Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam bawang bombay dari umbinya kini semakin dicari. Bawang bombay (Allium cepa) adalah salah satu jenis sayuran yang banyak digunakan sebagai bumbu maupun pelengkap berbagai hidangan. Selain mudah ditemukan di pasaran, bawang bombay juga dapat dibudidayakan sendiri di rumah menggunakan umbi yang masih sehat.
Menanam bawang bombay dari umbinya jadi pilihan praktis karena tidak perlu memulai dari biji yang membutuhkan waktu lebih lama. Namun, agar tanaman tumbuh optimal dan mampu menghasilkan umbi baru, setiap tahap penanaman perlu dilakukan dengan benar, mulai dari pemilihan bibit hingga perawatan.
Berikut cara menanam bawang bombay dari umbinya, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (31/7).
Advertisement
1. Pilih Umbi Bawang Bombay yang Berkualitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311875/original/011316100_1785466813-ca65a6c2-2017-42b9-aaba-c8afa95507f9.jpeg)
Langkah pertama adalah memilih umbi bawang bombay yang sehat sebagai bahan tanam. Pilih umbi yang padat, tidak lembek, tidak berjamur, tidak berbau busuk, serta bebas dari luka atau bekas gigitan hama agar peluang tumbuhnya lebih tinggi.
Umbi yang sudah mulai mengeluarkan tunas hijau di bagian atas justru menjadi pilihan yang baik karena menandakan titik tumbuhnya masih aktif. Sebaliknya, hindari menggunakan bawang yang telah membusuk atau mengering sepenuhnya karena daya tumbuhnya sangat rendah.
Jika umbi berukuran besar, Anda dapat menanamnya secara utuh. Namun, apabila ingin memotong bagian bawah yang mengandung titik tumbuh, pastikan setiap potongan tetap memiliki cakram akar (basal plate) dan tunas, lalu biarkan luka potongan mengering selama sekitar satu hari sebelum ditanam untuk mengurangi risiko pembusukan.
Advertisement
2. Siapkan Media Tanam yang Gembur dan Memiliki Drainase Baik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311876/original/021192100_1785466813-f2e8f81f-a184-4b73-8fe4-058661b7381c.jpeg)
Bawang bombay tumbuh paling baik pada tanah yang gembur, subur, dan tidak mudah tergenang air. Media yang terlalu padat dapat menghambat perkembangan akar dan pembentukan umbi.
Campurkan tanah, kompos atau pupuk kandang yang telah matang, serta sekam bakar atau pasir dengan perbandingan sekitar 2:1:1. Campuran ini membantu menjaga aerasi sekaligus memperlancar pembuangan air berlebih.
Gunakan pot dengan kedalaman minimal 20–25 cm apabila menanam di wadah. Pastikan pot memiliki lubang drainase yang cukup agar air tidak menggenang dan menyebabkan umbi membusuk.
3. Tanam Umbi dengan Posisi yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311877/original/029413100_1785466813-ad4ede21-bfec-43bd-8f03-0acf63ef646d.jpeg)
Buat lubang tanam sedalam sekitar 3–5 cm pada media yang telah disiapkan. Letakkan bagian akar atau cakram akar di bawah, sedangkan ujung yang bertunas menghadap ke atas.
Timbun kembali dengan tanah hingga sebagian besar umbi tertutup, tetapi jangan menanamnya terlalu dalam. Bagian ujung atas umbi dapat dibiarkan sedikit terlihat di permukaan tanah agar tunas lebih mudah tumbuh.
Apabila menanam lebih dari satu umbi, berikan jarak sekitar 15–20 cm antartanaman. Jarak ini memberikan ruang yang cukup bagi daun berkembang dan umbi baru membesar tanpa saling berebut nutrisi.
Advertisement
4. Siram Secukupnya Setelah Penanaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311878/original/039093300_1785466813-49ed5ce0-41d0-4d5b-a3e3-9714a4aa8743.jpeg)
Setelah umbi ditanam, siram media hingga lembap secara merata. Penyiraman awal bertujuan membantu tanah menempel pada akar sekaligus mengurangi rongga udara di sekitar umbi.
Selanjutnya, lakukan penyiraman secukupnya saat permukaan media mulai mengering. Bawang bombay tidak menyukai kondisi tanah yang terlalu basah karena dapat memicu pembusukan akar maupun umbi.
Pada musim hujan, frekuensi penyiraman sebaiknya dikurangi dan pastikan air hujan tidak menggenang di sekitar tanaman. Sebaliknya, saat cuaca panas, kelembapan media tetap perlu dijaga tanpa membuatnya becek.
5. Letakkan Tanaman di Tempat yang Mendapat Sinar Matahari Penuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311879/original/047503200_1785466813-3bd2449c-191d-4391-b992-0eb4283d6805.jpeg)
Bawang bombay memerlukan sinar matahari langsung selama sekitar 6–8 jam setiap hari. Paparan cahaya yang cukup sangat penting untuk mendukung pertumbuhan daun dan pembentukan umbi.
Tempatkan pot atau bedengan di area terbuka yang tidak terhalang bangunan maupun pepohonan. Semakin baik intensitas cahaya yang diterima, pertumbuhan tanaman umumnya akan semakin optimal.
Apabila tanaman kekurangan sinar matahari, daun cenderung tumbuh memanjang tetapi lemah, sementara pembentukan umbi menjadi kurang maksimal. Oleh karena itu, hindari menanam bawang bombay di lokasi yang terlalu teduh.
Advertisement
6. Berikan Pupuk Secara Bertahap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311880/original/056034000_1785466813-ff8df4cb-35a6-4bca-abfb-2b5839ee09ad.jpeg)
Setelah tanaman mulai aktif tumbuh, berikan pupuk tambahan untuk mendukung perkembangan daun dan akar. Pupuk kompos matang dapat diberikan sebagai pupuk susulan untuk membantu memperbaiki kesuburan tanah.
Pada 1–2 bulan pertama, bawang bombay lebih membutuhkan unsur nitrogen (N) untuk merangsang pertumbuhan daun yang sehat dan hijau. Daun yang tumbuh optimal akan menghasilkan lebih banyak energi melalui proses fotosintesis sebagai bekal pembentukan umbi.
Memasuki bulan ketiga atau ketika pangkal batang mulai membesar sebagai tanda awal pembentukan umbi, kurangi pemberian pupuk tinggi nitrogen dan beralih ke pupuk yang lebih kaya fosfor (P) serta kalium (K). Kedua unsur hara tersebut berperan penting dalam pembentukan akar, pembesaran umbi, dan meningkatkan kualitas hasil panen, sehingga hindari pemberian nitrogen berlebihan pada fase ini.
7. Panen Setelah Umbi Matang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311881/original/064630200_1785466813-1bb85097-2a6a-435c-86ed-04ae9e860ea4.jpeg)
Bawang bombay umumnya siap dipanen sekitar 90–150 hari setelah ditanam, tergantung varietas dan kondisi pertumbuhan. Tanda yang paling mudah dikenali adalah sebagian besar daun mulai menguning, rebah, dan mengering secara alami.
Daun yang rebah bukan berarti tanaman kekurangan air atau terserang penyakit. Kondisi ini merupakan proses alami yang menandakan sebagian besar hasil fotosintesis dan cadangan nutrisi dari daun telah dipindahkan ke dalam umbi sehingga proses pembesaran umbi telah mendekati akhir.
Ketika sekitar 50–80 persen daun telah rebah dan menguning, kurangi atau hentikan penyiraman selama sekitar satu hingga dua minggu sebelum panen. Setelah itu, cabut tanaman secara perlahan, bersihkan sisa tanah yang menempel, lalu lakukan proses curing atau pengeringan di tempat yang teduh, kering, dan memiliki sirkulasi udara baik selama sekitar 2–3 minggu agar kulit umbi mengeras dan bawang bombay lebih awet saat disimpan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Bawang Bombay dari Umbinya
1. Apakah bawang bombay dari dapur bisa langsung ditanam?
Bisa, asalkan umbi masih sehat, tidak busuk, tidak berjamur, dan bagian cakram akar (basal plate) masih utuh. Umbi yang sudah mulai mengeluarkan tunas bahkan memiliki peluang tumbuh lebih baik dibandingkan umbi yang masih dorman.
2. Berapa lama bawang bombay dari umbi bisa dipanen?
Secara umum, bawang bombay dapat dipanen sekitar 90–150 hari setelah ditanam. Lama waktu panen dipengaruhi oleh varietas, intensitas sinar matahari, kesuburan media tanam, serta perawatan selama masa pertumbuhan.
3. Apakah bawang bombay harus ditanam di lahan atau bisa menggunakan pot?
Bawang bombay dapat tumbuh dengan baik di dalam pot maupun polybag selama wadah memiliki kedalaman minimal 20–25 cm dan dilengkapi lubang drainase. Pastikan tanaman mendapat sinar matahari langsung selama 6–8 jam setiap hari agar pembentukan umbi berlangsung optimal.
4. Mengapa daun bawang bombay rebah sebelum dipanen?
Daun yang rebah menjelang panen merupakan proses alami, bukan tanda tanaman sakit. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar hasil fotosintesis dan cadangan nutrisi telah dipindahkan ke dalam umbi sehingga umbi telah memasuki fase pematangan.
5. Apa penyebab umbi bawang bombay tidak membesar?
Umbi yang kecil biasanya disebabkan oleh kurangnya sinar matahari, pemberian pupuk nitrogen yang berlebihan saat fase pembentukan umbi, media tanam yang terlalu padat, atau jarak tanam yang terlalu rapat. Selain itu, penyiraman yang berlebihan juga dapat menghambat perkembangan umbi dan meningkatkan risiko pembusukan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311957/original/053974000_1785469440-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-31T104301.344.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5455556/original/058687200_1766711056-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-26T080132.246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311874/original/003959700_1785466813-11ccbef5-904a-4827-9998-0fba6b25609d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311808/original/034934100_1785463472-000e0c91-9a8a-4622-b041-e02d215a9ebf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311857/original/007023500_1785465876-ChatGPT_Image_Jul_31__2026__09_23_35_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311042/original/023947600_1785387036-XGg3evje7bAS20hENo3qhF4pYoKmFOWfH4bBJJ7E.jpg)