Liputan6.com, Jakarta - Sate bukan hanya identik dengan daging ayam atau kambing. Di Solo, Jawa Tengah, ada sajian legendaris yang lahir dari kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan bahan sederhana, yaitu sate kere.
Berbeda dari sate pada umumnya, makanan ini menggunakan potongan tempe gembus yang ditusuk layaknya sate ayam, kemudian dibakar dan disajikan dengan siraman bumbu kacang yang gurih-manis. Sekilas tampilannya bahkan mirip sate ayam, sehingga banyak orang penasaran mencicipinya.
Jika ingin mencicipinya tanpa harus pergi ke Solo, Anda bisa membuat sendiri di rumah. Prosesnya cukup mudah dengan bahan-bahan yang sederhana. Berikut resep sate kere tempe gembus khas Solo, dirangkum Liputan6.com, Kamis (30/7/2026).
Advertisement
Asal Usul Sate Kere
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311341/original/068663200_1785399657-fda1eb4a-c45e-4593-89f2-855f73150983.jpg)
Dalam bahasa Jawa, kata kere berarti miskin atau tidak mampu. Nama tersebut merujuk pada bahan utama yang digunakan sebagai pengganti daging, yaitu tempe gembus. karena harganya jauh lebih murah dibandingkan daging sapi maupun kambing.
Pada masa itu, daging merupakan bahan pangan yang tergolong mahal sehingga tidak semua orang mampu membelinya. Untuk tetap bisa menikmati sajian mirip sate, masyarakat memanfaatkan bahan-bahan yang lebih terjangkau. Tempe gembus, yang dibuat dari ampas tahu hasil pengolahan kedelai, menjadi salah satu pilihan karena mudah didapat, mengenyangkan, dan mampu menyerap bumbu dengan baik.
Meski berasal dari makanan rakyat, sate kere tidak dibuat seadanya. Tempe gembus terlebih dahulu dibumbui hingga meresap, kemudian ditusuk seperti sate ayam dan dibakar di atas bara api. Setelah matang, sate disajikan dengan siraman bumbu kacang yang gurih dan manis, sehingga tampilannya sekilas menyerupai sate ayam.
Seiring waktu, sate kere berkembang dari makanan alternatif menjadi salah satu kuliner khas Solo yang banyak dicari wisatawan. Kini, hidangan ini tidak lagi identik dengan makanan orang kurang mampu, melainkan menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional Jawa Tengah yang tetap mempertahankan cita rasa khasnya. Bahkan, sejumlah penjual sate kere legendaris di Solo masih mempertahankan resep turun-temurun sehingga cita rasa autentiknya tetap terjaga hingga sekarang.
Advertisement
Bahan-bahan Resep Sate Kere Tempe Gembus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311342/original/077719000_1785399657-39d968a7-2655-44d8-a404-07bb46dd2c61.jpg)
Bahan sate
- 500 gram tempe gembus
- 15-20 tusuk sate
- 2 lembar daun salam
- 2 cm lengkuas, memarkan
- 500 ml air
- 1 sdm gula merah, sisir
- 1 sdt garam
- 1 sdm kecap manis
Bumbu halus untuk ungkep
- 5 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 3 butir kemiri, sangrai
- 1 sdt ketumbar, sangrai
- 2 cm kunyit1 cm jahe
Bahan bumbu kacang
- 100 gram kacang tanah, goreng
- 3 siung bawang putih, goreng
- 5 buah cabai merah keriting
- 3-5 cabai rawit (sesuai selera)
- 2 sdm gula merah1 sdt garam
- 1 sdm air asam jawa
- 250 ml air
- 2 sdm kecap manis
Bahan olesan
- 2 sdm kecap manis
- 1 sdm minyak goreng
Cara membuat sate kere tempe gembus khas Solo
Cara Membuat Sate Tempe Gembus
- Potong tempe gembus menjadi kotak berukuran sekitar 3 cm agar mudah ditusuk dan tidak mudah hancur.
- Haluskan seluruh bumbu ungkep, lalu tumis hingga harum. Masukkan daun salam dan lengkuas, aduk hingga aromanya keluar.
- Tuang air, kemudian tambahkan gula merah, garam, dan kecap manis. Aduk hingga mendidih.
- Masukkan potongan tempe gembus ke dalam kuah. Masak dengan api kecil selama 20–30 menit hingga bumbu meresap dan kuah menyusut.
- Angkat tempe gembus, lalu diamkan hingga agak dingin agar teksturnya lebih padat dan tidak mudah hancur saat ditusuk.
- Tusuk 3–4 potong tempe gembus pada setiap tusuk sate.
- Campurkan kecap manis dan minyak goreng, kemudian oleskan ke seluruh permukaan sate. Bakar di atas bara api atau teflon grill selama 2–3 menit di setiap sisi sambil sesekali dioles kembali hingga harum dan sedikit kecokelatan.
Cara Membuat Bumbu Kacang
- Haluskan kacang tanah goreng, bawang putih goreng, cabai merah, cabai rawit, gula merah, dan garam hingga lembut.
- Pindahkan bumbu halus ke dalam panci, lalu tambahkan air, air asam jawa, dan kecap manis.
- Masak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga bumbu mengental dan mengeluarkan minyak. Koreksi rasa, tambahkan gula atau garam bila diperlukan.
Cara Penyajian
Susun sate tempe gembus di atas piring saji. Siram dengan bumbu kacang secukupnya, lalu sajikan bersama irisan bawang merah, cabai rawit, dan lontong atau nasi hangat agar rasanya semakin nikmat.
Advertisement
Tips agar sate kere lebih lezat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311343/original/083552200_1785399657-06d3ae2f-304f-4c77-89d3-0803f96f42ab.jpg)
Pilih tempe gembus yang masih segar dengan tekstur padat agar tidak mudah hancur saat direbus maupun dibakar. Jangan memasak dengan api besar saat proses ungkep karena tempe gembus mudah pecah jika kuah bergolak terlalu keras.
Diamkan tempe gembus dalam bumbu minimal 30 menit setelah diungkep sebelum dibakar agar rasanya semakin meresap. Jika menggunakan bara arang, hasilnya akan lebih autentik karena memberikan aroma smokey yang menjadi ciri khas sate kere Solo.
Pertanyaan Seputar Sate Kere Tempe Gembus Khas Solo
Apa itu tempe gembus?
Tempe gembus adalah tempe yang dibuat dari ampas tahu hasil pengolahan kedelai. Teksturnya lebih lembut dan berpori dibanding tempe kedelai.
Mengapa sate ini disebut sate kere?
Istilah "kere" dalam bahasa Jawa berarti miskin. Nama tersebut muncul karena dahulu sate ini dibuat sebagai alternatif sate daging yang lebih terjangkau.
Bisakah sate kere dimasak tanpa dibakar?
Bisa. Setelah proses ungkep, tempe gembus sebenarnya sudah matang dan dapat langsung disajikan. Namun, proses pembakaran akan memberikan aroma yang lebih khas dan rasa yang lebih nikmat.
Bagaimana cara agar tempe gembus tidak mudah hancur?
Gunakan tempe gembus yang padat, masak dengan api kecil saat diungkep, dan tusuk secara perlahan setelah tempe sedikit dingin agar teksturnya tetap utuh.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311263/original/065323400_1785395699-cek_fakta_-_pppk_guru_sekolah_rakyat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309638/original/028473800_1785232963-cek_fakta_-_bansos_balita.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4793527/original/012457300_1712157458-Wamenkominfo_Nezar_Patria.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311340/original/061029000_1785399657-b4500dee-5f26-4948-bfaf-9760e495a17b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3245214/original/052359600_1600754987-photo-1554768804-50c1e2b50a6e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311273/original/091327100_1785397039-0a58c8b5-1050-4417-9de6-c74c1bd66219.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311160/original/040259500_1785390753-Gemini_Generated_Image_p785ajp785ajp785.jpg)