Gus Irfan Minta Jemaah Haji Siapkan Fisik Sebelum ke Tanah Suci

Dia menyarankan, salah satu cara sederhana untuk menjaga kebugaran tubuh adalah dengan berjalan kaki.

Diterbitkan 08 Januari 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan berpesan, kesehatan adalah hal utama yang harus dipersiapkan oleh jemaah haji. Menurut dia, sebelum mempersiapkan syarat keberangkatan haji lainnya, kesehatan menjadi sesuatu yang sangat krusial.

“Yang utama kesehatan, karena ibadah haji 80% diperlukan fisik yang kuat, yang sehat. Jaga kesehatan,” pesan Gus Irfan di Asrama Haji Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Dia menyarankan, salah satu cara sederhana untuk menjaga kebugaran tubuh adalah dengan berjalan kaki. Sebab, saat ibadah haji, kegiatan tersebut menjadi yang utama dilakukan setia harinya.

“Upayakan biasakan jalan kaki tiap hari, katakanlah 1-2 jam sehingga nanti pada saatnya diperlukan kegiatan ibadah di sana akan bisa lebih sehat badannya,” pesan dia.

Pada kesempatan tersebut, Gus Irfan turut meninjau kesiapan layanan makanan bagi jemaah haji 2026 terus dimatangkan. Menurut dia, permakanan harus memenuhi segala aspek, mulai dari sisi rasa, gizi, hingga keamanan pangan.

“Kita ingin jemaah merasakan makanan Indonesia. Karena kami sadar, makanan menjadi salah satu penunjang utama kesehatan jemaah, sementara ibadah haji membutuhkan fisik yang kuat dan sehat,” jelas Gus Irfan.

Gus Irfan mengatakan, pemerintah berupaya menghadirkan menu makanan yang familiar dengan lidah Indonesia. Beragam sajian disiapkan, mulai dari nasi hingga aneka bumbu khas Nusantara, agar jemaah tetap mendapatkan cita rasa tanah air selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Selain rasa, aspek gizi juga menjadi perhatian utama. Gus Irfan menegaskan, penyusunan menu melibatkan sejumlah institusi, seperti NHI Bandung dan Sahid Jakarta, untuk memastikan keseimbangan antara cita rasa dan standar gizi, serta keamanan pangan yang ketat.

 

Pelayan Jemaah Haji

Tidak hanya soal makanan, Kementerian Haji dan Umrah juga tengah memastikan soal para pelayan jemaah haji. Diketahui, selama tiga pekan ke depan, mereka akan dilatih oleh satuan militer untuk membentuk kedisiplinan dan kekompakan.

Hal itu ditegaskan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. Dia menegaskan, pelatihan petugas haji tahun 2026 dirancang lebih panjang dan ketat untuk memastikan kualitas pelayanan jamaah.

Ia mengakui, selama ini terdapat kritik dari publik dan jamaah terkait pelayanan haji. Karena itu, Kementerian Haji dan Umrah ingin memastikan bahwa seluruh petugas memiliki niat utama melayani jamaah, bukan sekadar memanfaatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji.

“Orientasi utama petugas haji harus pelayanan jamaah. Kalau alasannya belum pernah naik haji lalu ingin nebeng, itu yang kami luruskan dari awal,” tegas Dahnil dalam kesempatan senada.

 

 

Integritas

Selain disiplin dan kekompakan, integritas juga menjadi fokus utama pelatihan. Dahnil menilai, persoalan kerja tim dan koordinasi menjadi salah satu kelemahan dalam penyelenggaraan haji sebelumnya, sehingga perlu diperbaiki secara sistematis.

“Kami mengadaptasi nilai-nilai kedisiplinan dan kerja tim ala militer. Sebab hal itu dapat membangun kekompakan dan ketertiban dalam kerja lapangan,” jelas dia.

Sebagai informasi, nantinya pelatihan kepada para pelayan jemaah haji juga mencakup simulasi pelayanan di Tanah Haram, Masyair, serta latihan fisik dan baris-berbaris. Dia mewanti, sekitar 90 persen tugas petugas haji merupakan kerja fisik dengan intensitas tinggi, bahkan ia menyebut durasi kerja mereka bisa mencapai “25 jam” karena nyaris tanpa jeda.

Karena itu, Kementerian Haji dan Umrah akan menambah personel pelayan jemaah haji dari unsur TNI dan Polri hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto, seiring evaluasi positif terhadap kinerja petugas haji dari unsur TNI-Polri yang dinilai disiplin dan bertanggung jawab,” dia menandasi.