Liputan6.com, Jakarta - Setiap kali memasak selada, biasanya kita langsung membuang bonggol atau pangkalnya ke tempat sampah. Padahal, bagian yang sering dianggap limbah dapur ini menyimpan potensi besar untuk tumbuh kembali menjadi tanaman selada yang segar dan siap panen.
Menanam selada dari bonggol bekas adalah cara paling praktis dan ekonomis untuk memiliki stok sayuran segar di rumah. Tidak perlu membeli bibit, tidak perlu lahan luas, cukup memanfaatkan sisa dapur dan air bersih, Anda sudah bisa menikmati selada hasil tanam sendiri.
Lalu, bagaimana cara menanam selada dari bonggol bekas yang benar agar cepat tumbuh dan hasilnya maksimal? Artikel ini akan memandu Anda melalui langkah-langkah mudah lengkap dengan tips perawatan agar selada tumbuh subur. Simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (23/7/2026).
Advertisement
1. Persiapan Alat & Bahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303697/original/067959600_1784687081-4.jpg)
Sebelum mulai menanam, penting sekali untuk mempersiapkan segala perlengkapan dengan baik agar proses budidaya berjalan lancar tanpa hambatan di tengah jalan. Anda bisa memanfaatkan barang-barang bekas di sekitar rumah untuk menghemat pengeluaran.
Berikut adalah tabel rincian alat dan bahan yang perlu Anda siapkan:
- Bonggol selada (sisa potongan)
- Pisau atau gunting bersih
- Air bersih
- Wadah dangkal / gelas / mangkuk
- Media tanam (tanah, kompos, sekam)
- Pot / botol bekas / polybag
- Pupuk (NPK atau urea)
- Alat penyiram
Advertisement
2. Siapkan Bonggol Selada dengan Benar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305418/original/005072100_1784794209-1.jpg)
Langkah pertama yang sangat menentukan keberhasilan budidaya ini adalah menyiapkan bonggol selada dengan tepat sebelum masuk ke tahap perendaman air.
Untuk memulainya, cuci bersih bagian selada terlebih dahulu agar terhindar dari kotoran atau sisa kuman yang menempel. Potong bagian bawah selada atau bonggolnya dengan rapi, dan pastikan untuk menyisakan sekitar 5 sampai 7 cm dari pangkal bawahnya.
Pastikan juga bagian tengah bonggol masih dalam keadaan utuh karena tunas-tunas hijau yang baru akan mulai tumbuh dan berkembang dari area tersebut.
3. Semai di Media Air (Penyemaian)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305419/original/011607000_1784794209-2.jpg)
Tahap ini merupakan kunci utama dalam metode menanam selada dari bonggol bekas. Tanaman selada akan menumbuhkan akar dan tunas baru hanya dengan memanfaatkan bantuan air bersih.
Langkah-langkah penyemaian air dapat dilakukan dengan menyiapkan wadah dangkal seperti gelas, mangkuk, atau botol bekas, lalu mengisinya dengan air bersih setinggi 1 sampai 2 cm saja. Masukkan bonggol dengan posisi bagian akar menghadap ke bawah, di mana air hanya merendam sepertiga bagian bawah bonggol agar tidak membusuk, serta letakkan di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik dan ganti airnya setiap hari.
Melalui perawatan air ini, tunas hijau baru akan muncul di bagian tengah dan akar mulai memanjang dalam waktu 3 hingga 7 hari, hingga akhirnya selada siap dipindahkan ke media tanam pada hari ke-10 sampai ke-12.
Advertisement
4. Pindahkan ke Media Tanam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305420/original/018514000_1784794209-3.jpg)
Setelah akar tumbuh cukup lebat dan tunas daun mulai tampak setelah beberapa hari di air, selada siap dipindahkan ke media tanah agar nutrisinya tercukupi untuk tumbuh lebih besar dan subur.
Untuk memulai pemindahan, siapkan pot, botol bekas, atau polybag yang sudah diisi dengan media tanam gembur berupa campuran tanah, kompos, dan sekam mentah dengan perbandingan 2:1:1 agar drainase air berjalan lancar.
Pindahkan bonggol selada tersebut dengan sangat hati-hati agar bagian akarnya tidak mengalami kerusakan, lalu padatkan tanah secara perlahan di sekitar pangkal batangnya agar tanaman dapat berdiri kokoh.
Â
5. Rawat Tanaman dengan Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305421/original/025753400_1784794209-4.jpg)
Selada merupakan jenis tanaman yang membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam hal kecukupan pasokan air dan unsur hara penunjang pertumbuhannya sehari-hari.
Lakukan penyiraman secara rutin setiap pagi dan sore hari (bahkan tiga kali sehari saat cuaca panas) karena selada sangat rentan layu jika kekurangan air, serta letakkan pot di tempat yang terkena cahaya matahari pagi hingga siang seperti menghadap ke timur.
Berikan pupuk secara berkala setiap 3 hari sekali menggunakan NPK atau urea yang telah dilarutkan ke dalam 18 hingga 20 liter air dengan takaran 1 sendok makan, di mana urea lebih ekonomis sekitar Rp3.000/kg dibandingkan NPK sekitar Rp10.000/kg namun keduanya sama-sama efektif merangsang daun.
Â
Advertisement
6. Panen dan Nikmati Hasilnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305422/original/033892000_1784794209-5.jpg)
Setelah melalui rangkaian perawatan rutin selama beberapa minggu di media tanam, tanaman selada kesayangan Anda akhirnya sudah siap untuk dipanen dan dinikmati hasilnya.
Tanaman selada dari bonggol umumnya sudah dapat dipanen dalam rentang waktu 2 hingga 4 minggu setelah dipindah tanam ke media tanah. Saat masa panen tiba, Anda cukup memetik atau memotong daun-daun bagian luar terlebih dahulu menggunakan gunting yang bersih.
Jangan biarkan selada tumbuh melebihi 10 sampai 12 hari setelah masa siap panen karena kualitas daunnya bisa berubah menjadi pahit atau menguning, di mana pemetikan ini dapat dilakukan secara bertahap pada daun yang sudah besar.
Pertanyaan Seputar Cara Menanam Selada dari Bonggol Bekas
Q: Berapa lama selada dari bonggol bekas bisa dipanen?
A: Selada dapat dipanen dalam kurun waktu 2 hingga 4 minggu setelah dipindahkan ke media tanam tanah. Jika hanya ditanam di dalam air tanpa media tanah, proses panen umumnya bisa dilakukan dalam 10 sampai 12 hari.
Q:Â Apakah selada dari bonggol bisa ditanam hanya dengan air tanpa tanah?
A: Bisa. Selada dapat tumbuh dan bertahan hidup hanya menggunakan air selama beberapa minggu. Namun, untuk mendapatkan hasil ukuran daun yang lebih besar dan subur, sangat disarankan untuk memindahkannya ke media tanam tanah setelah akarnya cukup panjang.
Q:Â Mengapa selada hasil tanam ulang terasa pahit?
A: Rasa pahit pada selada biasanya disebabkan karena tanaman terlalu lama dibiarkan belum dipanen atau terpapar suhu udara yang terlalu panas. Sebaiknya panen daun saat masih muda dan segar, serta hindari membiarkannya lebih dari 10 sampai 12 hari setelah masa siap panen.
Q:Â Seberapa sering harus menyiram selada?
A: Selada mempunyai karakteristik yang sangat membutuhkan air. Anda perlu menyiramnya secara rutin setiap pagi dan sore hari. Apabila cuaca sedang terik atau musim kemarau, frekuensi penyiraman bisa ditambah pada siang hari.
Q:Â Pupuk apa yang paling baik untuk selada?
A: Penggunaan pupuk urea (dengan harga ekonomis sekitar Rp3.000/kg) maupun pupuk NPK (sekitar Rp10.000/kg) sama-sama memberikan hasil yang efektif. Cukup larutkan 1 sendok makan pupuk pilihan ke dalam 18 hingga 20 liter air, lalu berikan kepada tanaman setiap 3 hari sekali.
Q:Â Bisakah selada ditanam dari bonggol yang sudah lama di kulkas?
A: Bisa dipraktikkan, dengan catatan kondisi bonggol masih terlihat segar dan sama sekali tidak membusuk. Perlu diingat bahwa semakin segar kondisi bonggol awal yang digunakan, maka semakin besar pula peluang keberhasilan tunas baru untuk tumbuh.
Q:Â Apa yang harus dilakukan jika selada layu?
A: Apabila tanaman selada terlihat mulai layu, langkah cepat yang harus diambil adalah segera menyiramnya dengan air secukupnya dan memindahkan posisinya ke tempat yang tidak terlalu terpapar terik matahari secara langsung. Kondisi layu pada selada umumnya terjadi karena tanaman tersebut sedang mengalami kekurangan pasokan air.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5551152/original/058707800_1775719613-Gubernur_DIY_-_Sri_Sultan_Hamengkubuwono_X.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3321403/original/043631400_1607672656-cek_fakta_badan_siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507012/original/063330600_1771481312-baznas_ramadan_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570252/original/044810700_1777520161-close-up-hand-farmer-garden-morning-time-food-background.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296873/original/013212300_1784030451-Screenshot_2026-07-14_185800.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291477/original/049853300_1783564939-teras_buah_bunga.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291145/original/036061900_1783506141-Menara_Galon_Vertikal_Bertumpuk.jpg)