Tata Cara Sholat Hajat, Rahasia Dimudahkan Rezeki dan Keinginan Terkabul

Pahami tata cara sholat hajat yang benar untuk memohon hajat kepada Allah SWT. Ketahui niat, langkah, dan doa agar permohonan Anda diijabah.

Diperbarui 26 Agustus 2025, 15:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Setiap manusia pasti memiliki keinginan dan kebutuhan, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Keinginan atau hajat ini terkadang terasa sulit untuk dicapai hanya dengan usaha manusia semata. Oleh karena itu, kita membutuhkan pertolongan Allah SWT, dan salah satu cara memohonnya adalah melalui sholat hajat.

Melansir dari penelitian berjudul Implementasi dan Keutamaan Ibadah Shalat Hajat oleh Drs. Edy Yusuf Nur Samsu Santosa, MM., M.Si., sholat hajat menjadi sholat yang selalu dilakukan oleh hamba yang memiliki keinginan agar urusan mereka lancar dengan ridho Allah SWT di dalamnya.

Sholat hajat merupakan sholat sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim ketika menghadapi suatu masalah atau memiliki tata cara sholat hajat yang perlu dipahami dengan benar. Melalui sholat ini, kita dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, menyerahkan segala hajat kita, dan memohon agar dimudahkan jalannya. 

Berikut Liputan6.com ulas lengkap seputar tata cara sholat hajat.

Pengertian Sholat Hajat

Sholat hajat adalah sholat sunnah yang dikerjakan seorang hamba karena memiliki keinginan atau keperluan tertentu, baik untuk urusan dunia maupun akhirat. Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk permohonan agar hajat tersebut dikabulkan oleh Allah SWT.

Dalam Fiqih Empat Mazhab, Syaikh Abdurrahman Al Juzairi menjelaskan bahwa dianjurkan bagi setiap Muslim yang memiliki kebutuhan yang syar'i untuk melaksanakan sholat hajat. Sholat ini adalah wujud ikhtiar spiritual untuk mendapatkan pertolongan-Nya setelah melakukan usaha maksimal. Jumlah rakaatnya bisa dua rakaat hingga dua belas rakaat, di mana setiap dua rakaat diakhiri dengan salam.

Manusia sebagai hamba harus berikhtiar semaksimal mungkin, diiringi dengan doa dan ibadah, termasuk sholat hajat, agar hajat yang diinginkan dapat terwujud. Sebab, dalam doa-doa yang dipanjatkan, Allah SWT akan melihat hamba-Nya yang benar-benar mencintai-Nya. Memahami tata cara sholat hajat adalah langkah awal untuk meraih keberkahan tersebut.

Waktu terbaik untuk melaksanakannya adalah pada sepertiga malam terakhir, yaitu sekitar pukul satu dini hari hingga menjelang sholat subuh. Namun, sholat hajat juga bisa dilakukan setelah sholat fardhu, kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan untuk sholat sunnah.

Tata Cara Sholat Hajat 

Melaksanakan sholat hajat tidak jauh berbeda dengan sholat sunnah lainnya, namun terdapat perbedaan pada niat dan doa setelah sholat. Berikut adalah tata cara sholat hajat secara berurutan dijelaskan di aman resmi Kementrian Agama Republik Indonesia:

1. Niat Sholat Hajat

Niat diucapkan dalam hati saat takbiratul ihram. Lafaz niatnya adalah:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatal ḫâjati rak‘ataini adâ‘an lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Aku menyengaja sholat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT."

2. Membaca Doa Iftitah

Setelah takbiratul ihram, bacalah doa iftitah.

3. Membaca Al-Fatihah dan Surat Pendek

Pada setiap rakaat, setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat pendek. Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitabnya Nihayatuz Zain menganjurkan pada rakaat pertama membaca Ayat Kursi dan pada rakaat kedua membaca Surat Al-Ikhlas.

4. Ruku' dan I'tidal

Lakukan gerakan ruku' dan i'tidal dengan bacaan seperti sholat fardhu.

5. Sujud dan Duduk di Antara Dua Sujud

Lakukan sujud dua kali dan duduk di antara dua sujud seperti biasa.

6. Mengulang Rakaat Kedua

Lanjutkan ke rakaat kedua dengan tata cara yang sama.

7. Salam

Setelah tasyahud akhir, akhiri sholat dengan salam.

Setelah selesai sholat, dianjurkan untuk membaca dzikir, sholawat, dan doa khusus sholat hajat. Dzikir yang dianjurkan antara lain istighfar 100 kali, sholawat 100 kali, tasbih 100 kali, hamdallah 100 kali, serta membaca surat-surat pendek seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

 

Niat Sholat Hajat 2 Rakaat Sendiri di Rumah

Bacaan niat sholat hajat 2 rakaat sendiri di rumah diucapkan bersamaan dengan takbiratul ihram, sama seperti sholat sunnah lainnya. Pengucapan niat ini krusial untuk menegaskan tujuan ibadah, memastikan sholat yang dilaksanakan sah dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Syekh Nawawi Banten dalam kitab "Nihayatuz Zain" menekankan pentingnya mengucapkan niat sholat hajat dengan jelas dan penuh konsentrasi. Kitab ini merupakan rujukan fiqh Syafi'i yang kredibilitasnya diakui luas oleh para ulama di Indonesia dan dunia Islam.

Bacaan Niat Sholat Hajat:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal haajati rak'ataini adaa'an lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Aku niat sholat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah Ta'ala."

Doa Setelah Sholat Hajat

Setelah melaksanakan sholat, sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa hajat. Salah satu doa yang bisa diamalkan adalah doa yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضىً إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allâḫumma innî as’aluka mûjibâti raḫmatika, wa ‘azâ’ima maghfiratika, wal-ghanîmata min kulli birrin, was-salâmatam min kulli itsmin lâ tada‘ lî dzanban illâ ghafartahu, wa lâ hamman illâ farrajtahu, wa lâ ḫâjatan hiya laka ridlan illâ qadlaitahâ yâ arḫamar-râḫimîna.

Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih."

Sholat Hajat Jam Berapa?

Secara umum, sholat hajat dapat dilaksanakan kapan saja, baik siang maupun malam. Namun, ada waktu-waktu yang diutamakan serta waktu yang dilarang untuk melaksanakannya.

Sholat hajat tidak memiliki waktu yang khusus seperti sholat Dhuha atau sholat fardhu lima waktu. Hal ini dijelaskan dalam penelitian Penerapan Shalat Hajat dalam Meningkatkan Kedisiplinan Beribadah Santri di Ponpes Putra Darul Lughah Wal Karomah. Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa tidak ada keterangan dari hadis atau ulama yang mengatur secara spesifik kapan sholat hajat harus dilaksanakan.

Waktu paling utama untuk sholat hajat adalah sepertiga malam terakhir, yaitu sekitar pukul 01.00 WIB hingga menjelang waktu sholat subuh. Pada waktu ini, suasana hening dan khusyuk dapat lebih mudah dicapai, memungkinkan kita untuk lebih fokus dan merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Selain itu, sholat hajat juga dapat dilakukan ketika selesai sholat fardhu.

Namun, menurut buku Rahasia Kedahsyatan Sholat Tengah Malam oleh Saiful Anwar Al Batawy, sholat ini bisa dilakukan kapan saja asalkan tidak pada waktu-waktu yang dilarang.

Terdapat waktu-waktu yang dilarang untuk sholat hajat maupun sholat sunnah lainnya, yaitu:

  • Setelah sholat subuh hingga matahari terbit.
  • Saat matahari berada tepat di atas kepala (waktu zawwal).
  • Setelah sholat ashar hingga matahari terbenam.

Sholat Hajat Berapa Rakaat?

Sholat hajat merupakan sholat sunnah yang dapat dilakukan untuk memohon hajat atau kebutuhan, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Menurut penelitian Implementasi dan Keutamaan Ibadah Shalat Hajat oleh Drs. Edy Yusuf Nur, M.M., M.Si., sholat hajat dapat dikerjakan sebanyak 2 hingga 12 rakaat. Setiap dua rakaat sholat hajat diakhiri dengan salam. Hal ini berarti jika seseorang ingin melaksanakan sholat hajat lebih dari dua rakaat, ia bisa mengulang sholatnya dengan kelipatan dua rakaat hingga mencapai jumlah maksimal yang dianjurkan.

Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai jumlah rakaat yang dapat dipilih:

  • 2 Rakaat: Ini adalah jumlah rakaat minimal yang sah untuk sholat hajat. Umumnya, dua rakaat sudah cukup bagi mereka yang memiliki hajat ringan atau hanya ingin melakukan ibadah sunnah. Sholat dua rakaat ini juga sesuai dengan hadis dari Abu Darda' yang diriwayatkan oleh Ahmad, yang menyebutkan bahwa Allah akan mengabulkan permintaan hamba yang berwudhu dengan sempurna dan sholat dua rakaat.
  • 4-12 Rakaat: Bagi mereka yang memiliki hajat yang lebih besar atau ingin menunjukkan kesungguhan yang lebih tinggi kepada Allah, sholat hajat dapat dilakukan dengan jumlah rakaat yang lebih banyak, seperti 4, 6, 8, 10, atau 12 rakaat.
  • Setiap dua rakaat diakhiri dengan salam, kemudian dilanjutkan kembali dengan niat baru. Semakin banyak rakaat yang dikerjakan, semakin besar pula pengorbanan dan kesungguhan yang ditunjukkan oleh seorang hamba.

Niat Puasa Hajat dan Nazar

Dalam melaksanakan puasa hajat atau nazar, niat merupakan rukun yang paling utama dan harus diucapkan sebelum memulai puasa. Niat ini membedakan puasa wajib dari puasa sunah lainnya dan menegaskan tujuan ibadah yang dilakukan.

Niat Puasa Hajat:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ أَنْ أَدَاءِ صَوْمَ النَّذْرِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghodin an adaai shauman nadzri lillahi ta ala

Artinya: "Saya Niat Puasa besok pagi menunaikan puasa nadzar karena Allah."

Niat Puasa Nazar:

نَوَيْتُ صَوْمَ نَذْرٍ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu Shauma Nadzri Lillahi Taala

Artinya: "Saya berniat puasa nazar karena Allah Ta’ala." 

Contoh Hajat yang Bisa Diperoleh dengan Sholat Hajat

Setiap orang memiliki keinginan atau hajat yang berbeda-beda. Namun, perlu diingat bahwa hajat yang bisa dimohonkan melalui sholat hajat haruslah hal-hal yang baik dan tidak bertujuan untuk menyakiti atau mengganggu orang lain. Berikut adalah beberapa contoh hajat yang umum dipanjatkan dirangkum dari penelitian berjudul Implementasi dan Keutamaan Ibadah Shalat Hajat:

  1. Mendapatkan Prestasi atau Kenaikan Jabatan: Sholat hajat seringkali menjadi cara bagi pelajar atau mahasiswa untuk memohon kepada Allah agar dimudahkan dalam meraih prestasi akademik, atau bagi pekerja yang berharap mendapatkan kenaikan jabatan. Permohonan ini harus diiringi dengan usaha nyata, seperti belajar giat atau meningkatkan kualitas kerja.
  2. Kesembuhan dari Penyakit: Saat diuji dengan sakit, sholat hajat menjadi sarana untuk memohon kesembuhan kepada Allah. Sakit bisa menjadi penghapus dosa, dan melalui sholat hajat, kita menunjukkan kepasrahan dan keyakinan bahwa Allah-lah yang Maha Menyembuhkan.
  3. Kelancaran Studi dan Kelulusan: Bagi siswa atau mahasiswa, sholat hajat dapat membantu menenangkan hati dan memohon kemudahan dalam menghadapi ujian, skripsi, atau tugas akhir. Doa ini adalah bentuk tawakal setelah berusaha keras dalam belajar.
  4. Memperoleh Jodoh Terbaik: Sholat hajat juga bisa menjadi ikhtiar bagi mereka yang sedang mencari jodoh. Dengan melaksanakannya, kita memohon agar Allah SWT mendekatkan jodoh yang terbaik dari jalan yang dikehendaki-Nya. Penting untuk selalu mengiringi doa ini dengan usaha dan yakin bahwa takdir Allah adalah yang paling baik.

Pada dasarnya, sholat hajat adalah perpaduan antara doa dan usaha. Keduanya adalah dua sisi mata uang yang tidak boleh dipisahkan. Melaksanakan sholat hajat tanpa usaha sama saja dengan berangan-angan. Sebaliknya, berusaha tanpa diiringi doa adalah bentuk kesombongan. Dengan menggabungkan keduanya, niscaya Allah SWT akan mempermudah jalan untuk menggapai keinginan yang diimpikan.

 

Manfaat dan Fungsi Sholat Hajat 

Sholat hajat memiliki manfaat dan fungsi yang sangat besar, baik secara lahiriah maupun batiniah.

Manfaat Lahiriah

Manfaat ini dapat terlihat dan dirasakan secara fisik. Sholat hajat berfungsi sebagai sarana untuk memohon terkabulnya hajat yang bersifat duniawi.

Contohnya, seseorang yang ingin naik jabatan dapat melaksanakan sholat hajat untuk memohon kemudahan, dan jika Allah mengabulkannya, ia akan merasakan hasil nyata. Begitu pula dengan seorang mahasiswa yang memohon kelulusan ujian, sholat hajat dapat menjadi penolong yang membuat jalannya menjadi lebih mudah.

Manfaat Batiniah

Manfaat ini dirasakan di dalam hati dan tidak terlihat oleh mata. Sholat hajat dapat memberikan ketenangan batin yang mendalam, karena kita telah menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT.

Ibadah ini juga dapat memperkuat keimanan dan rasa tawakal, di mana kita yakin sepenuhnya bahwa setiap ketetapan dan keputusan Allah adalah yang terbaik bagi kita, terlepas dari hasil akhirnya. Dengan demikian, sholat hajat bukan hanya tentang mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi juga tentang membentuk jiwa yang sabar, tenang, dan ikhlas.

Keajaiban Sholat Hajat Sebelum Tidur

Berikut ini adalah keajaiban sholat hajat sebelum tidur

1. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Salah satu keajaiban utama sholat hajat sebelum tidur adalah kemampuannya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika seorang Muslim melaksanakannya dengan penuh keikhlasan dan khusyuk, ia menunjukkan ketergantungan total kepada Sang Pencipta.

Dengan melakukan sholat hajat secara konsisten sebelum tidur, seseorang akan merasakan kedekatan spiritual yang luar biasa. Hati menjadi lebih tenteram dan yakin akan pertolongan Allah, memperkuat ikatan batin dengan Tuhan.

2. Doa yang Mudah Dikabulkan

Keajaiban sholat hajat sebelum tidur yang paling dinantikan adalah dikabulkannya doa-doa yang dipanjatkan. Waktu sebelum tidur, terutama di sepertiga malam terakhir, merupakan waktu mustajab yang sangat dianjurkan untuk berdoa.

Dalam kondisi hening dan tenang, doa yang dipanjatkan dengan penuh keyakinan memiliki peluang besar untuk dikabulkan Allah SWT. Banyak pengalaman nyata dari para ulama dan kaum muslimin yang merasakan keberkahan ini.

3. Ketenangan Hati dan Pikiran

Sholat hajat sebelum tidur memberikan efek menenangkan yang luar biasa bagi jiwa dan pikiran. Setelah menjalani aktivitas seharian penuh dengan berbagai masalah, sholat hajat menjadi sarana melepaskan beban kepada Allah SWT.

Proses penyerahan diri ini menghasilkan ketenangan mendalam dan mempersiapkan mental untuk beristirahat dengan nyaman. Ketenangan yang diperoleh bukan hanya sementara, namun dapat bertahan hingga keesokan harinya.

4. Mendapatkan Solusi dari Masalah

Keajaiban lain dari sholat hajat sebelum tidur adalah diperolehnya solusi atau jalan keluar dari berbagai masalah yang dihadapi. Seringkali setelah sholat hajat, seseorang mendapat inspirasi atau petunjuk tak terduga untuk menyelesaikan permasalahannya.

Allah SWT dapat memberikan solusi melalui berbagai cara, baik melalui mimpi, ilham, atau melalui orang-orang di sekitar kita. Banyak kasus di mana seseorang yang terjerat masalah rumit kemudian mendapat jalan keluar mengejutkan.

5. Membuka Pintu Rezeki

Salah satu keajaiban paling nyata dari sholat hajat sebelum tidur adalah terbukanya pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Rezeki di sini tidak hanya terbatas pada materi, namun juga meliputi kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan hidup.

Allah SWT dapat memberikan rezeki melalui cara-cara yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Banyak pengusaha dan pekerja yang merasakan peningkatan rezeki setelah konsisten melakukan sholat hajat sebelum tidur.

Keutamaan Sholat Hajat

Sholat hajat memiliki banyak keutamaan bagi hamba yang melaksanakannya dengan ikhlas. Beberapa keutamaan tersebut antara lain:

  1. Hajat Dikabulkan: Ini adalah keutamaan paling utama, di mana Allah SWT akan mengabulkan hajat dan keinginan hamba-Nya, baik secara cepat maupun lambat.
  2. Mendekatkan Diri kepada Allah: Melalui sholat hajat, seorang hamba akan semakin dekat dengan Sang Pencipta.
  3. Mengangkat Derajat dan Menghapus Dosa: Ibadah ini dapat menjadi sarana untuk menghapus dosa-dosa dan meningkatkan derajat di sisi Allah SWT.
  4. Mendapat Ketentraman Jiwa: Dengan berserah diri sepenuhnya kepada Allah, seseorang akan merasakan ketenangan dan kedamaian dalam hidup.
  5. Mendapatkan Kecintaan Allah: Melaksanakan sholat hajat dengan penuh kerendahan hati akan membuat Allah SWT mencintai hamba-Nya.

Waktu Pelaksanaan Sholat Hajat

Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat hajat adalah pada sepertiga malam terakhir, antara pukul 01.00 WIB hingga menjelang subuh. Waktu ini dianggap paling mustajab karena pada saat itu Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan permohonan hamba-Nya.

Selain itu, sholat hajat juga dapat dilakukan kapan saja, asalkan tidak pada waktu-waktu yang dilarang untuk sholat, yaitu:

  • Setelah sholat subuh hingga matahari terbit.
  • Saat matahari tepat di atas kepala (sekitar pukul 12.00 WIB).
  • Setelah sholat ashar hingga matahari terbenam.

Sholat hajat dapat dikerjakan secara individual (munfarid) dan tidak disunnahkan untuk dilakukan secara berjamaah.

Daftar Pustaka:

  • Drs. Edy Yusuf Nur., MM., M.Si. 2022. Implementasi dan Keutamaan Ibadah Shalat Hajat. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.
  • Laman resmi Kementrian Agama Republik Indonesia.
  • Imam  Al-Ghazali  dalam buku  Ihya' Ulumuddin.
  • Sabiq, Sayyid. dalam buku Fiqih Sunnah.
  • Al-Juzairi, Syaikh Abdurrahman. Fiqih Empat Mazhab.

 

FAQ Tentang Sholat Hajat

Apakah sholat hajat wajib?

Tidak, sholat hajat termasuk sholat sunnah. Ini berarti ibadah ini tidak wajib, namun sangat dianjurkan. Melaksanakannya akan mendatangkan pahala, sementara meninggalkannya tidak berdosa.

Berapa rakaat sholat hajat?

Sholat hajat minimal dua rakaat. Namun, bisa juga dilakukan hingga dua belas rakaat, dengan setiap dua rakaat diakhiri dengan salam. Jumlah rakaat ini fleksibel, tergantung pada kemampuan dan waktu yang dimiliki.

Apa saja contoh hajat yang bisa dimohonkan?

Hajat yang bisa dimohonkan sangat beragam, mulai dari hal-hal duniawi seperti kelancaran rezeki, kesembuhan dari penyakit, mendapatkan pekerjaan, hingga urusan akhirat seperti memohon ampunan dosa dan dimudahkan dalam beribadah. Yang terpenting, hajat tersebut haruslah baik dan tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Bisakah sholat hajat dilakukan untuk urusan jodoh?

Ya, banyak orang yang melaksanakan sholat hajat untuk memohon agar didekatkan dengan jodoh terbaik. Ini merupakan salah satu ikhtiar spiritual yang dianjurkan, di samping usaha fisik untuk mencari pasangan hidup.

Apakah ada bacaan khusus dalam sholat hajat?

Selain niat, tidak ada bacaan khusus yang berbeda dari sholat fardhu. Namun, dianjurkan untuk membaca Ayat Kursi pada rakaat pertama dan Surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Setelah sholat, ada beberapa dzikir dan doa khusus yang sangat dianjurkan untuk dibaca.

Apakah doa setelah sholat hajat harus dihafal?

Tidak harus. Jika tidak hafal, kita bisa membaca doa dengan bahasa sendiri. Yang terpenting adalah niat yang tulus dan keyakinan bahwa Allah SWT Maha Mendengar. Namun, jika memungkinkan, mengamalkan doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW akan lebih baik.

Apakah sholat hajat harus dilakukan setiap malam?

Sholat hajat tidak harus dilakukan setiap malam. Kita bisa melaksanakannya kapan saja saat memiliki hajat atau kebutuhan mendesak. Namun, semakin sering dilakukan, terutama pada sepertiga malam terakhir, akan semakin besar keutamaannya.