Liputan6.com, Jakarta Sholat hajat merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan oleh seorang muslim saat memiliki hajat atau keinginan. Penting bagi umat Islam untuk mengetahui cara sholat hajat yang benar agar ibadah yang dilakukan diterima oleh Allah SWT. Pada dasarnya, cara sholat hajat tidak jauh berbeda dengan sholat sunnah lainnya.
Namun, terdapat kekhususan pada niat dan doa yang dipanjatkan setelahnya. Melansir dari Kementerian Agama RI (Kemenag RI), tata cara sholat hajat pada dasarnya sama dengan sholat sunnah lainnya, namun perbedaan mendasar terletak pada niat dan doa yang dipanjatkan setelah sholat. Mengetahui cara sholat hajat merupakan langkah awal untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam setiap permohonan.
Dalam Kitab Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
Advertisement
“Barangsiapa memiliki suatu hajat kepada Allah atau kepada seseorang dari anak Adam, maka hendaklah ia berwudhu dan sholat dua rakaat, lalu memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi, kemudian berdoa...” (Fiqh Sunnah, Juz 1).
Berikut Liputan6.com ulas lengkap seputar cara sholat hajat.
Bacaan Niat Sholat Hajat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1276795/original/014081000_1467123060-tahajud.jpg)
Sholat Hajat merupakan salah satu ibadah sunnah yang diakui oleh para ulama, termasuk Prof. Dr. Wahbah Az Zuhaili yang mencantumkannya sebagai sholat sunnah ketiga setelah sholat tarawih dan Dhuha.
Sebuah hadits dari Abdullah bin Abu Aufa yang mengenai Sholat Hajat dicatat dalam Sunan Tirmidzi dan diakui sebagai hadits gharib oleh Imam At-Tirmidzi. Gharib mengindikasikan bahwa hadits ini bukanlah hadits yang diriwayatkan oleh banyak perawi, namun tetap dianggap sahih. Oleh karena itu, Sholat Hajat memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam.
Berikut ini bacaan niat sholat hajat yang bisa dibaca sebelum sholat, dijelaskan di laman resmi Kementrian Agama Republik Indonesia yang berbunyi:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Arab Latin: Ushallî sunnatal ḫâjati rak‘ataini adâ‘an lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku menyengaja shalat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT.”
Advertisement
Cara Sholat Hajat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4324237/original/062137400_1676416680-masjid-pogung-dalangan-zcJIoMCFNwM-unsplash.jpg)
Dikutip dari laman Kemenag RI, tata cara melaksanakan sholat hajat sebenarnya tidak jauh berbeda dengan shalat sunnah pada umumnya, namun demikian ada perbedaan yang mendasar yaitu pada niat dan doanya.
Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain (Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002], cetakan I, halaman 103), menyebutkan bahwa orang yang sedang mengalami kesempitan, berhajat untuk kemaslahatan agama dan dunianya, dan merasakan kesulitan, hendaklah melakukakun shalat hajat.
Pelaksanaan sholat hajat sebanyak 12 rakaat dengan salam di setiap 2 rakaat. Namun demikian, melaksanakan shalat hajat sebanyak 2 rakaat pun dianggap cukup memadai seperi dijelaskan dalam buku Rahasia Kedahsyatan Sholat Tengah Malam karya Saiful Anwar Al Batawy, sholat hajat dapat dilakukan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Berikut ini tata cara sholat hajat yang bisa anda lakukan, yakni:
1. Membaca niat sholat
Membaca bacaan doa sholat Ashar yang telah dijelaskan di atas.
2. Takbiratul Ihram
Takbiratul Ihram dilakukan setelah membaca niat dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga untuk laki-laki, dan sejajar dengan dada untuk perempuan, sambil membaca:
“Allaahu akbar”
Kemudian kedua tangan disedekapkan pada dada dan membaca do’a iftitah:
“Kabiiraa wal hamdu lillaahi katsiiraa wasubhaanallaahi bukrataw waashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahirabbil ‘aalamiin. Laa syariika lahuu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.”
Dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah:
“Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maalikiyaumiddiin. Iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’iinu. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladhdhaalliin. Aamiin.”
Dilanjutkan dengan membaca salah satu surah pendek atau ayat-ayat dalam Al-Qur’an (dianjurkan untuk membaca surat Al-Ikhlas dan ayat kursi).
3. Ruku’
Setelah selesai membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, tata cara sholat ashar selanjutnya adalah ruku’. Kedua tangan diangkat setinggi telinga dan membaca Allaahu akbar, kemudian badan dibungkukkan, kedua tangan memegang lutut dan ditekankan. Usahakan antara punggung dan kepala supaya rata. Setelah sempurna, kemudian membaca do’a berikut sebanyak tiga kali:
“Subhaana rabbiyal ‘adziimi wa bihamdih”. (3x)
4. I'tidal
Setelah ruku’, kemudian bangkit tegak dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca:
“Sami’allaahu liman hamidah.”
“Rabbanaa lakal hamdu mil’us samaawati wa mil ‘ulardhi wa mil ‘umaasyi’ta min syai’in ba’du.”
5. Sujud
Selesai I’tidal lalu sujud dengan meletakkan dahi di alas sholat. Ketika turun, yaitu dari berdiri i’tidal ke sujud sambil membaca “Allahuu akbar”. Dan saat sujud membaca tasbih sebanyak tiga kali:
“Subhaana rabbiyal a‘laa wa bihamdih.” (3x)
Setelah sujud, lakukan duduk di antara dua sujud dan membaca:
“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.”
6. Sujud Kedua
Sujud kedua dikerjakan seperti sujud pertama baik cara maupun bacaannya. Setelah sujud kedua, berdiri dan melakukan raka’at kedua dengan tata cara sholat sama seperti raka’at pertama namun tanpa membaca do’a Iftitah. Sesudahnya, membaca surat Al-Fatihah, surat pendek, melakukan ruku’, I’tidal dan kemudian sujud untuk raka’at kedua.
7. Tahiyatul Akhir
Kemudian setelah sujud terakhir, dilakukan tahiyatul akhir dengan duduk kaki bersilang (tawarruk) serta membaca:
“Attahiyaatul mubaarakaatush shalawaa-tuth thayy1baatu lillaah. assalaamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh. assalaamualainaa wa’alaa 'ibaadillaahish shaalihhn. asy-hadu al laa ilaaha illallaah, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullaah. allaahumma shalli alaa sayyidinaa muhammad. wa alaa aali sayyidinaa muhammad. kama shallaita ‘alaa sayyidinaaibraahiim. wa’alaa aali sayyidinaa ibraahiim wabaarik-‘alaa sayyidinaa muhammad wa-‘alaa aali sayyidinaa muhammad. kamaa baarakta alaa sayyidinaa ibraahiim. wa ‘alaa aali sayyidinaa ibraahiim fil’aala miina innaka hamiidum majiid.”
8. Salam
Selesai tahiyatul akhir, lakukan salam dengan menengok ke kanan dan ke kiri bergantian sambil membaca:
“Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.”
Doa Setelah Sholat Hajat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2728369/original/063564400_1550121122-foto_salat_malam.jpg)
Dilansir dari laman Kemenag RI, setelah selesai sholat hajat dianjurkan untuk membaca shalawat dan doa sebagaimana berikut:
سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهِ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Arab Latin: Subḫânal-ladzî labisal-‘izza wa qâla bihi. Subḫânal-ladzî ta‘aththafa bil-majdi wa takarrama bihi. Subḫâna dzil-‘izzi wal-kirami, subḫâna dzith-thauli as’aluka bimu‘âqidil-‘izzi min ‘arsyika wa muntahar-raḫmati min kitâbika wa bismikal-a‘dhami wa jaddikal-a‘la wa kalimâtikat-tâmmâtil-‘âmmâtil-latî lâ yujâwizuhunna birrun wa lâ fâjirun an tushalliya ‘ala sayyidinâ Muḫammadin wa ‘ala âli sayyidinâ Muḫammadin.
Artinya: “Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana,”
Keutamaan Sholat Hajat
Sholat hajat memiliki banyak keutamaan bagi hamba yang melaksanakannya dengan ikhlas. Beberapa keutamaan tersebut antara lain:
1. Mendapat Ketentraman Jiwa: Dengan berserah diri sepenuhnya kepada Allah, seseorang akan merasakan ketenangan dan kedamaian dalam hidup.
2. Mendapatkan Kecintaan Allah: Melaksanakan sholat hajat dengan penuh kerendahan hati akan membuat Allah SWT mencintai hamba-Nya.
3. Hajat Dikabulkan: Ini adalah keutamaan paling utama, di mana Allah SWT akan mengabulkan hajat dan keinginan hamba-Nya, baik secara cepat maupun lambat.
4. Mendekatkan Diri kepada Allah: Melalui sholat hajat, seorang hamba akan semakin dekat dengan Sang Pencipta.
Mengangkat Derajat dan Menghapus Dosa: Ibadah ini dapat menjadi sarana untuk menghapus dosa-dosa dan meningkatkan derajat di sisi Allah SWT.
Advertisement
Contoh Hajat yang Bisa Dimintakan dengan Sholat Hajat
Sholat hajat adalah ibadah yang dapat digunakan untuk memohon berbagai keinginan, selama keinginan tersebut baik dan tidak merugikan orang lain. Penelitian Implementasi dan Keutamaan Ibadah Shalat Hajat menjelaskan beberapa hajat yang sering dipanjatkan, yang meliputi:
- Pencapaian Karier dan Akademik: Banyak orang melakukan sholat hajat untuk meraih prestasi, seperti kelulusan dalam ujian atau kenaikan jabatan. Namun, permohonan ini harus dibarengi dengan usaha, misalnya belajar dengan giat atau bekerja lebih keras.
- Kesembuhan dari Penyakit: Saat sakit, sholat hajat menjadi cara untuk memohon kesembuhan kepada Allah. Ini adalah bentuk kepasrahan dan keyakinan bahwa hanya Allah-lah yang mampu menyembuhkan.Kelancaran dalam Pendidikan: Sholat hajat dapat membantu siswa atau mahasiswa dalam menghadapi tantangan studi, seperti ujian atau skripsi, memberikan ketenangan hati dan kemudahan dalam menyelesaikannya.
- Mendapatkan Jodoh: Bagi mereka yang mencari pasangan, sholat hajat adalah ikhtiar spiritual untuk memohon agar Allah SWT mempertemukan dengan jodoh yang terbaik.
Pada intinya, sholat hajat adalah perpaduan antara doa dan usaha. Keduanya harus dilakukan secara bersamaan. Berdoa tanpa berusaha adalah perbuatan sia-sia, sedangkan berusaha tanpa berdoa adalah bentuk kesombongan. Dengan menggabungkan keduanya, kita menunjukkan ketawakalannya kepada Allah dan keyakinan bahwa Ia akan mempermudah jalan untuk meraih semua yang diimpikan.
Daftar Sumber:
- Drs. Edy Yusuf Nur., MM., M.Si. 2022. Implementasi dan Keutamaan Ibadah Shalat Hajat. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga
- Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain (Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002], cetakan I, halaman 103).
- Laman resmi Kementrian Agama RI
- Buku Rahasia Kedahsyatan Sholat Tengah Malam karya Saiful Anwar Al Batawy
QnA yang Sering Dipertanyakan tentang Tata Cara Sholat Hajat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5155739/original/095027400_1741426668-452315096486179e55705f0c7d3f2721.jpg)
Apakah sholat hajat bisa dilakukan secara berjamaah?
Sholat hajat pada umumnya merupakan sholat sunnah yang dikerjakan secara individu (munfarid). Meskipun tidak ada larangan mutlak untuk melaksanakannya secara berjamaah, namun pelaksanaannya secara sendiri lebih diutamakan karena akan meningkatkan kekhusyukan dan fokus dalam memanjatkan permohonan.
Surat apa yang dianjurkan dibaca setelah Al-Fatihah?
Meskipun tidak ada kewajiban membaca surat tertentu, ulama menganjurkan untuk membaca Ayat Kursi pada rakaat pertama dan Surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Pembacaan surat ini dipercaya dapat meningkatkan keutamaan dan kesempurnaan sholat.
Bagaimana jika hajat belum terkabul setelah sholat hajat?
Jika hajat belum terkabul, kita tidak boleh menyerah. Sholat hajat harus terus dilakukan secara konsisten, bahkan beberapa ulama menyarankan untuk melaksanakannya selama seminggu berturut-turut. Ketidak-terkabulan hajat tidak selalu berarti ditolak, melainkan mungkin Allah akan mengabulkannya di waktu yang lebih tepat atau menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.
Apakah sholat hajat hanya untuk hajat besar?
Sholat hajat dapat dilakukan untuk hajat sekecil apa pun. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk meminta segala sesuatu kepada Allah, bahkan untuk hal-hal yang dianggap sepele. Sikap ini menunjukkan kerendahan diri dan ketergantungan penuh kepada-Nya.
Apakah sholat hajat harus dilakukan di malam hari?
Tidak, sholat hajat boleh dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam. Namun, waktu paling utama adalah di sepertiga malam terakhir karena di waktu ini doa lebih mudah dikabulkan.
Apakah sholat hajat bisa dilakukan di kantor atau tempat kerja?
Ya, sholat hajat bisa dilakukan di mana saja selama tempat tersebut bersih dan suci dari najis. Yang terpenting adalah menjaga niat dan kekhusyukan dalam beribadah.
Apakah sholat hajat dapat dikerjakan secara spontan?
Ya, sholat hajat dapat dikerjakan secara spontan ketika seseorang merasakan kebutuhan yang mendesak. Keberadaan sholat hajat ini menjadi solusi bagi umat Islam yang ingin memohon pertolongan langsung dari Allah SWT.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2608262/original/030108300_1666512422-pexels-ibrahim-hasan-3944317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4213817/original/036215300_1667476717-bacaan-sholat-dari-awal-sampai-akhir-lengkap-dengan-niatnya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258990/original/029859700_1781430570-AP26154680263164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260144/original/013036700_1781578034-AP26166147695589.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8385152/original/045727200_1782264420-panama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378005/original/081695500_1782256125-ghana.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264253/original/054046300_1782102358-uruguay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259250/original/045793700_1781492796-curacao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263742/original/070388900_1781993920-063_2282542238.jpg)