Niat Puasa Hajat dan Nazar, Berikut Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

Memiliki hajat dan ingin memohon kepada Allah? Pahami niat puasa hajat, tata cara, serta keutamaannya agar permohonan Anda dikabulkan.

Diperbarui 25 Agustus 2025, 15:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Puasa hajat dan puasa nazar memiliki hubungan yang erat. Dalam praktiknya, puasa hajat seringkali merujuk pada pelaksanaan puasa yang terkait langsung dengan nazar setelah hajatnya terpenuhi. Pentingnya niat dan doa puasa hajat menjadi kunci utama dalam meraih keberkahan dan pahala dari ibadah ini.

Puasa hajat merupakan salah satu cara umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon agar hajatnya terkabul. Menurut buku Dahsyatnya Puasa Wajib & Sunah oleh Akhyar As-Shiddiq Muhsin dan Dahlan Harnawisastra, nazar harus diucapkan dengan lisan, bukan hanya terbesit dalam hati.

Melansir dari buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian oleh Muh Hambali, niat puasa hajat dibaca saat akan mengerjakan puasa keesokan harinya. Setelahnya, kaum muslimin bisa makan sahur ketika waktu sepertiga malam. Puasa hajat berakhir saat adzan Maghrib berkumandang. Berikut Liputan6.com mengulas niat puasa hajat. 

Pengertian Puasa Hajat dan Nazar

Puasa hajat dan puasa nazar pada hakikatnya merupakan ibadah puasa dengan tujuan khusus, yang dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas terkabulnya suatu hajat atau permohonan. 

Dalam praktiknya, puasa hajat seringkali merujuk pada pelaksanaan puasa yang terkait langsung dengan nazar setelah hajatnya terpenuhi. Hal ini sejalan dengan penjelasan dalam buku Rahasia dan Keutamaan Puasa Sunah oleh Abdul Wahid, bahwa puasa hajat dapat dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas terkabulnya keinginan, yang sekaligus berfungsi menunaikan janji jika sebelumnya telah bernazar.

Oleh karena itu, ketika seseorang telah bernazar untuk berpuasa jika hajatnya dikabulkan, maka puasa tersebut sekaligus menjadi puasa nazar yang hukumnya wajib. 

Sumber dari baznas.go.id menegaskan, melaksanakan puasa nazar bukan hanya menggugurkan kewajiban, tetapi juga merupakan bentuk pengakuan dan syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Puasa hajat adalah puasa yang berhubungan erat dengan nazar, di mana hajat telah terpenuhi dan puasa dilaksanakan sebagai bentuk pemenuhan janji sekaligus rasa syukur kepada Allah SWT.

Bacaan Niat Puasa Hajat dan Nazar

Dalam melaksanakan puasa hajat atau nazar, niat merupakan rukun yang paling utama dan harus diucapkan sebelum memulai puasa. Niat ini membedakan puasa wajib dari puasa sunah lainnya dan menegaskan tujuan ibadah yang dilakukan.

Niat Puasa Hajat:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ أَنْ أَدَاءِ صَوْمَ النَّذْرِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghodin an adaai shauman nadzri lillahi ta ala

Artinya: "Saya Niat Puasa besok pagi menunaikan puasa nadzar karena Allah."

Niat Puasa Nazar:

نَوَيْتُ صَوْمَ نَذْرٍ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu Shauma Nadzri Lillahi Taala

Artinya: "Saya berniat puasa nazar karena Allah Ta’ala." 

Tata Cara Puasa Hajat dan Nazar

Tata cara puasa hajat dan nazar sama seperti puasa-puasa pada umumnya. Hanya saja yang membedakan adalah bacaan niatnya. Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan saat melaksanakan puasa hajat dan nazar:

  1. Niat Puasa: Niat puasa nazar dapat dibaca pada malam hari sebelum esok berpuasa, atau hingga sebelum waktu imsak tiba.
  2. Sahur: Dianjurkan untuk makan sahur pada waktunya sebagai suatu keberkahan bagi seseorang yang berpuasa.
  3. Waktu Puasa: Menunaikan puasa dari waktu subuh hingga terbenamnya matahari (Maghrib).
  4. Doa Berbuka Puasa: Membaca doa berbuka puasa seperti biasanya.

Doa Berbuka Puasa Hajat dan Nazar

Setelah menunaikan puasa sepanjang hari, umat Muslim disunahkan untuk segera berbuka puasa saat adzan Maghrib berkumandang. Doa berbuka puasa juga memiliki lafal khusus yang dianjurkan untuk dibaca sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Doa ini merupakan penutup dari rangkaian ibadah puasa harian.

  • اللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ تَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
  • Allahumma laka shumtu wa ala rizqika afthartu, taqabbal minnii innaka antassamii ul aliim
  • Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu puasaku dan atas rizki-Mu aku berbuka, maka terimalah dariku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui."

Hukum Puasa Nazar dalam Islam

Bagi sebagian umat muslim yang mengamalkan, puasa nazar hukumnya wajib bagi orang yang telah berjanji atau bernazar untuk berpuasa. Hal ini sebagaimana yang diterangkan dalam hadits dari Aisyah Ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda: 

مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ ، وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلاَ يَعْصِهِ 

“Barangsiapa yang bernazar untuk taat pada Allah, maka penuhilah nazar tersebut. Dan barangsiapa yang bernazar untuk bermaksiat kepada Allah, maka janganlah ia bermaksiat kepada-Nya.” (HR. Bukhari no. 6696).

Nazar adalah menyanggupi atau berjanji untuk melakukan ibadah yang sebenarnya tidak wajib, tapi karena dirinya yang mewajibkannya sendiri untuk ditunaikan. Nazar biasanya dijanjikan pada amalan-amalan yang baik, tidak sah pada amalan-amalan yang mubah, makruh, bahkan haram.

Sumber:

  • As-Shiddiq Muhsin, Akhyar, dan Dahlan Harnawisastra. Dahsyatnya Puasa Wajib & Sunah, 2010.
  • Hambali, Muh. Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian tahun 2017
  • Wahid, Abdul. Rahasia dan Keutamaan Puasa Sunah, 2019.
  • Jurnal Media Ilmu Volume 3, Number 1, (2024).
  • BAZNAS RI. "Memahami Puasa Nazar: Makna dan Tata Cara Pelaksanaannya."

FAQ tentang Puasa Hajat dan Nazar

Apa perbedaan utama antara puasa hajat dan puasa nazar?

Puasa hajat umumnya dilakukan untuk memohon atau mengabulkan suatu hajat, sedangkan puasa nazar adalah puasa yang wajib ditunaikan karena seseorang telah berjanji atau bernazar kepada Allah. Puasa hajat bisa berubah menjadi puasa nazar jika seseorang telah bernazar untuk berpuasa jika hajatnya terkabul.

Apakah niat puasa hajat harus diucapkan?

Niat puasa hajat dianjurkan untuk diucapkan secara lisan, meskipun niat dalam hati juga sudah cukup. Mengucapkan niat secara lisan bertujuan untuk memantapkan hati dan tekad dalam menjalankan ibadah, serta membedakan ibadah puasa ini dengan puasa-puasa lainnya.

Bolehkah puasa hajat dilakukan pada hari yang diharamkan untuk berpuasa?

Tidak, puasa hajat tidak boleh dilakukan pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Jika hajat terkabul pada hari-hari tersebut, puasa nazar dapat dilakukan di hari lain setelah hari tersebut berlalu.

Apakah puasa hajat wajib dilakukan?

Puasa hajat adalah ibadah sunnah, artinya sangat dianjurkan tetapi tidak wajib. Namun, jika seseorang telah bernazar untuk berpuasa hajat, maka hukumnya menjadi wajib untuk ditunaikan.

Kapan waktu terbaik untuk melakukan puasa hajat?

Puasa hajat dapat dilakukan kapan saja, namun waktu terbaik untuk berpuasa adalah pada hari Senin dan Kamis atau pada hari-hari yang memiliki keutamaan, seperti hari-hari di bulan Sya'ban atau Muharram.

Apa saja keutamaan dari puasa hajat?

Keutamaan puasa hajat tidak hanya terletak pada terkabulnya permohonan, tetapi juga pada peningkatan kedekatan spiritual dengan Allah SWT. Puasa ini juga dapat menjadi sarana untuk membersihkan diri dari dosa dan kesalahan, serta melatih kesabaran dan keikhlasan.

Apakah puasa hajat dapat digabungkan dengan puasa sunnah lainnya?

Ya, puasa hajat dapat digabungkan dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa Senin-Kamis. Menggabungkan niat puasa ini akan memberikan pahala ganda. Contohnya, seseorang yang berniat puasa Senin-Kamis dan juga berniat puasa hajat, akan mendapatkan pahala dari kedua ibadah tersebut.