Liputan6.com, Jakarta - Gema takbir yang berkumandang di ufuk fajar menandai kemenangan spiritual setelah menempuh perjalanan ibadah yang panjang. Dalam momentum yang penuh sukacita tersebut, umat Islam di seluruh penjuru dunia berbondong-bondong menuju lapangan atau masjid untuk menunaikan ibadah yang lazim dikenal sebagai hukum sholat ied, sebuah ritual tahunan yang menyatukan hati dalam bingkai ketaatan.
Sebagaimana dicatat oleh Sayyid Sabiq dalam buku Fikih Sunnah, pelaksanaan sholat ini merupakan syiar Islam yang sangat agung, di mana Rasulullah SAW senantiasa memerintahkan seluruh umatnya—termasuk wanita dan anak-anak—untuk keluar rumah menuju tempat sholat demi merasakan atmosfer keberkahan hari raya. Ibadah ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan manifestasi rasa syukur yang mendalam atas nikmat iman dan Islam yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT.
Memahami landasan hukum pelaksanaan sholat Idul Fitri dan Idul Adha menjadi krusial agar kualitas ibadah tidak sekadar mengikuti tradisi, melainkan berpijak pada dalil yang sahih. Melansir dari kitab Al-Fiqh 'ala al-Madzahib al-Arba'ah karya Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi, perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai status hukumnya justru memberikan warna tersendiri dalam khazanah fikih Islam, sekaligus menunjukkan fleksibilitas agama dalam menjawab berbagai kondisi umat.
Advertisement
Dinamika Hukum Sholat Ied Menurut Empat Mazhab
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3455665/original/071613000_1620880302-20210413-Sholat_Idul_Fitri_di_Masjid_Raya_Al_Arif-5.jpg)
Perdebatan mengenai hukum sholat ied dalam literatur fikih klasik menunjukkan adanya tiga pendapat utama yang memiliki dasar argumentasi kuat:
- Sunnah Muakkadah: Melansir dari kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab karya Imam Nawawi, mayoritas ulama dari Mazhab Syafi'i dan Maliki berpendapat bahwa sholat Ied adalah sunnah yang sangat ditekankan. Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkannya sejak disyariatkan pada tahun kedua Hijriah.
- Fardhu Kifayah: Menurut pandangan Mazhab Hambali, kewajiban sholat Ied gugur bagi individu jika sudah ada sebagian muslim di wilayah tersebut yang mengerjakannya. Jika tidak ada yang melaksanakan sama sekali, maka satu wilayah tersebut berdosa.
- Fardhu ‘Ain (Wajib): Mazhab Hanafi memandang sholat ini wajib bagi setiap individu laki-laki yang memenuhi syarat jumat. Pandangan ini diperkuat oleh Ibnu Taimiyah dengan alasan bahwa perintah dalam Al-Qur'an menggunakan kata kerja perintah (amr).
Advertisement
Landasan Dalil Al-Qur'an dan Hadits
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403450/original/094653800_1682047084-SHALAT_IDUL_FITRI_DI_PP_MUHAMMADIYAH-FANANI_6.jpg)
Memahami fondasi syar'i dalam menjalankan ibadah merupakan kewajiban bagi setiap muslim agar amalannya memiliki dasar yang kuat. Secara fundamental, dasar hukum sholat ied bersumber langsung dari Al-Qur’an serta praktik nyata (Sunnah Fi'liyyah) dan perintah lisan (Sunnah Qauliyyah) dari Nabi Muhammad SAW yang terekam dalam kitab-kitab hadits otoritatif.
1. Landasan dari Al-Qur'anul Karim
Dalam Al-Qur'an, perintah mengenai pelaksanaan sholat hari raya diisyaratkan melalui firman Allah SWT dalam Surah Al-Kautsar ayat 2:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Fa shalli li rabbika wan-har.
"Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah."
Melansir dari Tafsir Al-Munir karya Syaikh Wahbah Az-Zuhaili, kata "sholat" dalam ayat tersebut oleh mayoritas mufassir (ahli tafsir) ditujukan pada pelaksanaan sholat Idul Adha yang kemudian diikuti dengan penyembelihan hewan kurban. Sementara itu, untuk Idul Fitri, para ulama sering menghubungkannya dengan Surah Al-A'la ayat 14-15:
قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ . وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ
Qad aflaha man tazakka. Wa dzakara-sma rabbihi fa shalla.
"Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman), dan dia mengingat nama Tuhannya, lalu dia sholat."
Konteks "menyucikan diri" di sini sering ditafsirkan sebagai menunaikan zakat fitrah, yang kemudian diikuti dengan pelaksanaan sholat Idul Fitri sebagai puncak kemenangan hamba yang bertaqwa.
2. Landasan dari Hadits Nabi Muhammad SAW
Bukti paling konkret mengenai hukum sholat ied tercermin dalam kegigihan Rasulullah SAW yang tidak pernah sekali pun meninggalkan ibadah ini sejak pertama kali disyariatkan pada tahun kedua Hijriah. Keagungan ibadah ini bahkan membuat Rasulullah SAW memberikan instruksi khusus agar seluruh elemen umat Islam hadir di lapangan.
Sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dari Ummu 'Athiyyah RA, beliau berkata:
"Kami diperintahkan untuk mengeluarkan wanita-wanita yang sedang haid dan wanita-wanita pingitan pada dua hari raya untuk menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum muslimin, namun wanita yang haid menjauhi tempat sholat." (HR. Bukhari no. 324 & Muslim no. 890).
Hadits ini menjadi argumen kuat bagi para ulama yang mewajibkan sholat Ied (Fardhu 'Ain), karena jika wanita yang sedang berhalangan (haid) saja diperintahkan untuk hadir demi mendengarkan khutbah dan syiar Islam, apalagi bagi mereka yang dalam keadaan suci dan sehat.
3. Ketentuan Waktu dan Tempat Menurut Sunnah
Melansir dari buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq, Rasulullah SAW memberikan teladan spesifik mengenai tempat pelaksanaan. Beliau lebih sering melaksanakan sholat Ied di Mushalla (tanah lapang yang luas di pinggir kota Madinah) daripada di dalam Masjid Nabawi, kecuali jika cuaca sedang turun hujan. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan kekuatan dan kebersamaan umat Islam secara massal, yang menjadi ciri khas unik dari hukum sholat ied dibandingkan dengan sholat sunnah lainnya.
Selain itu, terdapat perbedaan sunnah dalam pengaturan waktu. Untuk Idul Adha, Rasulullah SAW cenderung melaksanakannya lebih awal agar umat memiliki waktu lebih panjang untuk menyembelih kurban. Sedangkan untuk Idul Fitri, beliau sedikit melambatkannya guna memberi kesempatan bagi mereka yang belum sempat menunaikan zakat fitrah sebelum berangkat ke lapangan.
Sisi Unik: Sholat Ied sebagai "Syiar Persatuan" dan Fleksibilitasnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4404023/original/008401700_1682131842-AP23111219302255.jpg)
Keunikan sholat Ied dibandingkan sholat lainnya adalah kemampuannya menyatukan berbagai lapisan sosial tanpa sekat. Berbeda dengan sholat fardu yang bisa dilakukan di rumah, sholat Ied secara prinsipil dirancang untuk dilakukan di area terbuka (lapangan) demi menunjukkan kekuatan umat Islam (izzul islam wal muslimin).
Selain itu, hukum sholat ied memberikan kelonggaran luar biasa. Menurut Fatwa MUI No. 28 Tahun 2020, jika terjadi udzur syar’i (seperti pandemi atau bencana), sholat Ied sah dilakukan di rumah baik secara berjamaah maupun sendiri (munfarid). Hal ini membuktikan bahwa Islam mengutamakan keselamatan jiwa tanpa menghilangkan esensi ibadah.
Tata Cara dan Niat Sholat Ied
Untuk melengkapi pemahaman, berikut adalah niat sholat Idul Fitri bagi makmum:
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li ‘Idil Fithri rak’ataini ma’muman lillahi ta’ala.
"Aku niat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala."
Ketentuan Teknis:
Rakaat Pertama: 7 kali takbir tambahan setelah takbiratul ihram.
Rakaat Kedua: 5 kali takbir tambahan sebelum membaca Al-Fatihah.
Khutbah: Dilaksanakan setelah sholat dan merupakan bagian dari kesempurnaan syiar, namun tidak membatalkan sholat jika ditinggalkan.
Advertisement
FAQ Seputar Hukum Sholat Ied
Apakah wanita haid boleh datang ke lokasi sholat Ied?
Boleh, bahkan dianjurkan untuk mendengarkan khutbah dan merasakan suasana hari raya, namun wajib menjauh dari tempat sholat utama.
Apa hukumnya jika tertinggal takbir tambahan di rakaat pertama?
Sholat tetap sah karena takbir tambahan (7 dan 5 kali) hukumnya sunnah, bukan rukun sholat.
Bolehkah sholat Ied dilakukan tanpa khutbah?
Boleh dan tetap sah, terutama bagi yang melaksanakan sholat secara mandiri (munfarid) di rumah.
Kapan waktu pelaksanaan sholat Ied dimulai?
Dimulai sejak matahari terbit seukuran satu tombak (waktu Isyraq) hingga masuk waktu Dzuhur.
Apakah wajib mandi sebelum sholat Ied?
Mandi sebelum berangkat sholat Ied hukumnya sunnah muakkadah sebagai bentuk kebersihan dan kesucian.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2608262/original/030108300_1666512422-pexels-ibrahim-hasan-3944317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5526377/original/052775600_1773118866-unnamed_-_2026-03-10T115904.629.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5408327/original/086578800_1762770478-Ceramah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4368169/original/069389400_1679530201-Salat_Tarawih_Pertama_di_Hagia_Sophia_mosque-AP__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326255/original/074223700_1756094319-pexels-mahmut-33108520.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4368604/original/007079000_1679547739-20230323-Sholat-Tarawih-Ramadhan-Masjid-Raya-Baiturrahman-Banda-Aceh-AFP-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4737864/original/087768800_1707368307-fotor-ai-20240208115418.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5045104/original/041213400_1733897746-1733893370607_tujuan-isra-miraj-1.jpg)