Bacaan Niat Sholat Isya Sendiri dan Berjamaah, Lengkap Tata Caranya

Niat sholat Isya merupakan rukun yang tidak boleh ditinggalkan.

Diterbitkan 30 Juni 2025, 18:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sholat Isya adalah ibadah wajib yang dilaksanakan setiap malam sebanyak empat rakaat. Pelaksanaannya bisa dilakukan secara sendiri (munfarid) maupun berjamaah, baik di masjid maupun di rumah. Sebelum memulai sholat ini, penting bagi seorang Muslim untuk memahami dan menghayati niat sholat isya’, karena niat menjadi pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa. Niat juga harus hadir dalam hati saat takbiratul ihram sebagai bentuk kesadaran akan kewajiban yang sedang dijalankan. 

Dalam buku Fiqh Ibadah (2023) karya Prof. Dr. Abdul Aziz Muhammad Azzam, dijelaskan bahwa niat merupakan syarat sah sholat yang harus dilakukan bersamaan dengan awal pelaksanaan ibadah, yaitu saat takbir pertama. Niat tidak perlu dilafalkan secara keras, cukup di dalam hati, namun diperbolehkan melafalkannya sebagai bentuk latihan bagi pemula. Selain itu, untuk struktur niat antara sholat sendiri dan berjamaah, ada penambahan kata imaman (sebagai imam) atau makmuman (sebagai makmum). 

Sementara itu, dalam buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap (2013) karya Drs. Moh. Rifa’i, dijelaskan bahwa tata cara pelaksanaan sholat Isya baik sendiri maupun berjamaah pada dasarnya sama, hanya berbeda dalam posisi dan peran imam-makmum. Contoh lafal niat sholat isya’ dalam berbagai kondisi, baik untuk yang sholat sendirian maupun dalam shaf jamaah. 

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Senin (30/6/2025).  

Bacaan Niat Sholat Isya’ Sendiri dan Berjamaah 

Bagi yang mengerjakan sholat sendiri, berikut ini bacaan niat sholat Isya’ yang harus dilafalkan: 

أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى. 

Arab Latin: Ushalli fardu I'syaa i arba'a rok'aataim mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'ala. 

Artinya: "Aku niat melakukan sholat fardu Isya empat rakaat, sambil menghadap kiblat saat ini karena Allah ta'ala." 

Sedangkan bagi anda yang mengerjakan sholat Isya' dengan berjamaah dan menjadi makmum, berikut ini lafadz niatnya: 

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى 

Arab Latin: Ushalli fardu al-I'syaa'i arba'a raka'atin mustaqbilal qiblati ada'an ma'muman lillahi ta’ala. 

Artinya: "Aku niat melaksanakan shalat fardu Isya empat rakaat, sambil menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah ta'ala." 

Sementara untuk imam sholat Isya berjamaah, berikut ini bacaan niat yang perlu dilafalkan: 

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى 

Arab Latin: Ushalli fardu al-I'syaa'i arba'a raka'atin mustaqbilal qiblati ada’an imaman lillahi ta'ala. 

Artinya: "Aku niat melaksanakan shalat fardu Isya empat rakaat, sambil menghadap kiblat, sebagai imam karena Allah ta’ala."  

Tata Cara Sholat Isya’ 

Setelah mengetahui bacaan niat sholat Isya' sendiri dan berjamaah, anda perlu menghafalkan tata cara sholat Isya'. Berikut rinciannya: 

1. Membaca niat sholat 

Membaca bacaan niat sholat Isya' sendiri dan berjamaah yang telah dijelaskan di atas. 

2. Takbiratul Ihram 

Takbiratul Ihram dilakukan setelah membaca niat dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga untuk laki-laki, dan sejajar dengan dada untuk perempuan, sambil membaca: 

“Allaahu akbar” 

Kemudian kedua tangan disedekapkan pada dada dan membaca do’a iftitah: 

“Kabiiraa wal hamdu lillaahi katsiiraa wasubhaanallaahi bukrataw waashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahirabbil ‘aalamiin. Laa syariika lahuu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.” 

Dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah: 

“Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maalikiyaumiddiin. Iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’iinu. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladhdhaalliin. Aamiin.” 

Dilanjutkan dengan membaca salah satu surat pendek atau ayat-ayat dalam Al-Qur’an. 

3. Ruku’ 

Setelah selesai membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, tata cara sholat Isya' selanjutnya adalah ruku’. Kedua tangan diangkat setinggi telinga dan membaca Allaahu akbar, kemudian badan dibungkukkan, kedua tangan memegang lutut dan ditekankan. Usahakan antara punggung dan kepala supaya rata. Setelah sempurna, kemudian membaca do’a berikut sebanyak tiga kali: 

“Subhaana rabbiyal ‘adziimi wa bihamdih”. (3x) 

4. I'tidal 

Setelah ruku’, kemudian bangkit tegak dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca: 

“Sami’allaahu liman hamidah.” 

“Rabbanaa lakal hamdu mil’us samaawati wa mil ‘ulardhi wa mil ‘umaasyi’ta min syai’in ba’du.” 

5. Sujud 

Selesai I’tidal lalu sujud dengan meletakkan dahi di alas sholat. Ketika turun, yaitu dari berdiri i’tidal ke sujud sambil membaca “Allahuu akbar”. Dan saat sujud membaca tasbih sebanyak tiga kali: 

“Subhaana rabbiyal a‘laa wa bihamdih.” (3x) 

Setelah sujud, lakukan duduk di antara dua sujud dan membaca: 

“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.” 

6. Sujud Kedua 

Sujud kedua dikerjakan seperti sujud pertama baik cara maupun bacaannya. Setelah sujud kedua, berdiri dan melakukan raka’at kedua dengan tata cara sholat sama seperti raka’at pertama namun tanpa membaca do’a Iftitah. Sesudahnya, membaca surat Al-Fatihah, surat pendek, melakukan ruku’, I’tidal dan kemudian sujud untuk raka’at kedua. 

7. Tasyahud Awal 

Tasyahud Awal dilakukan pada raka’at kedua (kecuali shalat Subuh) setelah sujud yang kedua yaitu dengan duduk membentuk tasyahud awal dengan sikap kaki kanan tegak dan kaki kiri diduduki sambil membaca tasyahud awal: 

“Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah. Wa asyhadu anna muhammadar rasuulullaah. Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammad.” 

8. Tahiyatul Akhir 

Selesai tasyahud Awal, berdiri kembali dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca Allaahu akbar untuk mengerjakan raka’at ketiga. Rakaat ketiga dan keempat, dikerjakan sama dengan rakaat pertama. Baik dari bacaan doa sholat hingga tata caranya, yang membedakan yaitu tanpa membaca do’a Iftitah dan surat pendek. 

Kemudian setelah sujud terakhir, dilakukan tahiyatul akhir dengan duduk kaki bersilang (tawarruk) serta membaca: 

“Attahiyaatul mubaarakaatush shalawaa-tuth thayyibaatu lillaah. assalaamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh. assalaamualainaa wa’alaa 'ibaadillaahish shaalihhn. asy-hadu al laa ilaaha illallaah, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullaah. allaahumma shalli alaa sayyidinaa muhammad. wa alaa aali sayyidinaa muhammad. kama shallaita ‘alaa sayyidinaaibraahiim. wa’alaa aali sayyidinaa ibraahiim wabaarik-‘alaa sayyidinaa muhammad wa-‘alaa aali sayyidinaa muhammad. kamaa baarakta alaa sayyidinaa ibraahiim. wa ‘alaa aali sayyidinaa ibraahiim fil’aala miina innaka hamiidum majiid.” 

9. Salam 

Selesai tahiyatul akhir, lakukan salam dengan menengok ke kanan dan ke kiri bergantian sambil membaca: 

“Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.”  

Keutamaan Sholat Isya’ Berjamaah 

Dikutip dari laman Muhammadiyah Bogor, dijelaskan bahwa terdapat keutamaan apabila anda mengerjakan sholat Isya’ berjamaah. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis berikut ini:

 مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ 

Artinya: “Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656) 

Telah jelas bahwa dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa sholat  isya berjamaah memberikan pahala seolah-olah kita telah shalat tahajjud setengah malam.  

QnA Seputar Niat Sholat Isya’ 

Q: Apa itu niat sholat Isya’? 

A: Niat sholat Isya’ adalah tekad dalam hati untuk melaksanakan sholat fardhu Isya sebanyak empat rakaat karena Allah SWT. Niat merupakan syarat sah sholat dan dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram. 

Q: Apakah niat sholat Isya’ harus diucapkan secara lisan? 

A: Tidak. Menurut mayoritas ulama, niat cukup dihadirkan di dalam hati. Namun, melafalkannya secara lisan diperbolehkan untuk membantu konsentrasi, terutama bagi pemula yang masih belajar. 

Q: Kapan waktu yang tepat untuk berniat sholat Isya’? 

A: Niat dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram, yaitu saat pertama kali mengangkat tangan untuk memulai sholat. Niat tidak sah jika dilakukan sebelumnya tanpa disertai takbir. 

Q: Apakah niat sholat Isya’ berbeda untuk laki-laki dan perempuan? 

A: Tidak ada perbedaan dalam redaksi niat antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan hanya terletak pada aspek gerakan dan suara (misalnya imam laki-laki mengeraskan bacaan). 

Q: Apa hukum tidak membaca niat sholat Isya’ secara jelas? 

A: Jika niat tidak dilafalkan tapi tetap hadir dalam hati, maka sholat tetap sah. Niat secara lisan hanyalah kebiasaan untuk memantapkan hati, bukan syarat mutlak.