Doa Setelah Adzan dan Keutamaannya, Simak Tata Cara dan Waktu Terbaik

Berdoa setelah adzan atau mendengar adzan merupakan salah satu amalan

Diterbitkan 28 September 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Berdoa setelah adzan atau mendengar adzan merupakan salah satu amalan yang sering luput dari perhatian padahal menyimpan ganjaran yang sangat besar. Oleh sebab itu, umat Islam perlu mengetahui bacaan doa setelah adzan dan keutamaannya.

Adzan sendiri bukan sekadar penanda masuknya waktu shalat, melainkan syiar agung yang mengandung pesan dakwah dan tauhid kepada seluruh umat manusia. Dalam Jurnal Peran Suara Azan sebagai Syiar dalam Islam, M. Hadri Hasan menjelaskan azan dimaksudkan untuk memberitahukan masuknya waktu sholat sekaligus menyerukan sholat berjamaah. Dalam konteks lebih luas, suara azan juga menjadi seruan kepada kaum non-Muslim untuk mengenal kebesaran Allah SWT.

Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya sebuah doa khusus yang dibaca setelah mendengar seruan adzan. Doa ini memiliki keutamaan yang luar biasa, yaitu mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW di hari kiamat.

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam kitab Doa-Doa Pilihan Terbaik menjelaskan bahwa di antara waktu yang paling mustajab untuk berdoa adalah antara adzan dan iqamah, serta setelah adzan selesai dikumandangkan. Beliau menegaskan bahwa doa kebaikan dunia dan akhirat serta apa yang seseorang inginkan dapat dipanjatkan pada waktu-waktu tersebut.

Bacaan Doa Setelah Adzan

Doa setelah adzan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:

Arab: اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ اِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ

Latin: Allaahumma rabba haadzihid-da'watit-taammah, wash-shalaatil-qaa'imah, aati Muhammadanil-wasiilata wal-fadhiilah, wab'ats-hu maqaamam mahmuudanil-ladzii wa'adtah, innaka laa tukhliful-mii'aad.

Artinya: "Ya Allah, Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna (adzan) ini dan shalat yang akan ditegakkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad kedudukan yang tinggi (wasilah) dan keutamaan, serta bangkitkanlah beliau pada tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji."

Dalam Shahih al-Bukhari, diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang mendengar seruan adzan, lalu ia berdoa 'Allahumma rabba hadzihid-da'watit-taammah wash-shalatil-qaaimah, aati muhammadanil-wasilata wal-fadhilah, wab'atshu maqaman mahmudanilladzi wa'adtah,' maka ia berhak untuk mendapatkan syafaat dariku di hari kiamat nanti." (HR. Bukhari no. 614)

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam kitab Doa-Doa Pilihan Terbaik menjelaskan bahwa di antara waktu yang paling mustajab untuk berdoa adalah antara adzan dan iqamah, serta setelah adzan selesai dikumandangkan. Beliau menegaskan bahwa doa kebaikan dunia dan akhirat serta apa yang seseorang inginkan dapat dipanjatkan pada waktu-waktu tersebut.

Sementara itu, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Hisnul Muslim (yang diterjemahkan menjadi Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Shalat Fardhu) juga mencantumkan doa setelah adzan sebagai bagian dari dzikir harian yang sangat dianjurkan untuk diamalkan oleh setiap Muslim.

Keutamaan Doa Setelah Adzan

1. Mendapatkan Syafaat Nabi Muhammad SAW di Hari Kiamat

Keutamaan terbesar dari membaca doa setelah adzan adalah mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW di hari kiamat. Hal ini ditegaskan dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Maka ia berhak mendapatkan syafaatku pada hari kiamat."

Imam al-Qurtubi menjelaskan bahwa doa ini menggabungkan manfaat duniawi dan ukhrawi, serta menegaskan tauhid kepada Allah SWT.

2. Mendapatkan Sepuluh Rahmat dari Allah

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa yang mendengar adzan kemudian membaca shalawat kepada beliau, maka ia akan mendapatkan sepuluh rahmat dari Allah SWT.

Anjuran membaca shalawat setelah adzan ini juga dijelaskan oleh Ibn Syuhbah dalam Bidayah al-Muhtaj yang menyatakan bahwa disunahkan bagi setiap muazin dan orang yang mendengarkan adzan untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW setelah adzan dikumandangkan.

3. Waktu Mustajab untuk Berdoa

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam kitab Doa-Doa Pilihan Terbaik menjelaskan bahwa waktu antara adzan dan iqamah adalah salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Beliau mengemukakan bahwa doa kebaikan dunia dan akhirat serta apa yang seseorang inginkan dapat dipanjatkan pada waktu ini.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi SAW bersabda: "Doa di waktu antara adzan dan iqamah itu pasti akan dikabulkan." (HR. An-Nasa'i).

4. Menegakkan Kalimat Tauhid dan Syiar Islam

M. Hadri Hasan dalam jurnalnya menjelaskan bahwa adzan merupakan syiar Islam yang paling mulia. Dalam kalimat adzan terkandung pesan dakwah yang tegas, yaitu seruan untuk memenuhi panggilan sholat melalui lafadz Hayya 'alash sholah (mari menuju sholat) dan Hayya 'alal falah (mari menuju kemenangan).

Azan bukan hanya sekedar pemberitahuan akan datangnya waktu sholat, tapi juga merupakan dakwah yang mengajak seluruh umat manusia mendirikan sholat agar hidup bahagia dunia dan akhirat.

Cara dan Waktu Terbaik Berdoa Setelah Adzan

1. Cara pertama adalah dengan menjawab kalimat adzan terlebih dahulu

Dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Al-Forih menjelaskan bahwa orang yang mendengar adzan hendaknya mengucapkan kalimat yang sama seperti yang diucapkan muadzin, kecuali pada kalimat hayya 'alash shalah dan hayya 'alal falah, yang dijawab dengan la hawla wa la quwwata illa billah. Setelah muadzin selesai, barulah doa setelah adzan dibaca.

2. Cara kedua adalah bershalawat kepada Nabi SAW setelah adzan selesai

Dalam kitab Dzikir Pagi & Petang dan Sesudah Shalat Fardhu, Syaikh Sa'id al-Qahthani menyebutkan bahwa setelah adzan selesai dikumandangkan, disunnahkan bershalawat kepada Nabi SAW, lalu memohon wasilah untuk beliau, kemudian membaca doa setelah adzan. Urutan ini penting untuk diperhatikan agar amalan sesuai dengan tuntunan.

3. Cara ketiga adalah membaca doa dengan penuh kekhusyukan dan keyakinan

Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr dalam Fiqh al-Ad'iyyah wa al-Adzkar menekankan bahwa doa setelah adzan dan antara adzan dengan iqamah adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat, serta apa saja yang diinginkan seorang hamba.

4. Waktu terbaik untuk membaca doa setelah adzan adalah tepat setelah muadzin menyelesaikan adzan, sebelum iqamah dikumandangkan.

Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, disebutkan bahwa berdoa di waktu antara adzan dan iqamah adalah waktu yang mustajab, berdasarkan hadits Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Berdoa di waktu antara adzan dan iqamah itu pasti akan dikabulkan" (HR. An-Nasa'i no. 9895, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

Adapun setelah iqamah dikumandangkan, tidak ada doa khusus yang diajarkan, karena iqamah adalah seruan untuk segera menunaikan shalat.

 

Pertanyaan Seputar Doa Setelah Adzan

1. Apakah doa setelah adzan harus dibaca oleh muadzin saja atau juga oleh orang yang mendengar adzan?

Doa setelah adzan dianjurkan untuk dibaca oleh siapa saja yang mendengar adzan, baik muadzin maupun orang yang mendengarkannya. Rasulullah SAW bersabda, "Apabila kalian mendengar muadzin mengumandangkan adzan maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian bershalawatlah atasku..." (HR. Muslim). Setelah itu, barulah membaca doa setelah adzan.

2. Kapan waktu yang tepat untuk membaca doa setelah adzan?

Doa setelah adzan dibaca setelah muadzin selesai mengumandangkan adzan. Selain itu, waktu antara adzan dan iqamah juga merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam kitab Doa-Doa Pilihan Terbaik.

3. Apa perbedaan antara doa setelah adzan dan doa setelah iqamah?

Doa setelah adzan adalah doa yang dibaca setelah adzan selesai dikumandangkan, sedangkan doa setelah iqamah adalah doa yang dibaca setelah iqamah selesai. Menurut jumhur ulama, termasuk Imam al-Nawawi dan Ibn Hajar al-Haitami, disunahkan untuk membaca doa setelah iqamah sebagaimana doa setelah adzan.

4. Apakah doa setelah adzan bisa dibaca dalam bahasa Indonesia?

Doa setelah adzan sebaiknya dibaca dalam bahasa Arab sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Namun, bagi yang belum hafal, boleh membacanya dengan terjemahan sebagai sarana pembelajaran, dengan tetap berusaha menghafal lafadz Arabnya.

5. Apa saja amalan sunnah yang dianjurkan ketika mendengar adzan?

Beberapa amalan sunnah ketika mendengar adzan antara lain: menjawab atau mengikuti ucapan muadzin, bershalawat kepada Nabi SAW, membaca doa setelah adzan, dan berdoa di antara adzan dan iqamah. Syaikh 'Abdurrazzaq bin 'Abdul Muhsin Al-Badr dalam Fiqh al-Ad'iyyah wal Adzkār menjelaskan bahwa ada dua waktu terkait adzan yang sangat dianjurkan untuk berdoa, yaitu langsung setelah adzan selesai dan antara adzan dengan iqamah.