Resep Tempe Mendol agar Tidak Hancur, Gurih, Padat, dan Renyah ala Khas Malang

Ketahui tips penting dan resep lengkap membuat tempe mendol khas Malang yang padat, gurih, dan tidak mudah hancur saat digoreng, termasuk teknik mengolah tempe

Diterbitkan 01 Agustus 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Resep tempe mendol agar tidak hancur menjadi informasi yang banyak dicari, terutama bagi pencinta kuliner khas Malang yang ingin membuatnya sendiri di rumah. Meski terlihat sederhana, banyak orang mengalami kendala karena mendol mudah pecah saat digoreng atau teksturnya terlalu lembek.

Padahal, kunci membuat mendol yang padat dan tetap renyah bukan hanya terletak pada bumbu, tetapi juga teknik mengolah tempe, membentuk adonan, hingga cara menggorengnya. Dengan langkah yang tepat, mendol bisa tetap utuh meski tanpa banyak tambahan tepung.

Jika Anda ingin menghadirkan lauk sederhana yang kaya cita rasa, simak resep dari Liputan6.com berikut beserta tips penting agar hasilnya gurih, padat, dan tidak mudah hancur saat digoreng, Sabtu (1/8/2026).

Resep Tempe Mendol agar Tidak Hancur

Mendol merupakan salah satu kuliner legendaris dari Malang, Jawa Timur. Berbeda dengan perkedel atau bakwan, mendol memiliki tekstur khas yang masih memperlihatkan butiran kedelai tempe sehingga terasa lebih berkarakter saat dikunyah. Cita rasanya didominasi perpaduan gurih tempe, aroma kencur, ketumbar, dan daun jeruk yang membuatnya semakin menggugah selera.

Agar hasilnya sesuai harapan, perhatikan setiap tahap pembuatannya berikut ini.

Bahan-bahan

Siapkan bahan berikut sebelum mulai memasak.

  • 5 buah tempe daun
  • 2 cabai merah keriting, iris tipis
  • 2 siung bawang merah
  • 1 siung bawang putih
  • 1 ruas kencur
  • 1 sendok teh ketumbar
  • 3 lembar daun jeruk, buang tulangnya lalu iris tipis
  • ½ sendok teh garam
  • ½ sendok teh gula pasir
  • ½ sendok teh kaldu bubuk
  • 1 sendok makan tepung terigu atau tepung maizena
  • 1 butir telur (opsional, gunakan sedikit bila diperlukan)
  • Minyak goreng secukupnya

Langkah 1. Haluskan Tempe dengan Tekstur Kasar

Langkah pertama dalam resep tempe mendol agar tidak hancur adalah menghaluskan tempe menggunakan ulekan. Hindari menghaluskannya sampai benar-benar lembut karena tekstur butiran kedelai justru menjadi ciri khas mendol khas Malang. Tekstur yang sedikit kasar juga membuat hasil akhirnya lebih nikmat dan tidak seperti perkedel.

Apabila menggunakan tempe yang cukup matang atau semangit ringan, cita rasanya akan semakin kuat. Namun, pastikan tempe masih layak dikonsumsi dan tidak berjamur.

Langkah 2. Haluskan Bumbu

Ulek bawang merah, bawang putih, kencur, dan ketumbar hingga halus. Setelah itu, campurkan bumbu dengan tempe yang telah dihaluskan kasar.

Masukkan irisan cabai merah, daun jeruk, garam, gula, dan kaldu bubuk. Aduk hingga semua bahan tercampur rata sehingga setiap bagian adonan memiliki rasa yang seimbang.

Langkah 3. Tambahkan Perekat Secukupnya

Salah satu penyebab mendol mudah hancur adalah adonan yang terlalu longgar. Executive Chef Hotel Santika Premiere Malang, Sujak, menyarankan penggunaan tepung maizena atau telur hanya sebagai perekat tambahan, bukan bahan utama.

Cukup tambahkan sekitar satu sendok makan tepung. Jika ingin memakai telur, tuangkan telur kocok sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan terasa padat. Hindari menuangkan seluruh telur sekaligus karena adonan bisa menjadi terlalu lembek dan sulit dibentuk.

Langkah 4. Uleni Hingga Padat

Setelah semua bahan tercampur, remas dan tekan adonan menggunakan tangan hingga benar-benar menyatu. Tahap ini sering dianggap sepele, padahal sangat menentukan hasil akhir.

Adonan yang padat akan lebih mudah dibentuk dan tidak mudah retak ketika masuk ke dalam minyak panas. Bila masih terasa terlalu basah, tambahkan sedikit tepung maizena, tetapi jangan berlebihan agar rasa tempenya tetap dominan.

Langkah 5. Bentuk Mendol dengan Kepalan yang Rapat

Ambil adonan secukupnya, lalu kepal sambil ditekan hingga padat. Bentuk memanjang atau lonjong dengan kedua ujung sedikit meruncing sesuai bentuk mendol tradisional.

Teknik mengepal hingga padat membantu mengeluarkan rongga udara di dalam adonan. Cara sederhana ini membuat mendol lebih kokoh dan tidak mudah pecah saat digoreng.

Langkah 6. Goreng dalam Minyak yang Benar-benar Panas

Tahapan ini menjadi salah satu rahasia penting dalam resep tempe mendol agar tidak hancur. Panaskan minyak dalam jumlah cukup hingga benar-benar panas sebelum mendol dimasukkan.

Minyak yang panas akan langsung membentuk lapisan luar yang garing sehingga adonan cepat terkunci. Gunakan api sedang cenderung besar di awal penggorengan, lalu kecilkan sedikit bila diperlukan agar bagian luar matang merata tanpa gosong.

Jangan terlalu sering membolak-balik mendol. Biarkan salah satu sisi mengeras terlebih dahulu sebelum dibalik secara perlahan menggunakan spatula.

Langkah 7. Angkat Saat Berwarna Kecokelatan

Setelah seluruh permukaan berubah menjadi cokelat keemasan, angkat mendol dan tiriskan di atas rak atau tisu dapur.

Mendol paling nikmat disantap dalam keadaan hangat. Tekstur luarnya renyah, sementara bagian dalam tetap lembut dengan butiran kedelai yang masih terasa.

Tips agar Tempe Mendol Tidak Hancur

Selain mengikuti resep, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar hasilnya benar-benar maksimal.

1. Jangan Menghaluskan Tempe Terlalu Lembut

Tekstur kasar membuat adonan lebih kokoh sekaligus mempertahankan cita rasa khas tempe. Mendol yang terlalu lembut justru lebih mudah retak saat digoreng.

2. Gunakan Tepung Secukupnya

Terlalu banyak tepung akan mengubah karakter mendol menjadi keras dan mengurangi rasa gurih tempe. Tepung hanya berfungsi sebagai perekat tambahan.

3. Padatkan Saat Membentuk

Semakin rapat adonan saat dikepal, semakin kecil kemungkinan mendol pecah ketika terkena minyak panas.

4. Pastikan Minyak Sudah Panas

Jangan memasukkan mendol ke minyak yang masih hangat. Suhu minyak yang tinggi membantu permukaan mendol cepat mengeras sehingga bentuknya tetap utuh.

5. Jangan Terlalu Sering Dibalik

Biarkan satu sisi matang terlebih dahulu. Membalik mendol terlalu cepat membuat permukaannya mudah robek dan akhirnya hancur.

Cara Menyajikan Mendol

Mendol biasanya disajikan sebagai lauk pendamping nasi hangat. Di Malang, hidangan ini sering menemani seporsi pecel, rawon, sayur lodeh, hingga nasi jagung.

Rasa gurih dan aroma rempahnya juga cocok dipadukan dengan sambal terasi atau sambal bawang. Bahkan, banyak orang menikmati mendol sebagai camilan sore karena tetap lezat meski tanpa lauk tambahan.

Pertanyaan Seputar Mendol

1. Mengapa mendol saya selalu hancur saat digoreng?

Biasanya karena adonan terlalu lembek, kurang dipadatkan saat dibentuk, atau minyak belum cukup panas ketika mulai menggoreng.

2. Apakah wajib menggunakan telur?

Tidak. Telur hanya berfungsi sebagai perekat tambahan. Jika adonan sudah padat, mendol tetap bisa dibuat tanpa telur.

3. Lebih baik memakai tepung terigu atau maizena?

Keduanya bisa digunakan, tetapi maizena umumnya membantu merekatkan adonan tanpa membuat teksturnya terlalu berat. Gunakan dalam jumlah sedikit.

4. Apakah tempe harus dihaluskan sampai lembut?

Tidak. Justru tekstur kasar merupakan ciri khas mendol yang membuat rasa tempe dan butiran kedelainya masih terasa.

5. Mendol cocok disajikan dengan lauk apa?

Mendol sangat cocok disantap bersama nasi hangat, pecel, rawon, sayur lodeh, sambal terasi, atau dijadikan camilan gurih saat masih hangat.

Â