Liputan6.com, Jakarta - Mengamalkan doa dan ayat Al-Qur'an untuk memohon ampunan sebelum tidur sangat dianjurkan. Sebab, dalam Islam Tidur bukan sekadar aktivitas biologis untuk mengistirahatkan tubuh, melainkan momentum yang dapat dimanfaatkan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW mengajarkan berbagai doa dan zikir yang dibaca sebelum tidur, yang di dalamnya terkandung permohonan ampunan dan perlindungan dari segala keburukan.
Memperbanyak istighfar sebelum tidur adalah sarana ampuh untuk menghapus dosa-dosa. Dalam hadis riwayat Ibnu Hibban, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang membaca doa tertentu sebelum tidur, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.
Advertisement
Terdapat beberapa bacaan yang diajarkan Rasulullah SAW sebelum tidur, yang mengandung pengakuan atas kelemahan diri dan permohonan ampunan kepada Allah SWT. Amalan ini merupakan bentuk muhasabah (introspeksi diri) sekaligus penutup amal harian dengan taubat.
Bacaan Doa dan Ayat Al-Qur'an untuk Memohon Ampunan Sebelum Tidur
1. Doa Bismika Allahumma Amutu wa Ahya
Arab: بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا
Latin: Bismika Allahumma amuutu wa ahyaa
Arti: "Dengan nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup." (HR. Bukhari no. 5953)
Dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik, Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr menjelaskan bahwa doa ini mengajarkan seorang hamba untuk menyadari bahwa tidur adalah bentuk kematian kecil.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa menyebut nama Allah sebelum tidur merupakan bentuk tauhid dan pengakuan bahwa hidup dan mati sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah. Ustaz Salehuddin bin Abu Samah dalam Koleksi Doa dan Zikir menyebutkan bahwa doa ini termasuk zikir yang diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya.
2. Doa Bismika Rabbi Wada'tu Janbi
Arab: بِاسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبِي، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي، فَاغْفِرْ لَهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا، فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
Latin: Bismika rabbī waḍa'tu janbī, wa bika arfa'uh, fa in amsakta nafsī faghfir lahā, wa in arsaltahā faḥfaẓhā bimā taḥfaẓu bihī 'ibādakas-ṣāliḥīn
Artinya: "Dengan nama-Mu ya Rabbku aku meletakkan lambungku (untuk tidur), dan dengan nama-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan jiwaku (mewafatkannya), maka ampunilah dia. Dan jika Engkau melepaskannya, maka jagalah dia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang shalih." (HR. Bukhari dan Muslim)
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik menjelaskan bahwa doa ini mengandung permohonan ampunan yang lengkap: jika Allah mewafatkan seseorang dalam tidurnya, maka ampunilah dosanya; dan jika Allah mengembalikan nyawanya, maka jagalah ia dari segala keburukan.
Imam An-Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menjelaskan bahwa doa ini mengajarkan tawakal dan kepasrahan total kepada Allah dalam menghadapi hidup dan mati.
3. Istighfar Penghapus Dosa
Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullaahal-'Azhim, Alladzii Laa Ilaaha Illaa Huwal-Hayyul-Qayyuum, Wa Atuubu Ilaiih
Arti: "Aku memohon ampunan kepada Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Yang Maha Berdiri sendiri, aku bertaubat kepada-Nya."
Dalam hadis riwayat Abu Said al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang hendak menuju tempat tidurnya, lalu mengucapkan istighfar ini sebanyak tiga kali, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya meski sebanyak buih di lautan, sebanyak bintang, sebanyak pasir yang terhampar, dan sebanyak hitungan waktu yang ada di dunia." (HR. Tirmidzi).
Imam Shafi Al-Rahman Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi menjelaskan bahwa hadis ini mengandung keutamaan yang agung dan mulia untuk memohon ampunan dengan mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali, sekalipun yang mengucapkan adalah seseorang yang bergelimang dosa, karena rahmat Allah SWT sangatlah luas.
4. Doa Tahlil dan Tasbih Penghapus Dosa
Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir. Laa haula wa laa quwwata illaa billaah. Subhaanallaahi walhamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Arti: "Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Allah Mahabesar."
Dari Ibnu Hibban, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca doa ini ketika dia menuju ke tempat tidurnya, maka akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah, walaupun dosa-dosanya itu sebanyak buih di lautan." (HR. Ibnu Hibban no. 5528, disahihkan oleh Syekh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 3414).
Doa ini menghimpun tauhid, tasbih, tahmid, dan takbir, yang seluruhnya merupakan bentuk pengagungan kepada Allah dan pengakuan atas keesaan-Nya.
5. Sayyidul Istighfar
Arab: اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa ana 'abduka, wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u bidzanbii faghfirlii, fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta
Arti: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku setia pada janji-Mu dan perjanjian-Mu sekuat kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu atasku, dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau."
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa membacanya pada malam hari dengan penuh keyakinan, lalu meninggal sebelum pagi, maka ia termasuk ahli surga." (HR. Bukhari).
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik menjelaskan bahwa Sayyidul Istighfar atau "raja istighfar" adalah doa ampunan terbaik yang mengandung pengakuan tauhid, pengakuan dosa, dan permohonan ampunan yang paling sempurna.
6. Dua Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah (Ayat 285-286)
Arab (Ayat 286):
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Latin: Rabbanaa laa tu'aakhidznaa in nasiinaa au akhtha'naa. Rabbanaa wa laa tahmil 'alainaa ishran kamaa hamaltahuu 'alal-ladziina min qablinaa. Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bih. Wa'fu 'annaa, waghfir lanaa, warhamnaa. Anta maulaanaa fanshurnaa 'alal-qaumil-kaafiriin.
Arti: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir." (QS. Al-Baqarah: 286)
Rasulullah SAW bersabda: "Siapa membaca dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah pada malam hari, maka cukuplah baginya (untuk melindunginya dari kejahatan yang dibenci)." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Imam An-Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menjelaskan bahwa kata kafatahu ("mencukupinya") memiliki tiga makna utama: pertama, membaca ayat ini di malam hari dianggap cukup sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT; kedua, ayat ini menjadi sarana memohon penjagaan dan bantuan Allah dalam menghadapi kesulitan; ketiga, bagi yang tidak mampu melaksanakan salat malam karena suatu sebab, membaca dua ayat ini dapat menggantikan keutamaannya.
Dalam ayat ini terkandung permohonan ampunan yang lengkap: wa'fu 'annaa (maafkanlah kami), waghfir lanaa (ampunilah kami), dan warhamnaa (rahmatilah kami).
Hikmah Berdoa Memohon Ampunan Sebelum Tidur
1. Menghapus Dosa-dosa
Allah Ta'ala dengan rahmat-Nya yang luas menjanjikan ampunan dosa bagi hamba-Nya yang membaca doa sebelum tidur. Meskipun dosa-dosa tersebut sebanyak buih di lautan, Allah tetap akan mengampuni sebagai bentuk kasih sayang-Nya kepada hamba yang senantiasa berusaha mengingat-Nya sebelum beristirahat.
2. Tidur dalam Keadaan Suci dan Bersih dari Dosa
Dengan memohon ampunan sebelum tidur, seorang hamba mengakhiri harinya dengan taubat. Jika malam itu adalah akhir hidupnya, maka ia kembali kepada Allah dalam keadaan memohon ampun. Sebagaimana disebutkan dalam hadis, barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya dan mendoakan ampunan baginya.
3. Mendapat Perlindungan dari Gangguan Setan
Doa-doa sebelum tidur, termasuk istighfar dan dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah, berfungsi sebagai benteng spiritual yang melindungi seorang hamba dari gangguan setan dan mimpi buruk selama tidurnya. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, disebutkan bahwa dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah yang dibaca dalam rumah selama tiga malam akan menjauhkan setan dari rumah tersebut.
4. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW
Rasulullah SAW selalu membaca doa dan zikir sebelum tidur, termasuk istighfar dan doa ampunan. Dengan mengamalkan amalan ini, seorang Muslim mengikuti jejak Nabi SAW dan mendapatkan pahala sunnah. Dalam Koleksi Doa dan Zikir, Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menekankan bahwa amalan ini merupakan bagian dari adab tidur yang diajarkan Islam.
5. Menenangkan Hati dan Jiwa
Berdoa dan beristighfar sebelum tidur memberikan efek psikologis yang menenangkan. Seorang hamba yang telah memohon ampunan kepada Allah akan tidur dengan hati yang tenang, jiwa yang tenteram, dan pikiran yang damai. Ini adalah bentuk tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) yang dilakukan setiap malam.
Pertanyaan Seputar Doa Memohon Ampunan
1. Apa doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon ampunan sebelum tidur?
Rasulullah SAW mengajarkan beberapa doa, di antaranya istighfar Astaghfirullaahal-'Azhim, Alladzii Laa Ilaaha Illaa Huwal-Hayyul-Qayyuum, Wa Atuubu Ilaiih yang dibaca tiga kali. Siapa yang membacanya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya meskipun sebanyak buih di lautan (HR. Tirmidzi).
2. Apakah ada ayat Al-Qur'an yang dianjurkan dibaca sebelum tidur untuk memohon ampunan?
Ya, dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah (ayat 285-286) sangat dianjurkan untuk dibaca sebelum tidur. Rasulullah SAW bersabda: "Siapa membaca dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah pada malam hari, maka cukuplah baginya" (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
3. Apa keutamaan membaca doa sebelum tidur?
Keutamaan membaca doa sebelum tidur antara lain: menghapuskan dosa-dosa, tidur dalam keadaan suci, mendapat perlindungan dari gangguan setan, meneladani sunnah Rasulullah SAW, dan menenangkan hati serta jiwa.
4. Kapan waktu yang tepat membaca doa ampunan sebelum tidur?
Doa ampunan dibaca ketika hendak menuju tempat tidur, setelah berwudhu dan berbaring di sisi kanan. Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca doa-doa ini sebelum memejamkan mata.
5. Apakah membaca istighfar sebelum tidur harus dilakukan tiga kali?
Dalam hadis riwayat Abu Said al-Khudri, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa istighfar tersebut dibaca sebanyak tiga kali untuk mendapatkan keutamaan pengampunan dosa. Namun, membaca lebih dari tiga kali tentu lebih baik dan tidak ada larangan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350433/original/029287200_1789615728-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-17T102714.549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350102/original/012008800_1789559335-Cek_fakta_-_ustaz_Abdul_Somad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5134162/original/012917000_1739593072-1739590048291_arti-doa-sholat-dhuha.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350473/original/004170600_1789617534-1152735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350406/original/031996800_1789614650-rumahsakit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350342/original/098403600_1789612019-454686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350241/original/086930600_1789601963-1001372894.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4657921/original/028000900_1700615514-Pintu_Pendakian_Gunung_Lawu-.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337988/original/040303300_1788269238-IMG-20260901-WA0020_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349237/original/065267700_1789485947-459929.jpg)