Liputan6.com, Jakarta - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar ucapan Masyaallah tabarakallah yang diasosikan ketika seseorang berterima kasih atau bersyukur. Secara lafal, Masyaallah tabarakallah artinya adalah “Apa yang dikehendaki Allah, maka itulah yang terjadi. Maha Berkah Allah.”
Di era media sosial, frasa ini semakin populer dan sering muncul di kolom komentar sebagai bentuk kekaguman sekaligus doa. Meskipun terlihat ringan saat diucapkan, kalimat ini menyimpan makna spiritual yang mendalam dan menjadi bagian dari dzikir yang sarat nilai tauhid serta doa.
Contoh penggunaannya di antaranya terdapat dalam Al-Qur'an Surat Al-Kahfi ayat 39: “Mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan, ‘Mā syā’allāh, lā quwwata illā billāh’ (sungguh, ini semua kehendak Allah. Tidak ada kekuatan apa pun kecuali dengan [pertolongan] Allah),”.
Advertisement
Mengucapkan Masyaallah tabarakallah ketika melihat hal menakjubkan pada diri orang lain sangat dianjurkan. Dengan memahami arti dan penggunaannya, seorang muslim dapat mengamalkan ucapan ini dengan lebih khusyuk dan penuh penghayatan.
Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah ulasan lafal Masyaallah tabarakallah dan artinya, makna mendalam, contoh penggunaan hingga hikmahnya.
Tulisan Arab, Latin, dan Arti Masyaallah Tabarakallah
Berikut adalah bacaan lengkap masyaallah tabarakallah beserta artinya:
Tulisan Arab: مَاشَآءَاللّهُ تَبَارَكَ اللهُ
Latin: Masyaallah tabarakallah
Artinya: “Atas kehendak Allah semua terjadi, semoga Allah memberkati” atau “Apa yang dikehendaki oleh Allah, maka itulah yang akan terjadi. Maha suci Allah”
Ungkapan ini terdiri dari dua kalimat yang memiliki makna berbeda namun saling melengkapi:
1. Masyaallah (مَا شَاءَ اللَّهُ)
Secara harfiah berarti: “Apa yang dikehendaki Allah (itulah yang terjadi).” Kalimat ini merupakan bentuk pengakuan bahwa segala keindahan, keberhasilan, kecerdasan, kekayaan, maupun nikmat lainnya terjadi semata-mata atas kehendak Allah SWT, bukan semata hasil kemampuan manusia.
2. Tabarakallah (تَبَارَكَ اللَّهُ)
Berarti: “Mahasuci Allah, Mahaberkah Allah.” Kata tabāraka berasal dari akar kata barakah, yang menunjukkan limpahan kebaikan, keberkahan, dan kesempurnaan yang hanya dimiliki Allah SWT. Kalimat ini mengandung pujian sekaligus doa agar keberkahan senantiasa menyertai sesuatu yang dilihat.
Dengan menggabungkan keduanya, seorang Muslim tidak hanya mengakui bahwa nikmat berasal dari Allah, tetapi juga mendoakan agar nikmat tersebut tetap diberkahi dan terpelihara.
Dalil Penggunaan dalam Al-Qur'an dan Hadis
Penggunaan kalimat ini memiliki landasan kuat dalam Al-Qur'an dan Sunnah.
Dalam Surat Al-Kahfi ayat 39: وَلَوْلَآ إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَآءَ ٱللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِ ۚ إِن تَرَنِ أَنَا۠ أَقَلَّ مِنكَ مَالًا وَوَلَدًا
Artinya: “Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu: 'Masyaallah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan.”
Kemudian, Surat Al-Mulk ayat 1: تَبَارَكَ ٱلَّذِى بِيَدِهِ ٱلْمُلْكُ
Artinya: “Maha Suci Allah yang di tangan-Nya segala kerajaan…” Kata tabaraka dalam ayat ini menunjukkan keagungan dan keberkahan Allah sebagai sumber segala kebaikan.
Rasulullah SAW bersabda ketika melihat Amir bin Rabi'ah memandang Sahl bin Hunaif dengan pandangan kagum hingga menyebabkan Sahl jatuh sakit, yang artinya: “Mengapa engkau tidak mendoakan keberkahan ketika melihat hal menakjubkanmu?” (HR. Ahmad)
Dalam riwayat An-Nasa'i, beliau bersabda, yang artinya: “Mengapa engkau tidak mendoakan keberkahan? Karena 'ain itu benar adanya.”
Hadis ini menjadi dasar bahwa ketika melihat sesuatu yang mengagumkan pada diri orang lain, hendaknya mendoakan keberkahan untuknya agar terhindar dari pengaruh buruk pandangan mata ('ain).
Penggunaan dan Waktu yang Tepat
Ucapan masyaallah tabarakallah dianjurkan ketika melihat sesuatu yang mengagumkan, seperti:
• Anak yang saleh atau berprestasi
• Rumah yang indah
• Pemandangan alam yang menakjubkan
• Kendaraan baru
• Hafalan Al-Qur'an yang luar biasa
• Keberhasilan atau pencapaian seseorang
Perbedaan Penggunaan Berdasarkan Objek Syaikh Abdurrahim bin Abdillah menjelaskan perbedaan penggunaan sebagai berikut:
Jika melihat hal menakjubkan pada diri sendiri (hartanya, anaknya, atau pencapaiannya), hendaknya mengucapkan: "Masyaallah, laa haula wa laa quwwata illa billah" (Atas kehendak Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).
Jika melihat hal menakjubkan pada diri orang lain, hendaknya mengucapkan: "Masyaallah tabarakallah".
Fungsi Ucapan Masyaallah Tabarakallah
Ucapan ini memiliki beberapa fungsi:
• Mengakui Kekuasaan Allah — Mengucapkan masyaallah berarti mengakui bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah, baik kejadian positif maupun negatif.
• Mengucap Syukur — Selain alhamdulillah, ungkapan ini menjadi cara lain untuk mengungkapkan rasa syukur atas nikmat yang diterima.
• Menunjukkan Kekaguman — Diucapkan ketika melihat sesuatu yang baik, indah, atau hal yang tidak terduga.
• Doa Keberkahan — Tabarakallah berarti “semoga Allah memberkati,” sehingga mengucapkannya sama dengan berdoa meminta keberkahan.
• Penghargaan atas Ciptaan Allah — Ucapan ini juga merupakan bentuk penghargaan atas keindahan dan keunikan ciptaan Allah.
Cara Menjawab Ucapan Masyaallah Tabarakallah
Tidak ada kewajiban khusus untuk menjawab ucapan masyaallah tabarakallah, berbeda dengan ucapan salam atau tahmid ketika bersin. Namun, seorang muslim dapat merespons dengan ucapan-ucapan baik berikut:
1. Jazakallah khair (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan)
2. Barakallahu fikum (Semoga Allah merahmatimu)
3. Wafika barakallah (Semoga Allah memberkatimu juga)
Menjawab dengan ucapan baik adalah bentuk penghargaan atas doa yang diberikan, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah.
Kandungan Makna Mendalam Lafal Masyaallah Tabarakallah
Dalam kajian akhlak Islam, ungkapan ini memiliki tiga dimensi utama:
1. Pengakuan Tauhid
Mengucapkan masyaallah berarti mengakui bahwa segala hal terjadi atas kehendak Allah, bukan semata hasil usaha manusia. Ini adalah bentuk penguatan tauhid dalam kehidupan sehari-hari.
2. Doa Keberkahan
Kata tabarakallah menjadi doa agar apa yang dilihat tidak hanya indah secara lahir, tetapi juga membawa keberkahan dan kebaikan bagi pemiliknya.
3. Penangkal Penyakit 'Ain
Salah satu hikmah terpenting dari ucapan ini adalah sebagai perlindungan dari penyakit 'ain—pengaruh buruk dari pandangan mata yang disertai rasa kagum, iri, atau dengki.
Hikmah Masyaallah Tabarakallah
1. Menjauhkan dari Rasa Iri dan Dengki
Dengan mengucapkan masyaallah tabarakallah, seseorang mengakui bahwa segala nikmat berasal dari Allah. Hal ini menjauhkan hati dari rasa iri dan dengki terhadap orang lain.
2. Melindungi dari Penyakit 'Ain
Ucapan ini menjadi doa perlindungan bagi orang yang dipuji agar terhindar dari pengaruh buruk pandangan mata. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW bahwa 'ain itu benar adanya.
3. Mengingat Allah dalam Setiap Momen
Dengan membiasakan diri mengucapkan kalimat ini, seorang muslim senantiasa mengingat Allah dalam setiap momen kekaguman, sehingga hidupnya dipenuhi dzikir.
4. Menumbuhkan Rasa Syukur
Ucapan ini menjadi sarana untuk mengungkapkan rasa syukur atas nikmat yang dilihat pada diri sendiri maupun orang lain.
5. Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Mendoakan kebaikan dan keberkahan untuk sesama Muslim adalah bentuk kasih sayang yang mempererat tali persaudaraan.
Pertanyaan Seputar Masyaallah Tabarakallah
1. Apa arti Masyaallah Tabarakallah secara harfiah?
Masyaallah berarti “apa yang dikehendaki Allah (itulah yang terjadi),” sedangkan Tabarakallah berarti “Mahasuci Allah, Mahaberkah Allah.” Jika digabungkan, artinya adalah “Apa yang dikehendaki Allah, maka itulah yang terjadi. Maha Berkah Allah”.
2. Kapan waktu yang tepat mengucapkan Masyaallah Tabarakallah?
Waktu yang tepat adalah ketika melihat sesuatu yang mengagumkan, seperti anak yang saleh, rumah yang indah, pemandangan alam yang menakjubkan, atau pencapaian orang lain. Jika melihat hal menakjubkan pada diri sendiri, dianjurkan mengucapkan "Masyaallah laa haula wa laa quwwata illa billah".
3. Apakah Masyaallah Tabarakallah harus dijawab?
Tidak ada kewajiban khusus untuk menjawabnya. Namun, seorang muslim dapat merespons dengan ucapan baik seperti "Jazakallah khair" (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) atau "Barakallahu fikum" (semoga Allah merahmatimu).
4. Apa perbedaan Masyaallah dan Tabarakallah?
Masyaallah adalah pengakuan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah. Tabarakallah adalah doa dan pujian agar Allah melimpahkan keberkahan. Keduanya saling melengkapi ketika digunakan bersama.
5. Apakah mengucapkan Masyaallah Tabarakallah bisa mencegah penyakit 'ain?
Ya. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa ketika melihat sesuatu yang mengagumkan, hendaknya mendoakan keberkahan untuknya. Hal ini menjadi perlindungan dari penyakit 'ain, yaitu pengaruh buruk dari pandangan mata yang disertai rasa kagum tanpa mengingat Allah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321860/original/097207600_1786506941-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T105431.565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321533/original/044296500_1786447580-cek_fakta_program_magang_nasional.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4859531/original/051220700_1718070898-pexels-serhattugg-20558485.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322161/original/067160600_1786519656-20260812_072310.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322128/original/067968000_1786518084-075648500_1786517488-Screenshot_20260812-121452_WhatsApp.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322134/original/009691800_1786518232-1001548268.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319904/original/057026500_1786323227-1000043624.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322090/original/084435800_1786516407-IMG-20260809-WA0038_copy_1024x683_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4971036/original/026235200_1729094030-IMG-20241016-WA0343.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315832/original/092394600_1785899395-67ee4442-c418-4c45-8761-ab110d4d95f7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322089/original/067304100_1786516278-1001547766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4759738/original/067093400_1709389500-modern-muslim-woman-hijab-office-room.jpg)