Tren Kopi 2027 Diprediksi Makin Berwarna, Rasa Bunga dan Kreasi Berlapis Bakal Jadi Favorit

Persaingan kedai kopi mendorong pelaku usaha terus berinovasi. Pemilihan biji, tekstur, hingga preferensi konsumen menjadi perhatian dalam meracik menu baru.

Diterbitkan 07 November 2026, 07:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kopi kini tidak lagi sekadar menjadi teman untuk mengusir kantuk. Di kalangan generasi muda, aktivitas ngopi berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus ruang untuk mengeksplorasi cita rasa baru.

Perubahan selera tersebut turut membuka peluang bagi eksplorasi bahan dan racikan baru. Co-founder Anomali Coffee, Irvan Helmi, mengungkapkan arah perkembangan tren kopi untuk 2027.

"Trennya akan mengarah ke yang berbunga-bungaan atau masih ke daun-daunan. Jadi mint atau rasa-rasa bunga," katanya saat jumpa pers di Banten, Rabu, 4 November 2026.

Prediksi ini muncul setelah matcha dan ube mencuri perhatian sepanjang tahun ini. Selain menghadirkan profil rasa baru, pelaku industri juga mulai melirik proses fermentasi biji kopi dengan metode khusus untuk menghasilkan karakter rasa yang lebih beragam.

Eksplorasi tersebut tidak hanya menyentuh racikan utama. Komponen minuman seperti foam juga berpeluang menjadi ruang kreasi baru. "Bayangkan foam-nya nanti ada rasa bunga atau hints of mint, misalnya," ucap Irvan.

Menjamurnya coffee shop di berbagai daerah membuat pelaku usaha perlu terus menghadirkan sesuatu yang berbeda untuk menarik konsumen. Inovasi menu menjadi salah satu cara untuk menciptakan pengalaman baru bagi pelanggan.

Meski begitu, kreativitas dalam meracik minuman tetap perlu diimbangi dengan harga yang kompetitif agar dapat menjangkau lebih banyak kalangan. Irvan menyoroti ketatnya persaingan industri kopi di Indonesia yang memiliki sekitar 400 ribu kedai kopi. 

Indonesia Jadi Pasar Kedai Kopi yang Kompetitif

"Kompetisi itu sekarang lagi seru-serunya. Kalau kompetisi lagi seru-serunya, apa yang kita mesti cari? Partner yang seru juga. Biar bantu bisnis kita untuk bisa berinovasi, produknya seru, tapi juga ekonomi kita meningkat," sebut Irvan.

Di tengah persaingan tersebut, setiap kedai kopi perlu membangun karakter dan keunikan tersendiri. Ciri khas produk menjadi salah satu faktor yang dapat membuat konsumen memiliki alasan untuk kembali dan memilih satu kedai dibandingkan yang lain.

"Pelaku usaha memang harus terus berinovasi. Jika tidak memiliki pembeda dari merek lain, konsumen tentu tidak memiliki alasan khusus untuk memilih produk yang ditawarka," ujarnya. Selain eksplorasi rasa, tekstur dan tampilan minuman juga diperkirakan menjadi bagian penting dari tren kopi 2027.

Terus Berinovasi

Media sosial turut membuat tampilan visual dan keunikan tekstur menjadi aspek yang semakin diperhatikan dalam kreasi minuman. Irvan memperkirakan kedua unsur tersebut akan menjadi bagian dari tren kopi pada 2027.

Untuk mengikuti perubahan selera tersebut, pelaku usaha perlu cermat memilih bahan baku yang dapat mendukung kreasi rasa sekaligus menghasilkan tekstur sesuai konsep minuman. Pemilihan produk juga menjadi pertimbangan dalam mengembangkan menu yang mampu mengikuti tren tanpa mengabaikan kebutuhan operasional kedai.

Menurut dia, menjalin kerja sama dengan mitra yang tepat dapat membantu coffee shop memperoleh dukungan dalam memilih bahan dan mengembangkan produk. Dengan begitu, pelaku usaha memiliki ruang untuk terus berkreasi di tengah perubahan tren industri kopi.

Mendengarkan Konsumen

Memahami kebutuhan konsumen menjadi salah satu kunci bagi pelaku usaha untuk mempertahankan relevansi di tengah perubahan tren kopi. Irvan menilai, mendengarkan masukan pelanggan perlu dilakukan secara konsisten sebelum menentukan arah pengembangan produk.

"Tapi enggak bisa serta-merta suara customer itu kita langsung bikin jadi keputusan. Kita mesti aktif dengar, dengar sama dengar," sebut dia.

Selain memahami preferensi pasar, pemilihan biji kopi juga berperan dalam membentuk karakter minuman. Biji dengan profil rasa fruity atau floral, misalnya, dapat dipadukan dengan tekstur creamy tanpa menghilangkan karakter buahnya.

Sementara itu, pencinta kopi dengan cita rasa klasik dapat menikmati racikan berbasis arabika dan robusta yang menghadirkan karakter lebih pahit. Perbedaan profil biji tersebut memberi ruang bagi kedai kopi untuk menawarkan pilihan rasa sesuai selera pelanggan.