Deretan Pantun yang Berkumandang di Gedung Kura-Kura

Deretan pantun meramaikan Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Senayan. Para tokoh menyelipkan sajak-sajak diselipkan di tengah pesan kebangsaan.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pantun sering diselipkan tokoh dalam pidato resmi, seperti di Sidang Tahunan MPR RI 2026.
  • Ketua MPR Ahmad Muzani menyampaikan tiga pantun saat menutup pidatonya.
  • Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin juga berbalas pantun di awal dan akhir pidatonya.

Liputan6.com, Jakarta - Pantun seolah menjadi bagian yang tak pernah dilewatkan para tokoh saat menyampaikan pidato. Di tengah rangkaian pesan politik dan kebangsaan yang serius, pantun kerap diselipkan.

Hal ini terlihat dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Ketua MPR Ahmad Muzani pun tak luput menyelipkan pantun saat hendak menutup pidatonya. Tak hanya satu, dia bahkan menyampaikan tiga pantun sekaligus.

Burung Dara Burung Merpati

Terbang Tinggi ke Langit Timur

Kita Optimis Wujudkan Negeri

Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

 

Kuda Sumba Kuda Terkuat

Dibuat Lomba Dapat Piala

Kebijakan Presiden Yang Merakyat

Menjadikan Indonesia Makin Menyala

 

Buah Nangka Buah Alpukat

Manis Rasanya Bikin Terpikat

Ini Pesan Untuk Seluruh Rakyat

Mari Bersatu Jangan Saling Hujat

 

Ketua DPD

Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin tak mau kalah. Ia juga menyelipkan pantun saat membuka dan hendak mengakhiri pidatonya.

Kalau Bukan Karena Tinta

Tidak Kutulis Sebuah Puisi

Kalau Bukan Karena Cinta Sama Indonesia

Tidak Mungkin Kita Ada di Sini

 

Layar Terkembang Mengarungi Nusantara

Ombak Nan Pekat Bergulung Menghempas Selat

Delapan Puluh Satu Tahun Kita Berkarya

Daerah kuat, Indonesia Berdaulat

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6