Liputan6.com, Jakarta Cara menanam bawang bombay pada dasarnya sederhana, yakni memilih umbi atau bibit sehat, menyiapkan media tanam gembur, lalu menanamnya dengan tunas menghadap ke atas. Setelah itu, tanaman cukup disiram teratur dan mendapat sinar matahari penuh sampai umbinya membesar.
Bawang bombay (Allium cepa) bisa dibudidayakan di pot, polybag, hingga bedengan pekarangan rumah. Dengan teknik yang tepat, cara menanam bawang bombay tetap memberi hasil memuaskan meski hanya di lahan sempit.
Mengacu pada University of Maryland Extension, bawang bombai dan bawang hijau tergolong tanaman dwimusim yang umumnya dibudidayakan sebagai tanaman semusim. Tanaman ini memiliki kebutuhan nutrisi tinggi dan membutuhkan sinar matahari penuh setidaknya enam jam per hari. Karena itu, keberhasilan budidayanya sangat ditentukan oleh media tanam, pola penyiraman, dan pemilihan varietas yang cocok dengan iklim setempat.
Advertisement
Baca juga: panduan menanam bawang bombay di lahan sempit dari bibit hingga siap dipanen.
Menyiapkan Umbi, Bibit, dan Media Tanam Bawang Bombay
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311876/original/021192100_1785466813-f2e8f81f-a184-4b73-8fe4-058661b7381c.jpeg)
Langkah awal dalam cara menanam bawang bombay adalah menyiapkan bahan tanam serta media yang tepat. Kualitas umbi maupun bibit sangat menentukan ukuran dan hasil panen di kemudian hari, sehingga tahap ini tidak boleh disepelekan.
Berdasarkan panduan Johnny’s Selected Seeds, bawang membutuhkan tanah subur dan berdrainase baik dengan pH 6,2–6,8. Tanah lempung berpasir dinilai ideal untuk mendukung pertumbuhan bawang. Kondisi tanah seperti inilah yang membuat umbi leluasa membesar tanpa mudah membusuk. Menurut Sarah Akovic, petani regeneratif sekaligus instruktur di Lorain County Community College, yang dikutip AOL, pemula sebaiknya memilih varietas bawang yang memiliki ketahanan tinggi terhadap penyakit dan hama serta menghindari varietas berukuran besar.
-
Pilih umbi atau bibit berkualitas: Gunakan umbi yang padat, mengilap, tidak lembek, tidak berjamur, dan bebas dari luka atau bekas gigitan hama. Umbi dapur yang mulai memunculkan tunas hijau justru menandakan titik tumbuh masih aktif, sehingga cocok dijadikan bahan tanam.
-
Kenali varietas sesuai durasi penyinaran: Bawang bombay membentuk umbi berdasarkan lama penyinaran matahari, mulai dari tipe short-day, intermediate-day, hingga long-day. Untuk wilayah tropis dengan durasi siang sekitar 12 jam, tipe short-day umumnya lebih cocok agar umbi cepat terbentuk.
-
Rangsang pertumbuhan tunas: Jika memakai umbi berukuran besar, potong sedikit bagian atasnya untuk merangsang tunas, lalu diamkan beberapa jam sampai bekas potongan mengering. Pastikan setiap potongan tetap memiliki cakram akar (basal plate) agar mampu tumbuh.
-
Racik media tanam gembur: Campurkan tanah gembur, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1 supaya media kaya nutrisi sekaligus porous. Media yang remah membantu akar dangkal bawang menyerap air dan hara dengan mudah.
-
Perhatikan drainase dan kesuburan: Tambahkan bahan organik yang sudah matang untuk memperbaiki struktur tanah dan mencegah genangan. Media yang terlalu padat atau becek berisiko membuat umbi busuk sebelum sempat membesar.
Baca juga: cara menanam bawang bombay dari umbinya secara lengkap dan referensi menyemai bibit dari biji agar panen melimpah.
Advertisement
Cara Menanam Bawang Bombay di Pot atau Polybag
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336591/original/062896200_1788166989-1b4a1961-eea5-405a-9298-76059e721f0e.jpg)
Setelah bahan tanam siap, penanaman menjadi tahap inti dalam cara menanam bawang bombay yang paling menentukan pertumbuhan umbi. Pot dan polybag menjadi solusi praktis bagi rumah tangga perkotaan yang tidak memiliki pekarangan luas.
Untuk menanam bawang bombay di rumah, tanaman dapat dibudidayakan dalam pot atau polybag. Ukuran wadah perlu disesuaikan dengan tahap pertumbuhan agar akar dan umbi memiliki ruang yang cukup untuk berkembang. Terkait waktu tanam, Monty Don dalam video untuk Gardeners’ World menjelaskan bahwa bawang memiliki musim tanam yang panjang. Karena itu, umbi bibit sebaiknya ditanam ke tanah sesegera mungkin agar memiliki waktu cukup untuk matang.
-
Siapkan pot atau polybag berlubang: Pastikan wadah memiliki lubang drainase di bagian bawah untuk membuang kelebihan air. Lubang ini mencegah akar terendam sehingga umbi tidak mudah membusuk.
-
Isi dengan media tanam: Masukkan campuran media hingga sekitar tiga perempat tinggi wadah agar masih tersisa ruang saat penyiraman. Ratakan permukaannya supaya umbi tertanam merata.
-
Buat lubang tanam dangkal: Buat lubang sedalam sekitar 3 sampai 5 cm pada media yang telah disiapkan. Jangan menanam terlalu dalam karena umbi yang terlalu terbenam sulit membesar dan bentuknya cenderung tidak sempurna.
-
Tanam dengan tunas menghadap ke atas: Letakkan bagian akar atau cakram akar di bawah, sementara ujung bertunas menghadap ke atas. Timbun kembali dengan tanah tipis tanpa menekan terlalu keras.
-
Atur jarak tanam: Beri jarak antarumbi sekitar 10 hingga 15 cm agar tidak berebut nutrisi. Penanaman yang terlalu rapat justru membuat ukuran umbi menjadi kecil.
-
Siram dan tempatkan di area berjemur: Siram secukupnya setelah tanam untuk memadatkan media di sekitar akar. Letakkan pot di lokasi yang menerima sinar matahari penuh, seperti teras, balkon, atau sisi rumah yang cerah.
Cara ini mirip dengan menanam bawang merah di pot untuk pemula maupun trik menanam bawang di polybag untuk balkon rumah minimalis. Baca juga: cara memanfaatkan umbi yang hampir busuk di botol plastik.
Merawat Bawang Bombay hingga Panen dan Menyimpannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311878/original/039093300_1785466813-49ed5ce0-41d0-4d5b-a3e3-9714a4aa8743.jpeg)
Perawatan yang konsisten adalah kunci agar cara menanam bawang bombay berujung pada panen umbi besar dan berkualitas. Pada tahap ini, penyiraman, pemupukan, serta pengendalian hama harus berjalan seimbang.
Mengutip EOSDA, bawang memiliki akar dangkal sehingga membutuhkan kelembapan yang konsisten, sekitar 25 mm atau 1 inci air per minggu. Kebutuhan air terutama perlu diperhatikan selama fase vegetatif, sebelum pembentukan umbi dimulai. Penyiraman yang berlebihan bisa memicu pembusukan, sementara penyiraman tidak teratur membuat umbi mudah pecah. Soal gangguan tanaman, David Trinklein, ahli hortikultura University of Missouri Extension, menyebut bahwa masalah umum pada bawang mencakup serangga seperti thrips dan belatung lalat bawang, serta penyakit jamur seperti embun bulu, busuk leher, akar merah muda, dan gosong.
-
Penyiraman teratur: Jaga kelembapan media agar tetap lembap, tetapi tidak becek, terutama saat umbi mulai membesar. Ukuran umbi berbanding lurus dengan kecukupan air selama masa pertumbuhan.
-
Pemupukan berimbang: Berikan pupuk sebelum tanam dan lakukan pemupukan susulan setelah umbi mulai membesar. Bawang menyukai unsur hara tinggi, tetapi hindari nitrogen berlebih di akhir masa tumbuh karena dapat menghambat pembentukan umbi.
-
Penyiangan gulma dan pemberian mulsa: Cabut gulma secara rutin karena akar dangkal bawang kalah bersaing dalam memperebutkan air dan nutrisi. Sebarkan mulsa organik seperti jerami untuk menjaga kelembapan sekaligus menekan pertumbuhan gulma.
-
Pengendalian hama dan penyakit: Waspadai thrips dan lalat bawang, serta penyakit jamur pada daun yang bisa menurunkan hasil. Sirkulasi udara yang baik, jarak tanam ideal, dan kebersihan lahan dari sisa tanaman membantu menekan risiko serangan.
-
Kenali tanda panen: Merujuk The Old Farmer's Almanac, bawang siap dipanen ketika bagian atas tanaman mulai menguning dan rebah. Saat mencabutnya, gemburkan tanah di sekitar umbi menggunakan sekop atau garpu kebun agar umbi lebih mudah diangkat tanpa mengalami kerusakan.
-
Curing dan penyimpanan: Jemur umbi di tempat teduh berventilasi baik selama satu hingga dua minggu hingga leher dan kulitnya kering serta menyerupai kertas. Setelah itu, potong daun hingga menyisakan sekitar 2,5 cm, lalu simpan di tempat sejuk, kering, dan gelap.
Prinsip perawatan ini serupa dengan budidaya bawang merah dari umbi dan biji hingga panen maupun menanam daun bawang tanpa lahan luas. Setelah panen, pelajari cara menyimpan bawang bombay agar awet hingga dua minggu, tips agar bawang tidak cepat busuk dan bertunas, serta menyimpan bawang agar awet berbulan-bulan.
Advertisement
Faktor Penting yang Menentukan Keberhasilan Menanam Bawang Bombay
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336592/original/067996400_1788166989-2cb07fdf-a370-42ce-8ef1-b6b4866379c6.jpg)
Selain teknik penanaman, ada sejumlah faktor pendukung yang membuat hasil budidaya lebih maksimal. Memahaminya sejak awal membantu menghindari kegagalan yang umum dialami pemula.
Dilansir dari Gardening Know How, pembentukan umbi bawang bergantung pada panjang hari atau jumlah jam siang yang diterima tanaman. Pada varietas short-day, umbi mulai terbentuk ketika panjang siang sekitar 10–12 jam. Faktor inilah yang membuat pemilihan varietas menjadi penentu utama. Sara Rubens, pemilik Seed to Sanctuary, dikutip dari AOL menjelaskan bahwa bawang short-day atau intermediate-day tumbuh paling baik di wilayah selatan, sedangkan bawang long-day berkembang baik di wilayah utara.
-
Pemilihan varietas sesuai iklim: Cocokkan tipe bawang dengan durasi penyinaran di daerah Anda agar umbi terbentuk optimal. Salah memilih varietas kerap menjadi penyebab bawang hanya tumbuh daun tanpa membentuk umbi.
-
Intensitas sinar matahari: Bawang memerlukan lokasi terbuka dengan cahaya penuh sepanjang hari. Tanaman yang kurang cahaya cenderung menghasilkan umbi kecil.
-
Kualitas dan keasaman tanah: Tanah gembur, subur, dan sedikit asam hingga netral menjadi fondasi pertumbuhan yang sehat. Perbaiki tanah berat dengan bahan organik matang agar drainasenya membaik.
-
Konsistensi penyiraman: Kelembapan yang stabil mencegah umbi pecah maupun busuk. Hindari pola membiarkan tanah kering lalu menyiram berlebihan secara tiba-tiba.
-
Kedalaman dan jarak tanam: Tanam dangkal agar umbi bebas membesar ke permukaan, dan jangan menimbun tanah menggunung di pangkal batang. Jarak yang cukup mencegah kompetisi antartanaman.
-
Pengendalian gulma sejak dini: Bersihkan gulma secara rutin karena akar dangkal bawang mudah tersaingi. Mulsa menjadi cara efektif menekan gulma sekaligus menahan penguapan.
-
Suhu lingkungan: Bawang tumbuh paling baik pada kondisi sejuk, sehingga di Indonesia budidaya cenderung lebih berhasil di dataran tinggi. Suhu yang terlalu panas dapat mengganggu pembentukan umbi.
-
Kesabaran menunggu masa panen: Umbi butuh waktu berbulan-bulan sebelum benar-benar matang. Memanen terlalu cepat membuat ukuran umbi belum maksimal.
Bawang bombay bukan hanya bumbu, tetapi juga menyimpan nilai gizi menarik. Selain menambah cita rasa, sejumlah ulasan menyoroti kandungan bawang bombay dan manfaatnya bagi kesehatan, mulai dari potensinya menjaga kesehatan jantung hingga membantu menurunkan kadar kolesterol.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bawang Bombay
Berapa lama bawang bombay bisa dipanen?
Umumnya bawang bombay siap dipanen dalam kisaran 85 sampai 120 hari, atau sekitar tiga hingga empat bulan sejak tanam, tergantung varietas dan kondisi lingkungan. Tanda paling jelas adalah sebagian besar daun menguning lalu rebah dengan sendirinya, yang berarti pertumbuhan umbi telah berhenti dan waktunya dipanen.
Apakah bawang bombay bisa ditanam dari umbi dapur?
Bisa, selama umbinya masih sehat, padat, dan sebaiknya sudah mulai memunculkan tunas hijau di bagian atas. Cukup tanam umbi dengan tunas menghadap ke atas pada media gembur, lalu rawat dengan penyiraman dan sinar matahari yang cukup, sehingga Anda tidak perlu membeli bibit baru setiap kali stok habis.
Apakah bawang bombay bisa tumbuh di dataran rendah Indonesia?
Bawang bombay pada dasarnya menyukai suhu sejuk, sehingga cenderung tumbuh lebih optimal di dataran tinggi. Di dataran rendah budidaya tetap memungkinkan asalkan memilih varietas yang toleran terhadap durasi siang tropis serta menjaga penyiraman dan drainase, meski ukuran umbinya bisa lebih kecil.
Dengan mengikuti tahapan mulai dari pemilihan bibit, penanaman, perawatan, sampai penyimpanan, siapa pun dapat mencoba budidaya ini di rumah dan menikmati hasilnya sendiri. Setelah panen dan disimpan dengan benar, misalnya lewat teknik menyimpan bawang paling awet, umbi hasil kebun bisa langsung diolah menjadi beragam masakan, seperti resep ayam kecap kental yang gurih dan harum. Anda juga dapat mengeksplorasi manfaat lain bawang bombay, memanfaatkan kulit bawang yang biasanya dibuang, hingga menyimak yang terjadi pada tubuh jika mengonsumsinya rutin.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337193/original/082818200_1788236451-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-01T111508.347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5017021/original/098300300_1732248955-cek_fakta_ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354855/original/020105300_1790065282-OdIL8IK5AYXooydWa8bmlAUsqS8wLrtMqwjNAEGR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351106/original/037061800_1789641042-01M2NVYXFJH47J38HCGMAD35CJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329944/original/022729000_1787305484-The_Treasury_Department_North_side_20240601.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316740/original/064201100_1785985832-Foto_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316635/original/051316300_1785980167-af4b0467-9288-4a82-9ac3-df66120501c6.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310268/original/015420000_1785312268-Ilustrasi_ajarkan_anak_soal_uang-29_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297823/original/053722400_1784108003-IMG_4503.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271510/original/092478300_1603093366-SIARAN_PERS_Ruangguru_Masuk_ke_Dalam_Daftar_Perusahaan_Pendidikan_Teknologi_Paling_Transformatif_Di_Dunia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256882/original/030215200_1781173960-2__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566556/original/011876300_1777194211-e1df24d5-3a13-4353-942b-701218a448b1.jpeg)