Sukses

4 Sajian Khas Parigi Moutong yang Jadi Tuan Rumah Hari Pangan Sedunia

Liputan6.com, Jakarta - Saat pelesir ke berbagai daerah di Tanah Air, kurang lengkap rasanya jika tidak mencicipi sajian khas wilayah setempat. Tidak terkecuali ketika berkesempatan singgah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Kabupaten Parigi Moutong didaulat menjadi tuan rumah Hari Pangan Sedunia 2020 yang diperingati setiap 16 Oktober. Bertepatan dengan momen ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) turut memperkenalkan sajian dari kabupaten tersebut.

Hal itu terlihat dari unggahan yang dibagikan Kemenparekraf melalui akun Instagram resmi @kemenparekraf.ri. Lantas, apa saja sajian yang menjadi khas Kabupaten Parigi Moutong? Yuk, simak rangkuman selengkapnya berikut ini.

1. Binte

Binte adalah santapan berbahan dasar jagung yang disajikan bersama suwiran ikan tongkol atau ikan tuna yang telah dimasak terlebih dahulu. Jika dilihat sekilas, Binte tampak seperti sup.

Guna memperkaya rasa, Binte ditambahkan ragam bumbu ketika membuat kuahnya. Dapat dilengkapi dengan rempah-rempah, cabai, jeruk nipis, hingga daun pepaya.

2. Dange

Dange merupakan salah satu kudapan tradisional di Kabupaten Parigi Moutong yang dikenal akan rasanya yang legit. Sajian ini berbahan dasar sagu yang dimasak dengan belanga yang terbuat dari tanah liat.

 

2 dari 3 halaman

3. Kapurung

Kapurung menjadi salah satu sajian yang cukup dikenal dan tak sedikit yang warung makan yang menyediakan menu ini, terkhusus di Parigi Moutong. Masakan tradisional ini adalah olahan sagu bertekstur kenyal layaknya papeda.

Lalu, kapung dilengkapi dengan kuah kuning dan ikan yang gurih. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuah santapan ini adalah sagu, sayuran, dan lauk, seperti ikan.

4. Lalampa

Kudapan ini mirip seperti kue lemper. Lalampa terbuat dari beras ketan yang berisi olahan ikan yang dibalut dengan daun pisang, lalu dibakar sampai daun berubah kecokelatan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: