MUI Serukan Islah dan Perdamaian Dunia, Desak Penghentian Agresi Iran

MUI menegaskan terdapat dasar yang sangat kuat dalam ajaran agama untuk menolak segala bentuk kemudaratan dan kerusakan.

Diterbitkan 06 April 2026, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan agar perang yang terjadi di kawasan antara Amerika bersama Israel terhadap Iran untuk dihentikan sesegera mungkin serta meminta agar negara-negara tersebut menghormati hukum internasional.

Pernyataan itu tertuang dalam Taujihat MUI yang dibacakan Wakil Ketua Umum MUI Marsudi Syuhud. Marsudi mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menginisiasi dan mengumumkan penghentian perang, mengingat dirinya yang memulai serangan.

“Pernyataan yang disarankan adalah kalimat sederhana, namun kuat, yakni ‘Saya yang memulai perang, maka saya yang mengakhirinya’. Kalimat tersebut memiliki kekuatan moral dan wibawa untuk menjaga kehormatan Amerika Serikat dan Israel sekaligus berpotensi menghentikan konflik secara efektif," kata Marsudi di Jakarta, Senin (6/4) seperti dilansir Antara.

MUI menegaskan terdapat dasar yang sangat kuat dalam ajaran agama untuk menolak segala bentuk kemudaratan dan kerusakan. Kerusakan harus dihentikan, ditolak, dan tidak boleh dibiarkan berlangsung.

Dalam ajaran Islam, kata dia, perdamaian (islah) jauh lebih baik daripada perang. Oleh karena itu, landasan agama secara jelas mendorong penghentian konflik dan terciptanya perdamaian dunia.

 

Perintah Agama

Penghentian agresi merupakan bagian dari perintah agama, yaitu upaya menghentikan kerusakan yang ditimbulkan oleh pihak-pihak yang berperang.

Menurutnya, pihak yang mendeklarasikan perang adalah pihak yang seharusnya mengakhirinya. Di sisi lain, apabila Iran terus diserang, maka Iran akan terus melakukan perlawanan.

“Oleh karena itu, penghentian perang harus dimulai dari pihak yang memulainya, dengan keberanian untuk menyatakan bahwa merekalah yang juga akan mengakhirinya,” kata dia.