Resep Sate Telur Puyuh Angkringan yang Manis Gurih

Resep sate telur puyuh ala angkringan, manis gurih dan mengilap. Simak bahan, cara membuat anti gagal, plus tips merebus dan mengupasnya.

Diterbitkan 04 Oktober 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Resep sate telur puyuh selalu jadi buruan ketika kamu ingin menghadirkan suasana angkringan di rumah. Deretan telur mungil yang ditusuk sate, berbalut kuah kecap kecokelatan yang manis dan gurih, memang bikin susah berhenti mengunyah. Kabar baiknya, membuatnya sendiri jauh lebih mudah dari yang kamu kira dan bahannya murah meriah.

Sate telur puyuh pada dasarnya adalah hidangan khas Jawa yang dimasak dengan teknik bacem, yaitu merebus telur puyuh yang sudah dikupas dalam bumbu manis-gurih sampai kuahnya menyusut habis dan permukaan telur mengilap kecokelatan. Di banyak angkringan kawasan Yogyakarta dan Solo, sate ini menjadi menu wajib yang berjejer di meja bersama nasi kucing dan aneka gorengan.

Panduan ini merangkum resep dasar sekaligus trik teknis yang jarang dibahas, mulai dari cara merebus telur puyuh agar tidak retak sampai cara mengupasnya tanpa hancur, plus catatan gizi yang penting kamu tahu sebelum menyantapnya.

Sekilas tentang Sate Telur Puyuh

Sate telur puyuh masuk kategori jajanan sekaligus lauk pendamping. Selain dinikmati sebagai camilan, sate ini kerap menemani hidangan berkuah seperti soto dan bubur ayam. Cita rasanya manis-gurih dengan tekstur telur yang kenyal padat, membuatnya cocok dinikmati bersama nasi hangat maupun dipetik satu per satu sebagai teman ngobrol.

Banyak orang menyamakan sate telur puyuh dengan telur pindang, padahal keduanya berbeda. Telur pindang biasanya direbus lama bersama bahan berwarna seperti kulit bawang, daun jambu, atau teh sehingga warnanya cokelat dari proses perendaman dan rasanya cenderung gurih. Sate telur puyuh ala angkringan mengandalkan bumbu bacem, sehingga warna cokelat mengilapnya justru datang dari gula merah dan kecap manis, bukan dari tanin.

Bahan-Bahan Sate Telur Puyuh

Bahan utama

  • 25 butir telur puyuh
  • 500 ml air
  • 2 sdm minyak goreng untuk menumis

Bumbu halus

  • 6 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 butir kemiri, sangrai
  • 1 sdt ketumbar

Bumbu pelengkap

  • 3 lembar daun salam
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 2 sdm gula merah, sisir
  • 4 sdm kecap manis
  • 1 sdt garam
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1 sdm air asam jawa (opsional)

Pelengkap

  • Tusuk sate secukupnya
  • Bawang goreng untuk taburan

Cara Membuat Sate Telur Puyuh

  1. Rebus telur puyuh bersama air dingin hingga mendidih, lalu hitung 4 menit agar matang sempurna.
  2. Angkat telur dan segera rendam dalam air es beberapa menit supaya lebih mudah dikupas.
  3. Ketuk perlahan cangkang, gulingkan di permukaan meja, lalu kupas mulai dari ujung tumpul tempat kantung udara berada.
  4. Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, dan ketumbar hingga benar-benar lembut.
  5. Panaskan minyak, tumis bumbu halus bersama daun salam dan lengkuas hingga harum dan matang.
  6. Tuang air, masukkan gula merah, kecap manis, garam, merica, dan air asam jawa, aduk hingga mendidih.
  7. Masukkan telur puyuh yang sudah dikupas, aduk perlahan agar bumbu menyelimuti seluruh permukaan.
  8. Masak dengan api kecil sambil sesekali diaduk hingga kuah menyusut dan telur berwarna cokelat mengilap.
  9. Angkat telur dan diamkan sebentar hingga cukup dingin agar tidak mudah pecah saat ditusuk.
  10. Tusuk telur dengan tusuk sate, isi 4 sampai 5 butir per tusuk.
  11. Celupkan kembali sate ke sisa bumbu, masak sebentar agar warnanya makin pekat, lalu angkat.
  12. Taburi bawang goreng dan sajikan selagi hangat.

Tips agar Hasil Sate Telur Puyuh Maksimal

  • Pilih telur yang tidak terlalu segar. Telur puyuh yang baru dipetik justru lebih sulit dikupas karena selaputnya masih menempel erat pada cangkang.
  • Tambahkan sedikit cuka atau garam ke air rebusan. Selain membantu bila ada cangkang yang retak, langkah ini melunakkan cangkang; setelah direbus segera rendam telur di air es, lalu kupas dari ujung yang lebih tumpul karena di sanalah kantung udara berada.
  • Masak dengan api kecil. Kuah bacem butuh waktu untuk meresap; api terlalu besar membuat kuah cepat kering sementara bumbu belum masuk ke dalam telur.
  • Perhatikan warna dan kekentalan kuah. Angkat saat kuah tinggal menyelimuti telur dan permukaannya mengilap; jika dibiarkan terlalu kering, warna bisa gosong dan rasa jadi pahit.
  • Tusuk setelah telur agak dingin. Telur yang masih panas lebih rapuh dan gampang pecah ketika ditusuk.

Variasi dan Substitusi Sate Telur Puyuh

Versi pedas. Untuk penyuka rasa menggigit, tambahkan cabai rawit utuh atau irisan cabai merah saat menumis bumbu. Kamu juga bisa menyiram sate matang dengan sambal kecap segar berisi cabai, bawang merah, dan tomat.

Versi tanpa gula merah. Bila tidak punya gula merah, andalkan kecap manis sebagai sumber rasa manis sekaligus pewarna alami. Kurangi sedikit garam karena kecap manis sudah membawa rasa gurih dan asin.

Versi bumbu bacem lengkap. Tambahkan sedikit air kelapa agar aroma dan rasa manis-gurihnya makin dekat dengan bacem tahu tempe khas Jawa. Anggap ini sekadar penyegar rasa, bukan resep baru yang terpisah.

Nilai Gizi dan Catatan Sehat di Balik Telur Puyuh

Kandungan gizi telur puyuh

Meski ukurannya hanya sekitar sepertiga telur ayam, telur puyuh tergolong padat nutrisi. Telur puyuh memiliki sekitar 2 mg zat besi lebih banyak per 100 gram dan lebih kaya riboflavin dibanding telur ayam, meski kamu butuh sekitar empat butir untuk menyamai gizi satu telur ayam. Ahli gizi Courtney Pelitera dari Top Nutrition Coaching, dikutip dari Health Digest, menyatakan, "Jika membandingkan kedua jenis telur ini, keduanya benar-benar bisa saling menggantikan dari sisi pola makan dan kesehatan secara keseluruhan."

Bagaimana dengan kolesterolnya?

Telur puyuh memang tinggi kolesterol. Berdasarkan data USDA, setiap 100 gram telur puyuh (kira-kira 11 butir) mengandung sekitar 844 mg kolesterol dan 263 mg kolin. Angka itu terdengar besar, tetapi konteksnya penting. Mengacu pada tinjauan yang dipublikasikan National Library of Medicine, kolesterol dari makanan kini diketahui tidak langsung menaikkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh, sedangkan lemak jenuhlah yang pengaruhnya paling besar.

Dilansir dari MedicineNet, telur puyuh umumnya tidak dipasteurisasi sehingga sebaiknya dimasak sampai benar-benar matang untuk menekan risiko bakteri Salmonella, dan tidak disantap mentah. Untungnya, sate telur puyuh dimasak matang sempurna lewat proses perebusan sekaligus pemasakan dalam bumbu. Soal manfaat, dikutip dari WebMD, "Telur puyuh memiliki kandungan asam lemak bermanfaat yang tinggi sehingga dapat mendukung kesehatan jantung."

Dengan bahan sederhana dan teknik yang tepat, sate telur puyuh buatan sendiri bisa tampil semenarik jajanan angkringan langganan. Selamat mencoba di dapur, dan sesuaikan tingkat manis serta gurihnya dengan seleramu.