Apakah Concealer Bisa Dijadikan Foundation? Ini Cara Pakai dan Tips dari Ahli

Apakah concealer bisa dijadikan foundation? Simak jawaban ahli, cara aman memakainya, plus tips memilih shade agar hasil riasan tetap natural dan flawless.

Diterbitkan 04 September 2026, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Apakah concealer bisa dijadikan foundation? Jawaban singkatnya bisa, asalkan kamu menggunakan formula dan teknik aplikasi yang tepat.

Concealer memiliki tekstur lebih pekat dan lebih berpigmen dibanding foundation. Karena itu, wajar bila banyak orang bertanya apakah concealer bisa dijadikan foundation untuk riasan sehari-hari.

Berdasarkan IPSY, sebagian orang bahkan memilih tidak memakai foundation sama sekali dan cukup mengandalkan concealer untuk menyamarkan noda sekaligus meratakan warna kulit.

Cara Menggunakan Concealer sebagai Foundation

Sebelum praktik, pahami dulu bahwa jawaban atas apakah concealer bisa dijadikan foundation sangat bergantung pada persiapan kulit dan cara membaurkan produk. Sara Wren, Director of Artistry Milk Makeup, dikutip dari Milk Makeup, menyatakan, "Saat memakai concealer ke seluruh wajah, kamu tetap bisa mendapatkan tampilan coverage medium hingga penuh layaknya foundation dengan sedikit teknik pembauran." Kuncinya ada pada disiplin memakai produk secukupnya serta menguasai cara pakai concealer yang tepat.

Mengutip L'Oreal Paris, hasil paling mulus diperoleh bila kamu memulai dari kulit yang bersih dan terhidrasi, serta mengaplikasikan tabir surya berspektrum luas sebelum riasan pada pagi hari.

  1. Bersihkan dan lembapkan kulit: Pastikan kulit dalam keadaan lembap dan terlindungi sebelum riasan. Untuk pemilik kulit berminyak, tetap gunakan pelembap, sebab para MUA menyarankan memakai pelembap sebelum makeup agar concealer menempel rata.

  2. Gunakan primer: Aplikasikan primer wajah untuk menyamarkan pori dan menciptakan permukaan halus supaya concealer tidak mudah creasing.

  3. Aplikasikan dengan prinsip less is more: Bubuhkan concealer hanya pada area yang butuh, seperti sekitar hidung, bawah mata, dan noda. Penata rias Spickard, dikutip dari Makeup.com by L'Oreal, menyarankan, "Gunakan tepukan ringan concealer untuk menutupi perubahan warna, noda, atau area yang ingin diratakan." Kamu juga bisa mempelajari teknik mengaplikasikan concealer agar hasilnya rapi.

  4. Baurkan dengan spons lembap: Ratakan produk dengan beauty blender yang sudah dibasahi, tepuk-tepuk perlahan agar menyatu tanpa menghapus coverage.

  5. Bangun coverage bertahap: Tambahkan lapisan tipis hanya bila diperlukan. Menumpuk produk sekaligus justru membuat riasan tebal dan tidak natural.

  6. Kunci riasan: Akhiri dengan mengunci riasan dengan bedak tabur dan setting spray. Untuk kulit berminyak, bedak tabur sering menjadi pilihan lebih baik karena mampu menyerap minyak.

Cara Memilih Concealer yang Tepat sebagai Pengganti Foundation

Memilih produk yang pas menentukan berhasil atau tidaknya percobaan apakah concealer bisa dijadikan foundation. Salah pilih shade atau formula bisa membuat wajah tampak abu-abu dan tidak merata. Karena itu, luangkan waktu untuk memilih concealer yang tepat sebelum menjadikannya base.

Ehlie Luna, penata rias profesional, dikutip dari Marie Claire, mengatakan, "Saat menyamarkan area wajah, kamu bahkan bisa memilih concealer krim, sementara tekstur cair lebih cocok untuk area bawah mata." Dilansir dari Maybelline, concealer umumnya lebih kental dan lebih berpigmen daripada foundation sehingga dapat terlihat cakey jika ditumpuk ke seluruh wajah.

  1. Cocokkan shade dengan warna kulit: Berbeda dengan pemakaian di bawah mata, pilih concealer sesuai warna kulit, bukan yang lebih terang. Kenali undertone kulit agar hasil menyatu, dan hindari concealer abu-abu di bawah mata akibat warna terlalu putih.

  2. Tentukan tingkat coverage dan finish: Sesuaikan tingkat coverage dengan kebutuhan. Finish matte cocok untuk kulit berminyak, sedangkan dewy lebih pas untuk kulit kering.

  3. Pilih formula sesuai jenis kulit: Pahami jenis concealer berdasarkan teksturnya. Concealer cair yang ringan cocok untuk coverage natural, sementara krim memberi hasil lebih menutup.

  4. Pertimbangkan formula berbahan skincare: Banyak concealer masa kini berbasis serum dan mengandung bahan seperti hyaluronic acid, sehingga terasa ringan dan tidak cepat menumpuk di garis halus saat dipakai ke seluruh wajah.

  5. Uji sebelum yakin: Swatch di garis rahang dan tunggu beberapa menit untuk melihat warna sebenarnya. Bila butuh inspirasi produk, tengok rekomendasi concealer terbaik yang beredar.

Kelebihan dan Kekurangan Memakai Concealer sebagai Foundation

Seperti produk lain, menjadikan concealer sebagai base punya sisi baik dan buruk. Hannah Martin, penata rias sekaligus penulis, dikutip dari Marie Claire UK, mengungkapkan, "Jika klien berkulit lebih berminyak atau saya butuh riasan lebih tahan lama, saya memakai Lancome, NARS, atau bahkan cukup concealer di seluruh wajah." Jadi, apakah concealer bisa dijadikan foundation memang mungkin, selama kamu memahami plus minusnya berikut.

Teknik spot-treatment dengan concealer diyakini membuat kulit lebih leluasa bernapas sekaligus menghemat produk. Robert Sesnek, penata rias asal Los Angeles, dikutip dari Raydar Magazine, mengatakan, "Saya hanya menggunakan concealer untuk meratakan warna kulit pada banyak klien saya." Meski begitu, sebagaimana dilaporkan NBC News, dokter kulit bersertifikat menyarankan memilih concealer berlabel non-comedogenic dan bebas minyak, karena formula krim yang tebal dan oklusif berpotensi menyumbat pori serta memicu jerawat.

  • Menghemat waktu dan produk: Kamu memangkas satu langkah riasan karena satu produk menutup noda sekaligus meratakan warna. Ini praktis untuk bepergian atau pagi yang terburu-buru.

  • Coverage tinggi untuk noda membandel: Berkat pigmen yang pekat, concealer efektif menutup bekas jerawat dan lingkaran hitam. Ketahui lebih banyak fungsi concealer yang membuatnya serbaguna.

  • Hasil ringan dan natural: Dipakai tipis, concealer memberi kesan kulit asli yang cocok untuk riasan natural tanpa terlihat menor.

  • Ramah untuk kulit berminyak: Formula matte membantu mengontrol kilap sehingga wajah tidak cepat mengilap sepanjang hari.

  • Berisiko cakey bila berlebihan: Karena teksturnya tebal, menumpuk concealer ke seluruh wajah mudah membuat riasan menggumpal dan terlihat berat.

  • Berpotensi menyumbat pori: Pemakaian penuh dalam jangka panjang bisa menyumbat pori bila formulanya oklusif, jadi utamakan yang non-comedogenic.

  • Cenderung lebih boros: Kemasan concealer lebih kecil dan sering lebih mahal, sehingga memakainya untuk seluruh wajah kurang ekonomis dibanding foundation.

  • Kadang butuh beberapa shade: Agar wajah tidak tampak flat, kamu mungkin perlu dua sampai tiga warna, satu lebih terang untuk highlight dan satu lebih gelap untuk contour.

Pada akhirnya, apakah concealer bisa dijadikan foundation kembali pada kebutuhan dan preferensimu. Untuk tampilan ringan atau saat kepepet, concealer bisa menyelamatkan riasan; namun untuk coverage seluruh wajah yang benar-benar merata dan tahan lama, foundation tetap lebih ideal. Cobalah bereksperimen sedikit demi sedikit sampai menemukan teknik yang paling nyaman untukmu.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Concealer sebagai Foundation

Apakah concealer bisa dipakai tanpa foundation?

Bisa. Untuk tampilan natural atau sekadar menutup noda dan lingkaran hitam, concealer dapat dipakai sendiri tanpa foundation, asalkan diaplikasikan tipis pada area yang membutuhkan dan dibaurkan dengan baik.

Apa perbedaan concealer dan foundation?

Foundation berfungsi meratakan warna kulit seluruh wajah dengan tekstur lebih ringan, sedangkan concealer lebih pekat dan berpigmen untuk menyamarkan noda tertentu seperti bekas jerawat dan mata panda secara terfokus.

Concealer atau foundation dulu yang dipakai?

Umumnya foundation dulu untuk membentuk base yang merata, baru concealer di area yang butuh coverage ekstra. Dengan urutan ini, pemakaian concealer jadi lebih hemat dan hasil riasan tidak menggumpal.