Cara Membuat Pupuk Cangkang Telur untuk Tanaman Cabai, Jangan Asal agar Tak Overdosis

Cara membuat pupuk cangkang telur untuk tanaman cabai dengan langkah sederhana. Ketahui manfaat, cara aplikasi, dosis, dan hal yang perlu dihindari agar tidak b

Diterbitkan 20 Agustus 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cangkang telur yang biasanya langsung dibuang ternyata masih bisa dimanfaatkan untuk membantu merawat tanaman cabai. Bahan dapur ini mengandung kalsium karbonat (CaCO₃) dalam jumlah tinggi sehingga dapat menjadi salah satu sumber kalsium bagi tanah dan tanaman.

Namun, cangkang telur bukanlah pupuk lengkap yang bisa menggantikan seluruh kebutuhan nutrisi tanaman cabai. Pemakaiannya lebih tepat sebagai sumber kalsium sekaligus bahan pembenah tanah, terutama pada kondisi tanah tertentu.

Penelitian yang dirangkum dalam jurnal Clean Technologies 2026 menyebutkan bahwa cangkang telur tersusun dari kalsium karbonat dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber kalsium serta bahan pengapuran tanah. Penggunaannya juga berpotensi membantu memperbaiki kondisi tanah yang terlalu asam.

Berikut Liputan6 ulas cara membuat pupuk cangkang telur untuk tanaman cabai.

Manfaat cangkang telur untuk tanaman cabai

Kalsium merupakan salah satu unsur penting bagi tanaman. Unsur ini berperan dalam pembentukan dinding sel dan menjaga struktur serta fungsi jaringan tanaman.

Khusus pada tanaman cabai (Capsicum), penelitian dalam Scientia Horticulturae menunjukkan bahwa kalsium berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Namun, jumlah kalsium yang diberikan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman dan media tanam karena pemberian kalsium dalam jumlah tinggi tidak otomatis membuat hasil panen semakin banyak.

Cangkang telur juga dapat memberikan efek pengapuran. Studi yang diterbitkan di Agronomy pada 2024 menemukan bahwa cangkang telur yang digiling mampu meningkatkan pH pada tanah masam dan menunjukkan efek pengapuran yang sebanding dengan kapur pertanian dalam kondisi penelitian tersebut.

Sementara itu, dalam penelitian “Pemanfaatan Tepung Cangkang Telur sebagai Substitusi Kapur dan Kompos Keladi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Merah pada Tanah Aluvial”, Nurjayanti, Dwi Zulfita, dan Dwi Raharjo menunjukkan tepung cangkang telur dapat digunakan sebagai pengganti kapur untuk membantu meningkatkan pH tanah pada budidaya cabai merah di tanah aluvial.

Jadi, manfaat cangkang telur adalah menambah sumber kalsium dan membantu memperbaiki tanah yang terlalu asam, bukan sebagai pupuk utama untuk memenuhi seluruh kebutuhan cabai.

Bahan yang diperlukan

  • Cangkang telur secukupnya
  • Air bersih
  • Wadah atau nampan
  • Blender, ulekan, atau alat penggiling
  • Stoples atau wadah kering untuk menyimpan

Cara membuat pupuk cangkang telur untuk cabai

Cara paling sederhana adalah mengolah cangkang telur menjadi bubuk. Semakin halus bentuknya, semakin luas permukaannya sehingga lebih mudah bereaksi dengan tanah dibandingkan cangkang yang masih berupa potongan besar.

1. Kumpulkan cangkang telur

Kumpulkan cangkang telur yang sudah digunakan. Sebaiknya jangan langsung memasukkannya ke media tanam karena masih terdapat sisa putih atau kuning telur yang dapat menimbulkan bau dan mengundang serangga.

2. Cuci hingga bersih

Bilas cangkang telur menggunakan air mengalir sampai sisa telur yang menempel hilang.

Langkah ini penting terutama jika cangkang akan disimpan dalam bentuk bubuk. Setelah dicuci, tiriskan.

3. Keringkan cangkang telur

Jemur cangkang di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering. Bisa juga dikeringkan dengan pemanasan ringan.

Pastikan cangkang tidak lagi lembap sebelum digiling. Cangkang yang masih basah lebih mudah berbau atau berjamur ketika disimpan.

4. Haluskan menjadi bubuk

Setelah kering, tumbuk menggunakan ulekan atau masukkan ke blender sampai menjadi bubuk.

Semakin halus cangkang telur, semakin baik untuk dicampurkan ke tanah. Cangkang yang masih kasar membutuhkan waktu lebih lama untuk bereaksi.

Penelitian mengenai pemanfaatan cangkang telur sebagai pembenah tanah juga umumnya menggunakan cangkang yang telah digiling, bukan cangkang dalam bentuk utuh.

5. Simpan atau langsung gunakan

Bubuk cangkang telur dapat disimpan dalam wadah yang kering dan tertutup.

Jika akan digunakan pada tanaman cabai, bubuk dapat dicampurkan ke media tanam atau ditaburkan secara tipis di permukaan tanah kemudian dicampur dengan lapisan tanah bagian atas.

Cara menggunakan bubuk cangkang telur pada tanaman cabai

Untuk tanaman cabai rumahan, tidak perlu menaburkan cangkang telur secara berlebihan.

Gunakan sedikit demi sedikit dan campurkan dengan tanah di sekitar tanaman, bukan menumpuknya tepat di pangkal batang.

Salah satu cara praktis adalah:

  • Ambil bubuk cangkang telur yang sudah kering dan halus.
  • Taburkan tipis di permukaan tanah.
  • Campurkan perlahan dengan tanah bagian atas.
  • Siram tanaman seperti biasa.

Amati kondisi tanaman dan media tanam sebelum memberikan tambahan. Selain itu, jangan menumpuk bubuk dalam jumlah besar tepat di pangkal batang. Lebih baik bubuk dicampurkan secara merata dengan media tanam atau tanah di sekitar area perakaran. Jumlahnya juga perlu disesuaikan dengan kondisi media.

Tidak ada satu dosis rumahan yang bisa dianggap cocok untuk semua tanaman cabai. Kebutuhan kalsium dipengaruhi oleh kondisi tanah, pH, media tanam, umur tanaman, dan nutrisi lain yang tersedia.

Penelitian tentang cangkang telur pada tanaman cabai memang menunjukkan hasil yang menarik. Sebuah studi yang dirangkum dalam kajian Pathways for Sustainable Utilization of Waste Chicken Eggshell melaporkan penggunaan bubuk cangkang telur pada Capsicum frutescens dalam beberapa dosis dan menemukan peningkatan pertumbuhan vegetatif pada perlakuan tertentu.

Apakah air rebusan cangkang telur bisa digunakan?

Cangkang telur memang bisa direndam atau direbus untuk membuat larutan, tetapi cara tersebut tidak otomatis membuat kalsium dari cangkang menjadi mudah tersedia dalam jumlah besar.

Kalsium karbonat merupakan senyawa yang relatif sukar larut dalam air. Karena itu, untuk penggunaan sederhana di rumah, menghaluskan cangkang dan mencampurkannya ke tanah lebih masuk akal daripada mengandalkan air rendaman cangkang telur sebagai pupuk cair.

Jika ingin membuat larutan kalsium yang lebih mudah larut, diperlukan proses kimia tertentu dan pengendalian konsentrasi. Cara tersebut berbeda dengan sekadar merendam cangkang telur menggunakan air.

Jangan menganggap cangkang telur sebagai pupuk lengkap

Ini bagian yang penting agar penggunaan cangkang telur tidak menyesatkan. Cangkang telur terutama bermanfaat sebagai sumber kalsium dan bahan pengapuran. Tanaman cabai tetap membutuhkan berbagai unsur hara lain untuk tumbuh, membentuk bunga, dan menghasilkan buah.

Artinya, memberikan bubuk cangkang telur saja tidak menjamin tanaman cabai menjadi subur atau berbuah lebat.  Tanaman cabai tetap membutuhkan berbagai unsur hara, termasuk nitrogen, fosfor, dan kalium.

Kajian ilmiah terbaru juga menekankan bahwa efektivitas cangkang telur sebagai pembenah tanah dipengaruhi kondisi tanah, terutama tingkat keasaman dan ukuran partikel cangkang. 

Kapan sebaiknya berhati-hati?

Jangan menggunakan bubuk cangkang telur dalam jumlah banyak tanpa mengetahui kondisi tanah. Alasannya, cangkang telur memiliki efek seperti bahan pengapuran sehingga dapat meningkatkan pH tanah. Pada tanah yang sudah memiliki pH cukup tinggi, penambahan bahan pengapuran secara berlebihan justru tidak diperlukan.

Jika memungkinkan, periksa pH media tanam terlebih dahulu, terutama bila tanaman cabai ditanam dalam jumlah banyak atau untuk keperluan budidaya.

Untuk tanaman cabai di pot, prinsip sederhananya adalah gunakan secukupnya, amati kondisi tanaman, dan jangan menjadikan cangkang telur sebagai satu-satunya sumber nutrisi.

Tips agar pupuk cangkang telur lebih praktis

Agar tidak merepotkan, cangkang telur dari dapur bisa dikumpulkan selama beberapa hari. Setelah jumlahnya cukup, cuci, keringkan, lalu giling sekaligus.

Simpan bubuk dalam wadah tertutup dan pastikan tidak ada air yang masuk. Dengan begitu, limbah cangkang telur bisa dimanfaatkan sedikit demi sedikit ketika merawat tanaman cabai.

Selain mengurangi limbah dapur, cara ini juga memberikan alternatif sumber kalsium yang mudah diperoleh di rumah.

Catatan: penggunaan cangkang telur paling tepat dipandang sebagai tambahan atau pembenah tanah, bukan pengganti pupuk lengkap. Efeknya juga tidak selalu sama pada setiap tanaman karena dipengaruhi kondisi tanah, pH, ukuran bubuk, dan ketersediaan unsur hara lainnya.

Kesalahan yang perlu dihindari

Cangkang telur tidak dicuci

Sisa telur yang tertinggal dapat menyebabkan bau dan membuat bahan kurang nyaman untuk disimpan.

Cangkang masih basah saat digiling

Cangkang yang belum benar-benar kering lebih sulit dihaluskan dan kurang ideal untuk disimpan.

Menganggap semakin banyak semakin bagus

Cangkang telur dapat memengaruhi pH tanah. Karena itu, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi tanah.

Menganggap cangkang telur bisa menggantikan NPK

Cangkang telur bukan pupuk lengkap. Tanaman cabai tetap membutuhkan sumber hara lain.

Pertanyaan Seputar Pupuk Tanaman Cabai

1. Apakah semua limbah dapur bisa dijadikan pupuk untuk tanaman cabai? Tidak semua limbah dapur cocok langsung diberikan ke tanaman cabai. Bahan seperti cangkang telur, kulit pisang, atau sisa sayuran dapat dimanfaatkan setelah diolah dengan benar. Hindari memberikan sisa makanan yang mengandung banyak minyak, garam, gula, daging, atau bumbu secara langsung karena dapat menimbulkan bau, mengundang hama, dan mengganggu kondisi media tanam.

2. Apakah pupuk dari limbah dapur bisa membuat cabai cepat berbuah? Belum tentu. Pupuk dari limbah dapur hanya dapat menjadi salah satu sumber unsur hara, tetapi pertumbuhan dan produksi buah cabai juga dipengaruhi cahaya matahari, penyiraman, kondisi tanah, varietas, serta kecukupan unsur hara lainnya. Karena itu, jangan mengandalkan satu jenis pupuk limbah dapur untuk mempercepat pembuahan.

3. Seberapa sering pupuk limbah dapur diberikan pada tanaman cabai? Frekuensinya bergantung pada jenis bahan dan cara pengolahannya. Untuk bahan padat seperti kompos dari limbah sayuran, gunakan secukupnya dan campurkan dengan media tanam. Sementara itu, pupuk cair hasil fermentasi sebaiknya digunakan sesuai petunjuk pembuatan dan diencerkan jika memang formulanya mengharuskan demikian. Pemberian terlalu banyak tidak selalu membuat cabai tumbuh lebih subur dan justru dapat mengganggu keseimbangan media tanam.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6