Sukses

Pariwisata Banyuwangi Terus Digenjot

Liputan6.com, Jakarta Kabupaten Banyuwagi terus pengembangan sektor pariwisata. Mengingat sektor ini dinilai mampu menjadi memicu pengembangan berbagai sektor lainnya, seperti ekonomi hingga pendidikan.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menurut informasi yang diterima Liputan.com, Sabtu (12/3/2016) mengatakan, pariwisata dikembangkan karena efektif dalam menggerakkan ekonomi.

”Bulan ini promosi dan bikin event, bulan depan sudah ada wisatawan yang berkunjung. Otomatis kalau berkunjung pasti keluarkan uang di Banyuwangi, mulai penginapan, makan, transportasi, oleh-oleh, dan sebagainya,” ujar Bupati Anas.

Sektor pariwisata digenjot karena terbukti ikut mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan per kapita Banyuwangi melonjak 62 persen dari Rp 20,8 juta (2010) menjadi Rp 33,6 juta (2014), dan pada 2015 diprediksi bisa menembus Rp 38 juta. Pendapatan per kapita Banyuwangi sudah berhasil melampaui sejumlah kabupaten atau kota di Jawa Timur yang sebelumnya selalu di atas Banyuwangi.

”Sektor wisata juga menjadi pengungkit sektor lain seperti infrastruktur. Tahun ini target pembangunan dan perbaikan jalan kami sepanjang 800 kilometer. Beberapa destinasi wisata harus bagus aksesnya, kecuali yang memang dikonsep adventure. Di beberapa destinasi wisata, tahun ini kami bangun dan perbaiki aksesnya seperti di Pantai Bangsring,” ujarnya.

Geliat bisnis dan pariwisata tercermin dari lonjakan penumpang di Bandara Blimbingsari Banyuwangi, yang mencapai 1.308 persen dari hanya 7.826 penumpang (2011) menjadi 110.234 penumpang (2015).

Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung di Banyuwangi pada tahun ini ditargetkan mencapai 50 ribu orang, naik dibanding tahun lalu yang sekitar 40 ribu orang. Adapun wisatawan domestik ditargetkan bisa menembus 2 juta wisatawan dari posisi tahun lalu sebesar 1,7 juta wisatawan. Jumlah wisatawan ini diverifikasi dari data hotel dan pengelola destinasi wisata.

Untuk menghadapi persaingan  Banyuwangi menggelar kursus bahasa asing gratis bagi warga di seluruh desa. Sukses berjalan tahun lalu, kursus itu bakal kembali digelar tahun ini. Demikian pula pendidikan formal di mana tahun ini mulai dibangun SMKN 2 Tegalsari dengan jurusan pariwisata dan batik. SMK baru ini hadir melengkapi SMK yang telah ada seperti SMKN 1 yang punya jurusan akomodasi perhotelan. ”Anak-anak SMKN 1 itu yang kini banyak membantu pengelolaan hotel-hotel di Banyuwangi. Ini bagian dari pengembangan SDM seiring dengan peningkatan sektor wisata,” kata Anas

Loading