Liputan6.com, Jakarta - Helm yang basah setelah terkena hujan sebaiknya tidak langsung disimpan di dalam tas atau lemari. Air yang masih tertinggal pada bagian busa, padding, maupun lapisan dalam helm dapat membuat kondisinya lembap dan memicu munculnya bau tidak sedap.
Masalahnya, mengeringkan helm juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Paparan panas yang terlalu tinggi, misalnya, dapat memengaruhi material tertentu pada helm dan membuat bagian dalamnya kurang nyaman. Karena itu, helm sebaiknya dikeringkan secara bertahap dengan sirkulasi udara yang baik.
Jika helm baru saja kehujanan, beberapa langkah sederhana berikut bisa membantu mengurangi kelembapan sekaligus menjaga bagian dalamnya tetap segar. Lantas bagaimana saja cara mengeringkan helm basah tanpa membuat busanya bau? Melansir dari berbagai sumber, Minggu (4/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.Â
Advertisement
1. Lepaskan Aksesori dan Padding yang Bisa Dilepas
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/3466182/original/086238200_1622091381-liputan6-helm-01.jpg)
Langkah pertama adalah membuka bagian helm yang memang dirancang untuk dilepas, terutama padding pipi, bantalan kepala, atau pelapis dalam yang memiliki sistem pelepasan. Jangan menarik atau memaksa bagian yang sebenarnya tidak bisa dilepas karena dapat merusak pengaitnya.
Dengan melepas padding, permukaan yang basah menjadi lebih mudah mendapatkan aliran udara. Air yang terserap di sela-sela busa juga dapat keluar lebih cepat dibandingkan jika seluruh bagian dalam helm dibiarkan tertutup.
Setelah dilepas, periksa bagian dalam padding. Jika hanya lembap, cukup tekan perlahan menggunakan handuk kering untuk membantu menyerap air. Hindari memelintir atau meremas busa terlalu keras karena dapat mengubah bentuknya.
Advertisement
2. Keringkan Air Berlebih dengan Handuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4690227/original/096938500_1702891391-towels-2822910_640.jpg)
Helm yang baru terkena hujan biasanya menyimpan cukup banyak air di permukaan luar maupun bagian dalam. Sebelum diangin-anginkan, gunakan kain atau handuk bersih dan kering untuk menyerap air berlebih.
Caranya bukan dengan menggosok permukaan busa secara kasar. Tempelkan handuk pada bagian yang basah kemudian tekan perlahan agar air berpindah ke kain. Ulangi beberapa kali menggunakan bagian handuk yang masih kering.
Cara ini membantu mempercepat proses pengeringan karena kelembapan yang harus diuapkan oleh udara menjadi lebih sedikit. Bagian luar helm juga sebaiknya dilap hingga tidak lagi menyisakan banyak tetesan air.
3. Angin-anginkan Helm di Tempat yang Teduh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5492083/original/013606500_1770119482-Ilustrasi_Membersihkan_Helm.jpg)
Setelah air berlebih diserap, letakkan helm di tempat yang teduh dan memiliki sirkulasi udara bagus. Posisi helm sebaiknya dibuat terbuka sehingga udara dapat masuk ke bagian dalam.
Jangan langsung menutup helm dengan kain atau memasukkannya kembali ke dalam tas. Ruang yang tertutup justru dapat mempertahankan kelembapan di dalam busa sehingga proses pengeringan menjadi lebih lama.
Jika memungkinkan, letakkan helm di area yang memiliki aliran udara alami, seperti dekat jendela atau teras yang terlindung dari hujan. Pastikan tempat tersebut bersih, kering, dan tidak terkena cipratan air lagi.
Advertisement
4. Gunakan Kipas dengan Jarak yang Aman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3900460/original/063970400_1641890058-old-fan-operation_1232-1263.jpg)
Kipas angin dapat membantu mempercepat pengeringan karena meningkatkan pergerakan udara di sekitar helm. Namun, tidak perlu mengarahkan aliran udara terlalu dekat atau menggunakan panas tambahan.
Letakkan helm dalam posisi terbuka dan arahkan kipas dari jarak yang cukup sehingga udara dapat melewati bagian dalam helm. Jika padding dilepas, keringkan padding secara terpisah agar udara dapat menjangkau seluruh permukaannya.
Selama proses berlangsung, sesekali ubah posisi helm atau padding agar bagian yang sebelumnya tertutup mendapatkan aliran udara. Cara ini lebih efektif dibandingkan hanya mengeringkan satu sisi dalam waktu lama.
5. Jemur dengan Memanfaatkan Sinar Matahari Secukupnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786065/original/026526200_1711510891-pexels-lukas-296234.jpg)
Sinar matahari dapat membantu mengurangi kelembapan, tetapi helm tidak sebaiknya dibiarkan terus-menerus di bawah panas matahari yang sangat terik. Suhu tinggi dapat memengaruhi material tertentu pada helm, terutama jika dilakukan terlalu lama.
Jika ingin memanfaatkan sinar matahari, pilih waktu ketika intensitasnya tidak terlalu menyengat dan lakukan dalam durasi yang wajar. Helm dapat ditempatkan di area terang yang tetap memiliki sirkulasi udara.
Fokus utama proses pengeringan tetap pada menghilangkan kelembapan secara menyeluruh, bukan membuat helm terkena panas setinggi mungkin. Setelah bagian dalam terasa kering, pindahkan helm ke tempat teduh sebelum menyimpannya.
Advertisement
6. Jangan Semprot Pewangi untuk Menutupi Bau Busa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5628981/original/009537000_1778225842-35890.jpg)
Ketika helm mulai mengeluarkan aroma kurang sedap, sebagian orang mungkin tergoda menyemprotkan parfum atau pewangi. Padahal, cara tersebut tidak menyelesaikan sumber masalah jika busa masih lembap.
Bau pada helm dapat semakin terasa ketika kelembapan terperangkap di dalam padding. Menambahkan pewangi sebelum helm benar-benar kering justru dapat membuat berbagai aroma bercampur dan membuat bagian dalam terasa kurang nyaman.
Lebih baik prioritaskan pengeringan terlebih dahulu. Setelah seluruh bagian dalam benar-benar kering, helm dapat dibersihkan sesuai petunjuk perawatan dari produsennya. Untuk padding yang bisa dicuci, gunakan metode pencucian yang sesuai dengan materialnya.
7. Pastikan Benar-Benar Kering Sebelum Disimpan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
Ini merupakan langkah yang sering dilupakan. Helm yang bagian luarnya sudah terlihat kering belum tentu benar-benar kering di bagian dalam. Busa dan padding dapat menyimpan kelembapan lebih lama.
Sebelum menyimpan helm, periksa bagian dalam dengan menyentuh padding dan area yang biasanya sulit terkena udara. Pastikan tidak terasa lembap atau dingin akibat masih menyimpan air.
Jika masih ada sedikit kelembapan, lanjutkan proses pengeringan. Setelah benar-benar kering, simpan helm di tempat yang memiliki ventilasi dan tidak lembap. Hindari memasukkannya ke dalam tas tertutup dalam kondisi masih basah.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengeringkan Helm Basah Tanpa Membuat Busanya Bau
1. Apakah helm boleh langsung dijemur setelah kehujanan?
Boleh memanfaatkan sinar matahari, tetapi sebaiknya tidak dibiarkan dalam panas yang sangat terik terlalu lama. Pengeringan dengan sirkulasi udara yang baik dapat menjadi pilihan yang lebih aman.
2. Kenapa busa helm bisa bau setelah kehujanan?
Busa atau padding yang lembap dan tidak segera dikeringkan dapat mempertahankan kondisi basah di dalam helm. Kondisi tersebut dapat menyebabkan munculnya aroma tidak sedap.
3. Apakah helm boleh dikeringkan menggunakan hair dryer?
Sebaiknya hindari penggunaan udara yang sangat panas dalam waktu lama. Jika benar-benar diperlukan, gunakan udara dengan suhu rendah dan jangan mengarahkan panas terlalu dekat atau terlalu lama pada satu bagian.
4. Apakah helm harus dilepas padding-nya saat dikeringkan?
Jika padding memang dirancang untuk dilepas, melepasnya dapat membantu proses pengeringan. Namun, jangan memaksa melepas bagian yang tidak dirancang untuk dilepas.
5. Bolehkah menyemprotkan parfum ke dalam helm yang masih basah?
Sebaiknya tidak. Prioritaskan mengeringkan dan membersihkan sumber kelembapan terlebih dahulu daripada hanya menutupi bau dengan pewangi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365046/original/083732600_1791097921-cek_fakta_sapi_bebek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360863/original/067393500_1758767787-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-09-25T090726.096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365038/original/012103200_1791096800-Gemini_Generated_Image_tfu0nctfu0nctfu0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316479/original/082611300_1785931004-pexels-anete-lusina-4792774.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365090/original/012029000_1791101211-dane-deaner-wkC8EX8y9Mc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365022/original/007498700_1791095440-Gemini_Generated_Image_ylnnwvylnnwvylnn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361922/original/053651600_1790753838-80cc0d8b-52a2-4c44-8bf4-5be7a940000d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365042/original/098598500_1791097641-2fc59f42-f158-483d-8bc9-ef4dd9446dea.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365024/original/071257700_1791095914-75d9336a-9316-4672-be54-db12efade147.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365012/original/079144500_1791095209-361501b1-c9f1-48d0-917a-f6b32f70f888.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365007/original/005259400_1791094085-f3a034b6-2456-47e8-b5e3-961365781e14.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5131954/original/034128100_1739432984-interiors-homely-kitchen.jpg)