Liputan6.com, Jakarta Menanam selada air ternyata mudah dan bisa dilakukan di lahan sempit sekalipun. Cara menanam selada air yang paling umum adalah menyemai biji atau menancapkan stek batang pada media yang selalu basah.
Tanaman ini menyukai air mengalir, tetapi Anda cukup menirunya dengan pot yang direndam dalam nampan berisi air. Dengan penyiraman rutin dan cahaya yang cukup, cara menanam selada air di rumah bisa memberi panen daun segar hanya dalam hitungan minggu.
Selada air (Nasturtium officinale) merupakan tanaman air menahun berdaun hijau. Sebagaimana dikutip dari Britannica, tanaman dari keluarga sawi-sawian ini berasal dari kawasan Eurasia dan tumbuh alami di aliran sungai yang sejuk dan jernih, sehingga dikenal sebagai sayuran padat nutrisi.
Advertisement
Cara Menanam Selada Air dari Biji
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360525/original/013814700_1790651709-4880fb77-8ead-4b20-87da-256dbabe078e.jpeg)
Menyemai benih adalah cara menanam selada air yang paling ramah bagi pemula karena murah dan bisa menghasilkan banyak tanaman sekaligus. Prinsipnya sederhana, yaitu menjaga media semai tetap lembap dan sejuk hingga benih berkecambah. Teknik ini mirip dengan dasar menanam sayuran di pot atau polybag pada umumnya, dan wadahnya fleksibel sehingga Anda bahkan bisa memanfaatkan botol air mineral bekas.
-
Siapkan Wadah dan Media: Gunakan wadah dangkal atau pot berdiameter minimal 15 cm yang memiliki lubang drainase di bawahnya. Isi wadah dengan media yang mampu menahan air dengan baik, seperti campuran tanah gembur, kompos, dan sekam bakar atau perlit.
-
Sebar Benih Tipis-Tipis: Taburkan benih secara merata di permukaan media tanam yang sudah dibasahi. Setelah itu, tutup benih dengan lapisan tanah tipis (maksimal 0,5 cm) atau cukup ditekan secara perlahan. Benih selada air berukuran sangat kecil dan membutuhkan sedikit cahaya untuk berkecambah, jadi tidak perlu ditanam terlalu dalam.
-
Jaga Kelembapan dan Kesejukan: Semprot media tanam menggunakan botol sprayer halus agar tanah selalu basah seperti spons yang diperas (jangan sampai tergenang). Tempatkan wadah semai di lokasi yang paling sejuk, teduh, dan terhindar dari paparan panas langsung di area rumah Anda.
-
Beri Cahaya yang Cukup: Letakkan di tempat yang menerima 4–6 jam cahaya alami sehari. Anda bisa menaruhnya di area yang mendapat sinar matahari tidak langsung atau di ambang jendela yang terang.
-
Lakukan Penjarangan: Setelah bibit tumbuh setinggi beberapa sentimeter, lakukan penjarangan. Cabut bibit yang terlihat lemah dan sisakan tanaman yang paling kuat serta sehat dengan jarak antar-tanaman sekitar 15–20 cm.
-
Rendam dalam Air: Begitu tanaman mulai tumbuh besar, letakkan pot di dalam nampan, baki, atau ember berisi air setinggi 5–7 cm. Langkah ini memastikan akar tanaman selalu mendapatkan pasokan air yang melimpah menyerupai habitat aslinya di alam.
Dilansir dari Almanac, memetik selada air dari alam liar tidak dianjurkan karena berpotensi tercemar, sehingga menanam sendiri dari benih jauh lebih aman; sebarkan benih secara bertahap setiap beberapa minggu agar panen berkelanjutan.
Para ahli di West Coast Seeds, dikutip dari Homes and Gardens, menyatakan, "Selada air dapat disemai kapan saja sepanjang tahun asalkan tersedia area yang cukup terang."
Baca juga: panduan menanam sayuran cepat panen dalam 30 hari
Advertisement
Cara Menanam Selada Air dari Stek Batang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360526/original/017931200_1790651709-12900593-5fa2-453a-a0cb-f4a2bac04b5d.jpeg)
Selain biji, cara menanam selada air yang lebih cepat adalah lewat stek batang, bahkan dari selada air yang Anda beli di pasar. Batang yang direndam air akan menumbuhkan akar hanya dalam beberapa hari, mirip trik memperbanyak tanaman dengan memanfaatkan sisa dapur.
-
Pilih batang segar: Ambil batang selada air sepanjang 10-12 cm yang sehat dan tidak sedang berbunga, baik dari tanaman induk maupun ikat selada air segar dari pasar.
-
Buang daun bawah: Potong tepat di bawah ruas daun, lalu buang daun pada bagian bawah batang agar tidak membusuk saat terendam.
-
Rendam dalam air: Masukkan ujung batang ke gelas berisi air bersih, tempatkan di cahaya terang tak langsung, dan ganti airnya berkala hingga muncul akar sepanjang beberapa sentimeter.
-
Pindahkan ke media basah: Tanam stek yang sudah berakar ke pot berisi media lembap, cukup satu stek untuk pot berdiameter 15 cm.
-
Simpan di tempat teduh: Letakkan di tempat teduh selama beberapa hari agar tanaman beradaptasi sebelum dipindah ke lokasi yang lebih terang.
Merujuk laporan Epic Gardening, selada air bahkan dapat diperbanyak dari daun berakar halus pada selada air kemasan supermarket yang cukup diletakkan di nampan dangkal berisi air hingga tumbuh akar baru.
Alys Fowler, pakar berkebun dan penulis, dalam bukunya Eat What You Grow menuturkan, "Selada air sangat mudah ditanam di kolam maupun pot, dan sesuai namanya, tanaman ini memang membutuhkan kelembapan."
Tim ahli di Thompson & Morgan menyatakan, "Berbeda dari anggapan umum, Anda tidak membutuhkan aliran sungai di halaman untuk bisa menanam selada air."
Baca juga: cara membuat hidroponik bayam panen 25 hari
Cara Merawat dan Memanen Selada Air
Kunci utama cara menanam selada air hingga berhasil panen terletak pada satu hal, yaitu air yang tidak boleh kering. Setelah tanaman tumbuh, fokuskan perawatan pada kelembapan, cahaya, dan pemangkasan. Prinsip perawatan yang sama berlaku bila Anda menanam selada secara hidroponik.
-
Jaga air tetap segar: Ganti air rendaman satu hingga dua kali seminggu dan bilas media dengan air bersih agar tidak menggenang dan berbau.
-
Atur cahaya dan suhu: Berikan 4-6 jam cahaya, tetapi lindungi dari terik siang hari karena rasa daun paling enak saat suhu sejuk dan memburuk di atas 29 derajat Celsius.
-
Beri pupuk seperlunya: Selada air termasuk tanaman yang butuh sedikit pupuk, cukup pupuk cair seimbang sekitar sebulan sekali.
-
Buang bunga yang muncul: Segera pangkas tunas bunga agar daun tidak berubah pahit dan tanaman terus memproduksi daun muda.
-
Panen dengan gunting: Petik pucuk saat tanaman rimbun, jangan memotong terlalu pendek agar tumbuh tunas baru, dan panen berulang layaknya sayuran petik-tumbuh.
Mengacu pada riset Utah State University Extension, selada air menyukai pH 6,5-7,5 dan tumbuh terbaik ketika pot diletakkan di ember berisi air setinggi 5-7 cm dengan air yang diganti satu sampai dua kali seminggu.
Sebagaimana dilaporkan The Woks of Life, selada air relatif tahan penyakit, tetapi disukai siput dan bekicot yang menyenangi tempat lembap, sehingga hama itu perlu diambil secara manual begitu terlihat.
Karena hanya bergantung pada air bernutrisi, selada air juga cocok dikembangkan sebagai sayuran hidroponik yang sehat tanpa pestisida, misalnya pada kebun sayur hidroponik di teras rumah atau memakai hidroponik sederhana tanpa listrik.
Baca juga: prinsip perawatan tanaman di pot dan polybag
Manfaat Selada Air untuk Kesehatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5009224/original/056179900_1731817855-nebular-fst5TO4g-N4-unsplash.jpg)
Selain menyenangkan untuk ditanam, selada air dikenal sebagai salah satu sayuran tersehat. Kandungan gizinya membuatnya layak masuk menu harian, entah sebagai lalapan segar maupun campuran masakan.
Berdasarkan tinjauan yang dimuat MDPI, selada air kaya glukosinolat, isothiocyanate (terutama fenetil isothiocyanate), flavonoid, vitamin, dan mineral yang berperan sebagai antioksidan serta antiradang.
-
Tinggi vitamin K: Berperan penting untuk pembekuan darah dan menjaga kepadatan tulang, sehingga selada air kerap dikaitkan dengan kemampuan menguatkan tulang.
-
Sumber vitamin A dan C: Membantu menjaga penglihatan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung produksi kolagen.
-
Menyehatkan jantung: Antioksidan seperti beta-karoten, lutein, dan zeaxanthin ikut menyehatkan jantung dan mengurangi risiko kanker.
-
Rendah kalori: Padat nutrisi tetapi minim kalori sehingga aman dikonsumsi secara rutin.
-
Senyawa antikanker: Glukosinolat dan isothiocyanate berperan melindungi sel sehat dari kerusakan.
-
Sayuran paling padat nutrisi: Menempati skor sempurna dalam pemeringkatan sayuran "pembangkit tenaga" versi CDC.
Serena Poon, ahli gizi bersertifikat di Los Angeles, dikutip dari Fox News menyatakan, "Selada air memang mungil, tetapi ia salah satu makanan paling padat nutrisi yang bisa Anda temukan."
Ahli diet Ilana Muhlstein, dalam laporan yang sama di Fox News, menyatakan bahwa seluruh sayuran hijau gelap dan sayuran silangan memiliki "tingkat antioksidan yang sangat kuat, tetapi biasanya kalah pamor oleh bahan lain seperti buah beri."
Untuk menikmatinya, Anda bisa mengolah beragam resep berbahan selada air, belajar mengolahnya tanpa bau langu, atau menyajikannya sebagai sup selada yang praktis.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Selada Air di Rumah
Apakah selada air sulit ditanam?
Tidak, selada air tergolong mudah asalkan akarnya selalu lembap. Tantangan terbesarnya hanya menjaga media agar tidak pernah kering, dan dengan pot yang direndam air, pemula pun bisa berhasil memanennya.
Berapa lama selada air bisa dipanen?
Dari benih, selada air umumnya siap dipetik dalam 4-7 minggu, sedangkan dari stek batang bisa lebih cepat. Karena bersifat petik-tumbuh, satu tanaman dapat dipanen berulang kali selama tunas mudanya terus dipangkas.
Bisakah menanam selada air tanpa aliran sungai?
Bisa. Anda cukup menanamnya di pot yang diletakkan dalam nampan atau ember berisi air, atau menerapkan panduan menanam hidroponik untuk pemula agar akar tetap mendapat air dan nutrisi.
Baca juga: cara hidroponik sawi panen 1 bulan
Dengan memahami cara menanam selada air dari benih maupun stek, ditambah perawatan air dan cahaya yang konsisten, Anda dapat memanen sayuran hijau bernutrisi ini langsung dari rumah. Mulailah dari satu pot kecil, lalu perbanyak secara bertahap agar dapur selalu memiliki pasokan daun selada air segar sepanjang waktu.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360581/original/074488200_1790655511-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-29T111631.534.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4022228/original/077375400_1652462608-STY_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426401/original/044620800_1764304062-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-28T112538.162.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360171/original/015599500_1790593922-Cek_Fakta_-_Sri_Mulyani_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360524/original/008552400_1790651709-pexels-zlfdmr23-16666958.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319347/original/082751100_1786243964-Gemini_Generated_Image_6m12736m12736m12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570252/original/044810700_1777520161-close-up-hand-farmer-garden-morning-time-food-background.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296873/original/013212300_1784030451-Screenshot_2026-07-14_185800.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291101/original/067492200_1783504559-HL_selada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572753/original/030954500_1777867522-selada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5310412/original/011607900_1754715812-1001051129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315627/original/021076000_1785844084-solen-feyissa-Yaw9mfG9QfQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184915/original/034849400_1744352251-sam2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360479/original/066998300_1790648663-Gemini_Generated_Image_q0jkzqq0jkzqq0jk.jpg)