Sukses

Cara Mengenali Odometer Mobil Bekas yang Diakali

Liputan6.com, Jakarta - Dalam memilih mobil bekas, ada banyak hal yang mesti diperhatikan. Jangan hanya tergoda lantaran eksteriornya yang mulus, kabin yang nyaman, maupun suara mesin yang halus. Perhatikan dulu odometernya. 

Jika memperlihatkan angka yang cukup tinggi, maka bisa diasumsikan roda empat tersebut sudah digunakan dengan jarak yang cukup jauh atau biasa disebut mobil capai.

Nah, jika jarak tempuh yang sudah cukup jauh tidak menutup kemungkinan bakal berpengaruh terhadap penurunan performa serta kerusakan sejumlah komponen.

Tapi, banyak oknum penjual mobkas yang melakukan kecurangan dengan mengubah odometer analog. Bahkan, agar lebih meyakinkan sampai mengakali rekam jejak buku servis.

Si pelaku memanfaatkan jasa memutar balik angka kilometer, kemudian membawa mobil tersebut ke tempat servis. Hasilnya, angka kilometer palsu itu sesuai buku servis dan seolah-olah benar-benar terlihat muda.

"Misalnya seharusnya jarak tempuh mobil itu 80.000 km, diputar jadi 40.000 km, lalu dibawa ke bengkel servis, ya yang tercatat 40.000 km di keterangan servis," ujar Abeth N Sonjaya, Recondition & Quality Control Head Mobil88.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Cara Mengetahui

Seperti disitat laman resmi Mobil88.com, hal tersebut bisa diketahui dengan melihat bekas congkelan ketika membuka mika dasbor mobkas.

Selain itu, angka-angka pada odometer juga mengalami kerusakan karena harus dipaksa diputar dengan benda keras tumpul atau lancip.

Namun perlu dicatat, odometer digital juga bisa saja dimanipulasi, dengan cara yang lebih mudah, yaitu hanya dengan mencolok ke sebuah software.

Jadi, jika membeli mobkas, selain melihat odometer, ada baiknya melakukan pengecekan secara menyeluruh, mulai dari riwayat servis pada buku atau bengkel, melihat secara langsung bentuk fisik eksterior dan interior agar tidak tertipu.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS