Ternyata Ini Aktivitas Malaikat di Waktu Ashar dan Subuh

Dua waktu yang disebutkan secara khusus dalam hadis adalah waktu Subuh dan Ashar. Kedua waktu ini bukan hanya penting sebagai kewajiban sholat, tetapi juga menjadi saat di mana aktivitas malaikat sangat menentukan dalam mencatat amal manusia.

Diterbitkan 07 Juli 2025, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak umat Islam yang belum memahami keutamaan waktu-waktu tertentu dalam sehari. Padahal, beberapa momen memiliki nilai spiritual luar biasa yang berkaitan langsung dengan peran malaikat dalam mencatat dan menyampaikan laporan amal manusia kepada Allah.

Dua waktu yang disebutkan secara khusus dalam hadis adalah waktu Subuh dan Ashar. Kedua waktu ini bukan hanya penting sebagai kewajiban sholat, tetapi juga menjadi saat di mana aktivitas malaikat sangat menentukan dalam mencatat amal manusia.

Dalam Islam, diyakini bahwa beberapa malaikat bertugas mencatat seluruh perbuatan manusia, baik yang tampak maupun tersembunyi. Aktivitas pencatatan itu disampaikan secara periodik kepada Allah dalam laporan yang sangat jujur dan rinci.

Pendakwah muda Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan bahwa pada waktu Subuh dan Ashar, malaikat datang silih berganti, dan momen itu menjadi saat yang penuh rahmat dan ampunan bagi para hamba yang sedang beribadah.

Dirangkum Ahad (06/07/2025) dari tayangan video di kanal YouTube @amalsunnah, UAH menyebutkan bahwa para malaikat memohonkan ampunan secara langsung untuk orang-orang yang ditemui sedang menunaikan ibadah pada waktu-waktu tersebut.

 

Simak Video Pilihan Ini:

Begini yang Dikatakan Malaikat

Menurut penjelasan UAH, malaikat berkata kepada Allah, “Ya Allah, ampunilah si Fulan, Ya Allah, ampunilah si Fulan,” sambil menyebut satu per satu nama hamba yang beribadah di waktu Subuh dan Ashar. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang disalurkan melalui para malaikat-Nya.

Setelah itu, para malaikat kembali ke pos masing-masing dan Allah, yang Maha Mengetahui, bertanya kepada malaikat mengenai keadaan hamba-Nya. Ini bukan karena Allah tidak tahu, tetapi untuk menunjukkan kebenaran laporan para malaikat kepada makhluk lainnya.

Pertanyaan itu bukan sembarangan. Allah bertanya, “Bagaimana keadaan hamba-Ku ketika kalian meninggalkannya?” Maka malaikat menjawab dengan jujur, “Kami meninggalkan hamba-Mu dalam keadaan sedang beribadah, salat, dan berdoa dengan khusyuk.”

Laporan itu menjadi bukti nyata bahwa si hamba benar-benar taat dan menjaga ibadah. Sebagai balasan, Allah langsung memberikan ganjaran berupa pengampunan dosa kepada hamba tersebut. Inilah keutamaan yang luar biasa dari dua waktu istimewa ini.

UAH menegaskan bahwa waktu Subuh dan Ashar menjadi penentu kondisi spiritual seseorang di hadapan malaikat. Jika pada dua waktu ini seseorang dalam keadaan beribadah, maka catatan amalnya akan dihiasi dengan kebaikan.

Tidak hanya itu, turunnya pengampunan di saat laporan malaikat disampaikan menjadi bukti bahwa ibadah pada waktu-waktu tertentu bisa membuka pintu rahmat yang lebih luas dari Allah. Ini merupakan kabar gembira bagi umat Islam yang istiqomah menjaga sholat.

 

Tunaikan Sholat Dua Waktu Ini dengan Khusuyuk

Dalam hadis yang dikutip, disebutkan bahwa dua waktu ini merupakan pertengahan siang dan malam. Malaikat bertugas bergantian, membawa laporan amal yang akan menentukan bagaimana Allah menilai kondisi keimanan seseorang.

Keistimewaan ini seharusnya mendorong setiap Muslim untuk lebih memperhatikan sholat Subuh dan Ashar. Karena bukan hanya pahala yang menanti, tetapi juga pengakuan langsung dari malaikat yang tidak pernah berdusta.

Menunaikan sholat di dua waktu tersebut dengan hati yang khusyuk bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan ampunan Allah tanpa harus menunggu datangnya musibah atau ujian berat sebagai penghapus dosa.

Kebiasaan menjaga dua waktu ini akan membentuk pribadi yang disiplin dalam ibadah dan terbiasa menyambut pergantian waktu dengan dzikir dan doa. Ini adalah kunci untuk membangun hubungan yang kuat dengan Allah setiap hari.

UAH mengajak umat Islam untuk tidak melewatkan waktu Subuh dan Ashar tanpa ibadah. Karena tidak semua waktu diberi kehormatan oleh Allah untuk dijadikan momen istimewa laporan malaikat.

Dengan menjaga dua waktu ini, seorang hamba tidak hanya memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta, tapi juga membuka jalan untuk dibersihkan dari dosa secara berkala. Ini adalah investasi spiritual yang tidak ternilai harganya.

Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul