6 Cara Mengatasi Lantai Rumah Licin Setelah Dipel, Langsung Keset

Pelajari cara mengatasi lantai rumah licin setelah dipel dengan panduan lengkap, tips praktis, dan bahan alami agar kesat seketika.

Diterbitkan 04 Oktober 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki lantai rumah yang bersih dan mengkilap tentu menjadi dambaan setiap pemilik hunian agar suasana tempat tinggal terasa nyaman dan sehat. Namun, sering kali kita dihadapkan pada situasi yang menjengkelkan di mana lantai justru terasa licin, berminyak, atau lengket tepat setelah proses pembersihan selesai dilakukan. Kondisi ini tidak hanya mengurangi kenyamanan saat berjalan, tetapi juga berisiko tinggi memicu kecelakaan seperti terpeleset, terutama bagi anak-anak dan lansia di rumah.

Masalah lantai yang licin pasca-pengepelan umumnya dipicu oleh penumpukan residu kimia akibat takaran cairan pembersih yang berlebihan atau penggunaan kain pel yang sudah kotor dan jenuh. Berdasarkan panduan perawatan rumah tangga dan referensi autoritatif, mengembalikan tekstur lantai yang kesat memerlukan teknik pembilasan yang tepat serta pemahaman dosis bahan pembersih yang akurat. Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai cara efektif untuk mengatasi lantai rumah licin setelah dipel agar kembali bersih, kesat, dan aman bagi seluruh anggota keluarga. Simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (4/10/2026).

1. Mengepel Ulang Menggunakan Air Hangat Bersih Tanpa Sabun

Langkah paling cepat dan mendasar untuk mengatasi lantai yang licin akibat sisa deterjen adalah dengan melakukan pengepelan ulang menggunakan air hangat bersih. Air hangat memiliki kemampuan termal yang sangat baik untuk melarutkan kembali lapisan kimia dan residu sabun yang mengeras di pori-pori lantai.

Anda cukup membilas kain pel hingga benar-benar bersih, lalu lap seluruh permukaan lantai tanpa menambahkan cairan pembersih apa pun. Berdasarkan standar kebersihan rumah tangga, pembilasan air murni ini efektif mengangkat sisa surfaktan yang tertinggal sehingga telapak kaki tidak lagi merasakan sensasi licin atau kesat yang mengganggu.

2. Memanfaatkan Campuran Cuka Putih dan Air Hangat

Cuka putih dikenal luas sebagai bahan alami multifungsi yang sangat ampuh untuk memecah ikatan lemak dan residu sabun yang membandel. Campurkan setengah cangkir cuka putih ke dalam satu ember air hangat, lalu gunakan larutan tersebut untuk mengelap area lantai yang licin.

Sifat asam alami pada cuka mampu menetralisir sisa deterjen sekaligus mengembalikan kilau alami lantai keramik. Meskipun aroma cuka sempat tercium tajam saat proses pengepelan, bau tersebut akan menguap dengan sendirinya seiring keringnya lantai, meninggalkan permukaan yang higienis dan bebas residu kimia. 

Catatan: Hindari penggunaan cuka pada lantai berbahan marmer atau granit alami karena dapat merusak lapisan pelindungnya.

3. Menerapkan Metode Dua Ember untuk Mencegah Residu Kotoran

Sering kali lantai terasa licin bukan hanya karena sabun, tetapi karena air pel yang digunakan sudah tercampur kotoran pekat. Solusi terbaik untuk menghindari hal ini adalah dengan menerapkan metode dua ember, di mana ember pertama diisi larutan pembersih dan ember kedua khusus berisi air bersih untuk membilas kain pel.

Teknik ini memastikan kotoran dan minyak yang terangkat dari lantai tidak kembali menempel ke kain pel dan merata ke seluruh ruangan. Dengan menjaga air pembilas tetap jernih, lantai rumah Anda dijamin akan jauh lebih bersih, bebas lapisan licin, dan tidak cepat kusam.

4. Menggunakan Takaran Cairan Pembersih yang Ideal dan Sesuai Dosis

Anggapan bahwa semakin banyak cairan pembersih yang digunakan akan membuat lantai semakin bersih adalah sebuah mitos keliru. Penggunaan sabun pembersih lantai yang melebihi takaran anjuran pada kemasan justru menjadi penyebab utama terbentuknya lapisan film licin di atas permukaan keramik.

Sebagai langkah pencegahan sekaligus penanganan, cukup gunakan 1 hingga 2 tutup botol cairan pembersih untuk takaran satu ember air (sekitar 5 liter). Keseimbangan takaran ini memastikan fungsi antibakteri produk tetap bekerja optimal tanpa menyisakan endapan bahan kimia yang membuat lantai licin saat diinjak.

5. Memilih Kain Pel Berbahan Microfiber dengan Daya Serap Tinggi

Jenis alat pembersih yang Anda gunakan memegang peran krusial dalam menentukan hasil akhir tekstur lantai. Kain pel tradisional berbahan katun sering kali meninggalkan serat halus dan kesulitan mengangkat sisa emulsi minyak, sedangkan kain pel berbahan microfiber dirancang khusus dengan kerapatan tinggi untuk mencengkeram kotoran dan menyerap cairan secara sempurna.

Serat microfiber mampu mengeringkan permukaan lantai dengan lebih merata tanpa meninggalkan jejak basah berlebihan yang memicu licin. Pastikan untuk selalu mencuci bersih kain pel microfiber menggunakan air panas setelah selesai digunakan agar pori-pori kainnya tidak tersumbat kotoran berminyak.

6. Membuka Sirkulasi Udara dan Mengeringkan Lantai Secara Sempurna

Membiarkan lantai basah terlalu lama tanpa sirkulasi udara yang baik akan membuat partikel debu di udara menempel pada sisa kelembapan, membentuk lapisan licin baru yang mengganggu. Segera buka jendela seluas-luasnya atau nyalakan kipas angin di dalam ruangan setelah proses pengepelan selesai.

Penguapan udara yang lancar akan mempercepat proses pengeringan lantai secara merata di setiap sudut ruangan. Jika ingin hasil yang instan, Anda juga bisa menyeka permukaan basah menggunakan pel kering khusus (dry mop) agar lantai bisa langsung aman dan nyaman diinjak.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Cara Mengatasi Lantai Licin

Q: Mengapa lantai rumah tetap terasa licin padahal sudah dipel berulang kali?

A: Penyebab utamanya adalah penumpukan residu sabun akibat penggunaan takaran cairan pembersih yang terlalu banyak atau penggunaan air pel yang sudah keruh. Sisa bahan kimia tersebut mengering di permukaan lantai dan membentuk lapisan tipis yang licin.

Q: Apakah aman menggunakan cuka putih untuk semua jenis lantai rumah?

A: Tidak semua jenis lantai aman dibersihkan dengan cuka. Cuka sangat efektif untuk keramik biasa, namun harus dihindari pada lantai batu alam seperti marmer atau granit karena kandungan asamnya dapat mengikis kilau dan merusak lapisan pelindung permukaannya.

Q: Berapa takaran ideal cairan pembersih lantai agar tidak licin?

A: Takaran standar yang dianjurkan adalah cukup menggunakan 1 sampai 2 tutup botol cairan pembersih untuk dicampur ke dalam satu ember air (sekitar 5 liter), atau selalu ikuti petunjuk dosis resmi yang tertera pada kemasan produk.

Q: Bagaimana cara cepat mengeringkan lantai agar tidak memicu terpeleset?

A: Anda dapat mempercepat pengeringan lantai dengan membuka sirkulasi udara melalui jendela atau menyalakan kipas angin di dalam ruangan, serta menggunakan kain pel kering (dry mop) untuk menyerap kelembapan yang berlebih.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6