Kalapas Cibinong Akui Rumah Dinas Tak Dipasang CCTV

Hal itu diakui Kalapas Cibinong WIsnu Hani Putanto saat rapat bareng Komisi XIII DPR.

Diterbitkan 28 September 2026, 12:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kalapas Cibinong akui tidak ada CCTV di rumah dinas, hanya di blok hunian.
  • Anggota DPR pertanyakan absennya CCTV meski Kalapas akui pentingnya pengamanan.
  • DPR soroti Kalapas 3 tahun tidak ajukan anggaran CCTV rumah dinas yang vital.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong nonaktif, Wisnu Hani Putanto mengakui tidak memasang kamera pengawas atau CCTV di area rumah dinas Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Hal itu diakui Wisnu menjawab pertanyaan anggota Komisi XIII DPR Yanuar Arif Wibowo apakah ada CCTV di area rumah dinas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong.

"Tidak ada, bapak," jawab Wisnu dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XIII DPR dengan Dirjen Pemasyarakatan Keminimipas dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan, Senin (28/9/2026).

Yanuar kemudian mempertanyakan alasan tidak adanya kamera pengawas di lokasi tersebut. Wisnu menjelaskan bahwa CCTV dipasang pihak lapas hanya berada di blok-blok hunian.

"Karena CCTV yang kami pasang hanya di blok-blok dalam," ujar Wisnu.

Mendengar jawaban tersebut, Yanuar kembali mempertanyakan urgensi pemasangan CCTV, terlebih Wisnu telah menjabat selama sekitar tiga tahun sebagai Kalapas Cibinong.

"Menurut Anda penting tidak ada CCTV untuk pengamanan?" tanya Yanuar.

"Penting," jawab Wisnu.

Yanuar kemudian mempertanyakan mengapa CCTV tidak dipasang apabila keberadaannya dinilai penting untuk pengamanan. Dia juga menanyakan apakah pemasangan fasilitas tersebut hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan warga binaan.

"Tidak, bapak," jawab Wisnu.

Wisnu kembali menjelaskan bahwa CCTV yang dimiliki lapas dipasang di area-area tertentu, terutama di blok hunian.

Namun, Yanuar menilai jawaban tersebut belum menjelaskan alasan tidak adanya CCTV di rumah dinas. Menurutnya, rumah dinas juga merupakan area yang perlu mendapat pengawasan.

"Iya, kenapa rumah dinas tidak dipasang CCTV, Pak? Itu kan tempat vital juga. Jadi kalau jawab jangan asal jawab, Pak," kata Yanuar.

Yanuar kemudian menyoroti masa jabatan Wisnu yang telah berlangsung sekitar tiga tahun. Menurut dia, selama periode tersebut terdapat kesempatan untuk mengajukan anggaran pemasangan CCTV di area rumah dinas.

"Kan aneh, tiga tahun di sana, ada tiga periode anggaran, Anda tidak mengajukan anggaran untuk pemasangan CCTV. Padahal kalau itu ada selesai, kok," ujar Yanuar.

Menurut Yanuar, keberadaan CCTV di area rumah dinas dapat membantu mengetahui siapa saja yang keluar-masuk lokasi serta pihak yang membawa atau memindahkan barang dari tempat tersebut.

"Kalau itu ada, kita tahu siapa yang keluar masuk di situ, siapa yang angkat-angkat barang di sana," kata Yanuar.

Yanuar menegaskan persoalan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan pertanyaan lebih lanjut terkait keamanan dan pengawasan di lingkungan rumah dinas Lapas Cibinong.

"Iya, kan ini harus dijelaskan ke publik. Sejelas-jelasnya, seterang-terangnya," tegas Yanuar.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6