau mencoba membuat tepung bumbu ala Kentucky sebagai alternatif pelapis.
Cara Membuat Ayam Crispy Taiwan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357284/original/030721300_1790240578-ayam_crispi_taiwan_3.jpeg)
Sebelum dimarinasi, ayam dapat dilumuri air jeruk nipis untuk membantu mengurangi aroma amis, kemudian dibilas dan dikeringkan. Cara ini juga dapat diterapkan saat membuat ayam goreng tepung bebas bau amis. Proses marinasi yang cukup juga membantu bumbu meresap sekaligus membuat tekstur ayam lebih lembut, tanpa perlu mengungkep ayam agar cepat empuk. Setelah persiapan selesai, ikuti langkah berikut.
- Belah fillet dada ayam secara horizontal hingga menyerupai bentuk kupu-kupu. Pukul perlahan menggunakan pemukul daging sampai ketebalannya relatif rata, sekitar 1 cm.
- Campurkan kecap asin, arak masak atau air jeruk nipis, gula pasir, bubuk ngohiong, merica putih, baking soda, bawang putih parut, dan minyak wijen dalam wadah.
- Masukkan ayam dan lumuri seluruh permukaannya dengan bumbu. Tutup wadah, kemudian simpan di dalam kulkas minimal 1 jam atau semalaman agar bumbu lebih meresap.
- Campurkan garam, merica putih, bubuk ngohiong, dan bubuk cabai dalam mangkuk kecil. Aduk rata dan sisihkan untuk bumbu tabur.
- Kocok telur dalam wadah terpisah. Celupkan ayam yang telah dimarinasi ke dalam telur, lalu balurkan ke campuran tepung sagu atau tepung ubi dan maizena. Tekan-tekan perlahan agar pelapis menempel dan membentuk permukaan yang kasar.
- Panaskan minyak dalam wajan cekung hingga sekitar 170 derajat Celsius. Jika tidak memiliki termometer, cek panas minyak dengan mencelupkan ujung sumpit kayu; minyak yang siap biasanya menghasilkan gelembung kecil di sekitarnya.
- Goreng ayam satu per satu selama sekitar 5-7 menit hingga permukaannya keemasan dan bagian dalam matang. Hindari memasukkan terlalu banyak potongan sekaligus agar suhu minyak tidak turun drastis.
- Naikkan suhu minyak hingga sekitar 180 derajat Celsius, kemudian goreng kembali ayam selama kurang lebih 1 menit untuk membuat lapisannya semakin renyah.
- Angkat ayam dan letakkan di atas rak kawat agar minyak berlebih turun sekaligus memberi ruang bagi uap panas untuk keluar. Cara ini membantu menjaga lapisan tepung tetap garing.
- Potong ayam menggunakan gunting dapur menjadi beberapa bagian, kemudian taburkan campuran bumbu selagi ayam masih panas. Sajikan segera.
Mengacu pada Hungry Huy, metode penggorengan dua tahap membantu mendapatkan ayam yang matang di bagian dalam sekaligus renyah di luar. Penggorengan pertama digunakan untuk mematangkan daging, sedangkan suhu yang lebih tinggi pada tahap kedua membantu mengeringkan dan mengunci tekstur lapisan tepung.
Menjaga suhu minyak tetap stabil, sekitar 160-180 derajat Celsius, juga penting agar pelapis tidak cepat gosong sebelum bagian dalam ayam matang. Prinsip ini sejalan dengan tips menggoreng ayam agar tetap juicy. Jika tersedia, gunakan termometer dapur untuk memantau suhu minyak sehingga setiap tahap penggorengan lebih mudah dikontrol.
Tips agar Hasil Maksimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357285/original/032348400_1790240579-ayam_crispi_taiwan_1.jpeg)
- Pilih tepung yang tepat. Tepung sagu atau tepung ubi kasar menjadi pilihan untuk mendapatkan lapisan bergerigi dan renyah. Jika sulit ditemukan, maizena dapat digunakan sebagai campuran, sedangkan tepung terigu polos cenderung menghasilkan lapisan yang lebih padat.
- Gunakan baking soda secukupnya. Takaran sedikit sudah cukup membantu membuat dada ayam lebih empuk. Jangan berlebihan karena dapat meninggalkan rasa getir pada ayam.
- Pastikan minyak cukup panas. Suhu yang stabil membantu lapisan tepung matang merata tanpa membuat bagian luar cepat gosong. Hindari memenuhi wajan dengan terlalu banyak ayam karena suhu minyak bisa turun dan hasil gorengan menjadi kurang renyah.
- Utamakan deep fry untuk tekstur khas. Penggorengan dengan minyak yang cukup membuat seluruh permukaan ayam terendam sehingga kerak dapat matang lebih merata. Air fryer tetap bisa digunakan untuk memanaskan kembali, tetapi hasil lapisannya dapat berbeda dari ayam yang baru digoreng.
- Tiriskan menggunakan rak kawat. Setelah diangkat, letakkan ayam di atas rak agar uap panas dan minyak berlebih dapat keluar. Hindari menumpuk ayam di atas tisu karena uap yang terperangkap dapat membuat bagian bawah cepat melempem.
- Jangan langsung menumpuk ayam. Beri sedikit ruang di antara potongan setelah digoreng agar udara dapat bersirkulasi. Perpaduan marinasi dan teknik pelapisan yang tepat juga menjadi bagian penting untuk menghasilkan ayam goreng tepung yang renyah lebih lama.
Penyimpanan dan Menghangatkan Kembali
Jika masih tersisa, Ayam Crispy Taiwan dapat disimpan dalam wadah kedap udara di dalam kulkas hingga sekitar 3 hari. Merujuk CJ Eats Recipes, ayam kemudian dapat dihangatkan menggunakan air fryer selama sekitar 8-10 menit atau oven bersuhu tinggi agar lapisan luarnya kembali renyah.
Hindari memanaskan ayam terlalu lama karena bagian daging bisa menjadi kering. Penggunaan oven atau air fryer lebih sesuai untuk mengembalikan tekstur renyah dibandingkan memanaskannya kembali dalam minyak terlalu lama.
Advertisement
Variasi dan Substitusi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357286/original/004164100_1790240580-ayam_crispi_taiwan2.jpeg)
Versi popcorn chicken (yan su ji). Jika ingin sajian yang lebih praktis, ayam dapat dipotong menjadi ukuran sekali gigit sebelum dibalut dan digoreng. Versi ini biasanya disajikan bersama daun kemangi goreng dan taburan jiao yan. Mengutip What Sharon Eats, jiao yan merupakan perpaduan garam, merica Sichuan sangrai, merica putih, dan bubuk lima rempah yang memberikan rasa gurih sekaligus aroma khas.
Versi lebih harum dan bersaus. Karakter ayam goreng ini juga dapat disesuaikan dengan selera. Tambahkan irisan daun jeruk untuk menghadirkan aroma segar seperti pada resep ayam crispy daun jeruk, atau sajikan bersama saus gurih dan pedas seperti inspirasi ayam merah putih crispy.
Versi untuk menu utama atau camilan. Ayam Crispy Taiwan tidak harus selalu disantap sebagai jajanan. Potongannya bisa dijadikan lauk bersama nasi uduk ayam crispy, atau disajikan sebagai bagian dari menu camilan saat berkumpul bersama keluarga dengan tambahan terong gulung isi ayam.
Dengan ayam yang dipukul hingga tipis, marinasi berbumbu, serta lapisan tepung yang digoreng hingga renyah, sajian khas Taiwan ini dapat dibuat dengan mudah di dapur rumah. Sajikan selagi hangat bersama taburan bumbu dan cabai sesuai selera untuk mendapatkan tekstur kriuk yang paling nikmat.
Â
Tanya Jawab Ayam Crispy Taiwan
1. Apa yang membuat Ayam Crispy Taiwan berbeda dari ayam goreng biasa?
Ayam Crispy Taiwan menggunakan potongan dada ayam yang dipukul hingga tipis dan melebar, kemudian dilapisi tepung bertekstur kasar sebelum digoreng. Bentuk tersebut membuat permukaannya memiliki lebih banyak bagian renyah dibandingkan ayam goreng dengan potongan tebal.
2. Apa tepung yang digunakan untuk membuat Ayam Crispy Taiwan?
Tepung sagu atau tepung ubi kasar dapat digunakan untuk menghasilkan lapisan bergerigi dan renyah yang menjadi ciri khasnya. Jika sulit ditemukan, tepung maizena dapat dicampurkan sebagai alternatif untuk membantu mendapatkan tekstur yang garing.
3. Mengapa Ayam Crispy Taiwan digoreng dua kali?
Penggorengan dua tahap membantu mendapatkan ayam yang matang hingga bagian dalam sekaligus memiliki lapisan luar yang lebih renyah. Penggorengan pertama dilakukan dengan suhu sedang untuk mematangkan ayam, kemudian penggorengan kedua dengan suhu lebih tinggi membantu menguatkan kerenyahan lapisannya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357195/original/038011000_1790236151-HOAX__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5372348/original/034637900_1759740027-meteor_jatuh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1762259/original/059215600_1510028487-20171107-Siraman-Kahiyang-Selesai_-Jokowi-Salami-Tamu-yang-Pulang-Angga-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357131/original/047451800_1790234905-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344188/original/080701800_1788938457-01M20X6AMSNAG8TEBBVR8H3M03.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295711/original/091581500_1783939817-Untitledh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356916/original/057197900_1790226165-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357102/original/068801000_1790233924-Tumis_telur_puyuh_sayur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356377/original/065475200_1790160669-Croball-All-Varian-polos.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2552130/original/036201000_1545216786-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356266/original/071446900_1790156963-hl2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355859/original/068699900_1790144901-68374b2f-4d1a-486d-9898-126fd979c333.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344180/original/032017100_1788938450-01M20X2WTRYWXKMYW1PJTHDWQ4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344195/original/081542200_1788938475-01M20WYDC43DT9SJA8SQEH4TQC.jpg)