Delapan Aki Pemantau Anak Krakatau Diduga Dicuri

Kondisi ini mengganggu proses pemantauan aktivitas Anak Krakatau.

Diterbitkan 28 September 2026, 11:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak delapan aki yang menjadi bagian dari perangkat pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Lampung Selatan diduga dicuri. Kehilangan tersebut diketahui saat tim Pos Pantau GAK melakukan pengecekan sekaligus perbaikan peralatan pemantauan yang rusak.

Aki berkapasitas 75 ampere itu tersebar di sejumlah titik pemantauan. Hilangnya perangkat tersebut berpotensi mengganggu pengiriman data aktivitas gunung api, terutama jika aki yang menjadi sumber daya peralatan tidak dapat berfungsi.

"Ada delapan aki yang hilang," kata Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno, Senin (28/9/2026).

Suwarno menjelaskan, tim saat ini berada di kawasan Gunung Anak Krakatau untuk memperbaiki sejumlah peralatan pemantauan yang tidak berfungsi, termasuk kamera pengawas atau CCTV.

Namun, ketika melakukan pemeriksaan terhadap perangkat tersebut, petugas justru mendapati sejumlah aki sudah tidak berada di tempatnya.

"Iya, untuk memperbaiki alat di sana. Kan enggak jalan itu. Rencananya mau perbaikan, pas dilihat malah aki-akinya pada hilang," jelasnya.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti kapan aki-aki tersebut hilang maupun siapa pihak yang diduga mengambilnya.

Suwarno menduga kehilangan itu terjadi setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mereda.

"Ya mungkin (hilangnya) habis erupsi, enggak tahu siapa yang ke situ ya mungkin karena sudah reda ada yang ke sana," ucapnya.

Berdasarkan informasi sementara yang diterimanya, terdapat delapan unit aki berkapasitas 75 ampere yang berada di delapan titik pemantauan.

Dia menegaskan, keberadaan aki sangat penting untuk menunjang operasional peralatan pemantauan gunung api. Tanpa sumber daya tersebut, perangkat tidak dapat mengirimkan data aktivitas gunung kepada petugas.

"Perangkat peralatan gunung api, kalau tidak ada accu tidak bisa dapat data-data dari gunung api," jelasnya.

Terkait dugaan pencurian delapan aki tersebut, pihak Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan masih menunggu arahan dari pusat untuk membuat laporan resmi ke kepolisian.

Suwarno mengatakan, informasi mengenai kehilangan aki itu telah disampaikan kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung, Jawa Barat.

"Kita nunggu perintah dari pusat, kalau diminta untuk membuat laporan ke polisi, kami di sini akan langsung membuat laporan terkait dugaan pencurian accu," tutup Suwarno.

Â