Liputan6.com, Jakarta - Surat Al-Mulk 1-5 artinya apa kerap menjadi pertanyaan ketika seseorang ingin memahami pembuka surah ke-67 dalam Al-Qur'an ini. Surah Al-Mulk dibuka dengan pernyataan agung tentang kekuasaan Allah: "Tabārakal-ladhī biyadihil-mulk, wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr."
Menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, kata Al-Mulk menunjukkan kepemilikan dan penguasaan yang sempurna. Allah tidak hanya memiliki kerajaan, tetapi juga mengatur seluruh urusan dengan ilmu, hikmah, dan keadilan.
Ahmad Musthafa al-Maraghi dalam Tafsir al-Maraghi juz 29 juga menegaskan bahwa pembukaan surah ini menempatkan Allah sebagai Penguasa mutlak dunia dan akhirat, tanpa penghalang, penentang, maupun pesaing.
Advertisement
Dalam kajian akademik, Ai Syaripah dan Asep Amar Permana dalam jurnal Hanifiya menunjukkan bahwa metode tafsir tahlili dalam Tafsir al-Maraghi membantu pembaca memahami ayat secara berurutan, mulai dari makna kosakata hingga kandungan umum. Adapun M. Uqiyanus Mar'iy dkk. dalam jurnal QOSIM menegaskan bahwa Tafsir Al-Misbah menghubungkan kekuasaan Allah dengan ketahanan psikologis dan tanggung jawab moral manusia.
Memahami Surat Al-Mulk ayat 1-5 menjadi bahan renungan teologis sekaligus pedoman hidup. Yaitu untuk mengenal Allah, memaknai hidup sebagai ujian, menggunakan akal untuk mengamati alam, dan menjaga amanah kehidupan.
Surat Al-Mulk Ayat 1-5: Arab, Latin, dan Arti
Ayat 1
Arab: تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Tabārakal-ladhī biyadihil-mulk, wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr.
Arti: "Mahasuci Allah yang di tangan-Nya segala kekuasaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."
Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah memuliakan Diri-Nya sendiri dan memberitahukan bahwa kerajaan berada di tangan-Nya.
Dia mengatur seluruh makhluk sesuai kehendak-Nya, dan tidak ada seorang pun yang dapat membatalkan ketetapan-Nya. Dia tidak ditanya tentang apa yang Dia lakukan karena kekuatan, hikmah, dan keadilan-Nya. Karena itulah Allah berfirman, "Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu".
Ayat 2
Arab: الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
Latin: Alladhī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu 'amalā, wa huwal-'azīzul-ghafūr.
Arti: "Yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun."
Ahmad Musthafa al-Maraghi dalam Tafsir al-Maraghi juz 29 menjelaskan bahwa Allah menghidupkan dan mematikan setiap makhluk sebagai waktu yang tidak dapat diketahui kecuali oleh-Nya. Hidup dan mati adalah bukti kekuasaan Allah sekaligus ruang ujian.
Allah Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya yang bertobat dan meninggalkan dosa. Penekanan pada aḥsanu 'amalā (paling baik amalnya), bukan aktsaru 'amalā (paling banyak amalnya), menunjukkan bahwa kualitas niat, cara, dan manfaat amal lebih utama daripada kuantitasnya.
Ayat 3
Arab: الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِن تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِن فُطُورٍ
Latin: Alladhī khalaqa sab'a samāwātin ṭibāqā, mā tarā fī khalqir-Raḥmāni min tafāwut, farji'il-baṣara hal tarā min fuṭūr.
Arti: "Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?"
Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuti dalam Tafsir Jalalain menjelaskan bahwa "tujuh langit berlapis-lapis" berarti sebagian berada di atas sebagian yang lain tanpa bersentuhan.
"Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Yang Maha Pemurah" yakni pada tujuh langit yang berlapis-lapis itu atau pada makhluk yang lain, "sesuatu yang tidak seimbang" yang berbeda dan tidak seimbang.
Al-Maraghi menambahkan bahwa langit diciptakan kokoh tanpa tiang dan penopang, dengan keistimewaan yang menunjukkan kesempurnaan Penciptanya.
Ayat 4
Arab: ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ
Latin: Thummarji'il-baṣara karrataini yanqalib ilaikal-baṣaru khāsi'aw wa huwa ḥasīr.
Arti: "Kemudian lihatlah sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat, dan ia dalam keadaan letih."
Imam Al-Qurtubi dalam Tafsir Al-Qurtubi menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan manusia untuk mengulang pengamatan berkali-kali. Jika manusia mengamati langit dengan sungguh-sungguh, pandangannya akan kembali dengan kecewa dan letih karena tidak menemukan cacat atau ketidakseimbangan sedikit pun.
Ini menunjukkan keterbatasan manusia di hadapan keluasan ciptaan Allah. Perintah melihat berulang kali juga mengandung pesan bahwa pengamatan yang teliti dan berulang adalah jalan untuk mengenali kebesaran Allah.
Ayat 5
Arab: وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِّلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ
Latin: Wa laqad zayyannas-samā'ad-dun-yā bi maṣābīḥa wa ja'alnāhā rujūmal lisy-syayāṭīn, wa a'tadnā lahum 'adhābas-sa'īr.
Arti: "Dan sungguh, Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu sebagai alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala."
Imam At-Tabari dalam Jami' al-Bayan menjelaskan bahwa kata maṣābīḥ berarti lampu-lampu atau cahaya yang menghiasi langit dunia. Bintang-bintang memiliki fungsi ganda: sebagai hiasan dan sebagai alat pelempar setan yang mencoba mencuri berita dari langit.
Allah menyediakan azab sa'īr bagi setan-setan yang durhaka. Al-Maraghi menambahkan bahwa bintang juga berfungsi sebagai petunjuk arah di daratan dan lautan, serta tanda kekuasaan Allah.
Kandungan Surat Al-Mulk Ayat 1-5
1. Allah Maha Berkuasa dan Pemilik Mutlak Kerajaan
Ayat pertama menegaskan bahwa segala kekuasaan berada di tangan Allah. Kata al-mulk mencakup kerajaan, kepemilikan, otoritas, dan pengaturan. Tidak ada satu pun urusan yang keluar dari pengetahuan dan ketetapan-Nya.
M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menjelaskan bahwa kata tabāraka menunjukkan keberkahan dan keagungan yang tidak terbatas. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
2. Kematian dan Kehidupan sebagai Ujian Kualitas Amal
Ayat kedua menyatakan bahwa Allah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji manusia: siapa yang paling baik amalnya. Bukan "paling banyak amalnya", tetapi aḥsanu 'amalā.
Al-Maraghi dalam Tafsir al-Maraghi menegaskan bahwa hidup dan mati adalah bukti kekuasaan Allah sekaligus ruang ujian. Kualitas amal ditentukan oleh niat, cara, kebenaran, dan manfaatnya. Allah bersifat al-'azīz dan al-ghafūr, Mahaperkasa sekaligus Maha Pengampun.
3. Penciptaan Tujuh Langit Berlapis Tanpa Cacat
Ayat ketiga menjelaskan penciptaan tujuh langit secara ṭibāqā, berlapis-lapis. Tidak ada ketidakseimbangan atau cacat dalam ciptaan Allah. Al-Maraghi menuturkan bahwa langit diciptakan kokoh tanpa tiang dan penopang, dengan keistimewaan yang menunjukkan kesempurnaan Penciptanya.
Quraish Shihab menambahkan bahwa penyebutan al-Raḥmān menegaskan bahwa keteraturan alam merupakan bentuk rahmat bagi seluruh makhluk.
4. Perintah Mengamati dan Merenungkan Ciptaan
Ayat ketiga dan keempat memerintahkan manusia untuk melihat langit berulang kali. Perintah ini bukan sekadar aktivitas indrawi, melainkan ajakan berpikir, meneliti, dan merenung.
Jika manusia mengamati dengan jujur, pandangannya akan kembali dengan lemah karena tidak menemukan cacat. Ini menunjukkan keterbatasan manusia di hadapan keluasan ciptaan Allah. Jurnal Garuda mencatat bahwa ayat-ayat ini mendorong pemikiran kritis, rasa ingin tahu, dan rasa syukur.
5. Bintang sebagai Hiasan, Pelempar Setan, dan Peringatan Azab
Ayat kelima menyebut bintang-bintang sebagai maṣābīḥ atau lampu yang menghiasi langit dunia. Bintang juga dijadikan rujūm bagi setan, serta menjadi peringatan tentang azab sa'īr bagi mereka yang menolak kebenaran.
Al-Maraghi menjelaskan bahwa bintang memiliki fungsi sebagai hiasan, petunjuk arah, dan tanda kekuasaan Allah. Quraish Shihab menekankan bahwa ayat ini mengarahkan manusia pada rasa kagum, syukur, dan tanggung jawab.
Hikmah Memahami Surat Al-Mulk 1-5
1. Menumbuhkan Kesadaran Tauhid dan Kerendahan Hati
Memahami bahwa segala kekuasaan milik Allah membuat manusia sadar bahwa dirinya bukan pemilik mutlak. Keberhasilan, jabatan, kekayaan, dan kesehatan adalah amanah. Kesadaran ini mencegah kesombongan dan penyalahgunaan wewenang. At-Tabari dalam Jami' al-Bayan menegaskan bahwa al-mulk mencakup kerajaan dunia dan akhirat, dan perintah Allah berlaku di dalamnya.
2. Memaknai Hidup sebagai Ujian Kualitas Amal
Hidup dan mati adalah ujian. Manusia didorong tidak hanya memperbanyak amal, tetapi memperbaiki kualitas amal: niat, cara, kebenaran, dan manfaat. Hikmah ini membentuk integritas dan tanggung jawab moral. Al-Qurtubi dalam Tafsir Al-Qurtubi menekankan bahwa ujian hidup adalah sarana untuk menampilkan kualitas diri yang sebenarnya.
3. Mendorong Penggunaan Akal dan Pengamatan Alam
Perintah melihat langit berulang kali mendorong manusia mengamati alam, mengembangkan ilmu, dan menjaga lingkungan. Wahyu dan pengamatan empiris tidak dipertentangkan, tetapi saling menguatkan. Jurnal Garuda mencatat bahwa Surah Al-Mulk ayat 1-5 mengandung nilai-nilai pendidikan yang penting, termasuk pengembangan berpikir kritis dan rasa syukur.
4. Menumbuhkan Ketahanan Psikologis dan Harapan
Kesadaran bahwa Allah Mahaperkasa dan Maha Pengampun membantu manusia menghadapi tekanan hidup. Kegagalan tidak berarti akhir segalanya. Tawakal bukan meninggalkan usaha, tetapi menyerahkan hasil kepada Allah. Jurnal QOSIM menunjukkan bahwa penafsiran dalam Tafsir Al-Misbah dapat menghubungkan pembahasan mengenai kekuasaan Allah dengan ketahanan psikologis serta tanggung jawab moral manusia.
5. Mencegah Kerusakan dan Menjaga Keseimbangan Alam
Langit yang tertata tanpa cacat menjadi pelajaran agar manusia menjaga keseimbangan bumi. Eksploitasi alam tanpa batas bertentangan dengan pesan tauhid. Manusia adalah khalifah yang harus mengelola, bukan merusak. Al-Maraghi menjelaskan bahwa pengamatan terhadap langit seharusnya membawa manusia pada kesadaran akan keteraturan dan tanggung jawab menjaga keseimbangan ciptaan.
Pertanyaan Seputar Surat Al Mulk
1. Surat Al-Mulk 1-5 artinya apa?
Surat Al-Mulk 1-5 artinya adalah pernyataan tentang kekuasaan mutlak Allah, penciptaan kematian dan kehidupan sebagai ujian, penciptaan tujuh langit berlapis tanpa cacat, perintah mengamati alam, serta bintang sebagai hiasan dan peringatan azab.
2. Apa kandungan Surat Al-Mulk ayat 1-5?
Kandungannya meliputi kekuasaan Allah, penciptaan hidup dan mati sebagai ujian kualitas amal, penciptaan tujuh langit berlapis tanpa cacat, perintah mengamati alam secara berulang, serta bintang sebagai hiasan dan peringatan azab.
3. Mengapa hidup dan mati disebut sebagai ujian?
Karena Allah ingin menilai siapa yang paling baik amalnya. Ujian bukan hanya pada banyaknya amal, tetapi pada kualitas niat, cara, dan manfaatnya.
4. Apa maksud tujuh langit berlapis?
Tujuh langit berlapis menunjukkan keteraturan, keserasian, dan kesempurnaan ciptaan Allah. Tidak ada ketidakseimbangan atau cacat pada ciptaan-Nya. Menurut Tafsir Jalalain, sebagian langit berada di atas sebagian yang lain tanpa bersentuhan.
5. Apa hikmah membaca Surat Al-Mulk?
Hikmahnya antara lain menumbuhkan tauhid, kesadaran akan ujian hidup, dorongan berpikir dan mengamati alam, ketahanan psikologis, serta tanggung jawab moral dan ekologis.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7368499/original/067001900_1780149167-Jepretan_Layar_2026-05-27_pukul_20.44.42.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5306704/original/080618800_1754448434-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__43_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359664/original/025967900_1790569975-1001709476.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358392/original/025379300_1790337861-1186642.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359643/original/022372300_1790568945-1001709397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359598/original/095639400_1790565808-IMG-20260927-WA0005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3925370/original/086758200_1644127682-pelecehan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359532/original/065363500_1790560685-IMG-20260927-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4340567/original/054250300_1677564937-20230228-Edukasi-Manasik-Haji-Anak-Faizal-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356521/original/004739700_1790178954-BEN02445.jpg.jpeg)